Wisata Sumbar (Ranah Minang)

Selamat datang di Sumatera Barat, Ranah Minang. Welcome to West Sumatra (land of Minangkabau), Indonesia. Enjoy with our beautiful place, delicious culinary (Rendang is no. 1 in the world, isn’t it?), and unique cultures. インドネシアの西スマトラはきれいな所や様々な美味しい食べ物(特にレンダン)やユニック文化がある。

Padang

Kepulauan Mentawai

  • Pulau Siberut
  • Pulau Sipora
  • Pulau Pagai Utara
  • Pulau Pagai Selatan
  • Air Terjun Kulu Kubuk

Padang Pariaman

Pariaman

Padang Panjang

  • Lubuk Mata Kucing (Lubuak Mato Kuciang)
  • Air Terjun Lembah Anai
  • Kolam Air Jernih (Tabek Aia Janiah)
  • Rumah Puisi Taufik Ismail, Panyalaian
  • Mifan

Bukittinggi

Agam

Payakumbuh

  • Lembah Harau (Harau Resort)
    • Air Terjun 1
    • Air Terjun 2
    • Air Terjun 3
  • Air Terjun Lubuk Batu Bulan
  • Air Terjun Lubuk Bulan
  • Air Terjun Sarasah Tanggo
  • Air Terjun Tanjung Jaro
  • Batang Tabik
  • Kelok 9
  • Rumah Adat Bakewi
  • Palo Banda
  • Padang Mangateh
  • Ngalau Indah

Pesisir Selatan

Pasaman

  • Pasaman Barat
    • Ikan Larangan Lubuak Landua, + 10 km kota Simpang Ampek
    • Goa Jepang, Kec. Talamau
    • Pemandian Air Panas, Kec. Talamau
    • Air Terjun Simpang Panco, Kec. Kinali
    • Bendungan Batang Tongar, + 10 km sebelah timur Simpang Ampek
    • Bendungan Batang Kenaikan, Kec. Gunung Tuleh
    • Gunung Batu, Kec. Lembah Malintang
    • Danau Indah, Koto Balingka
    • Goa Kepang, Kec. Sungai Beremas
    • Gunung Talamau
    • Pantai Sasak, Nagari Sasak, Kec. Sasak
  • Pasaman Timur
    • CagarAlamRimboPanti,Kec.Panti
      • Aia Angek Rimbo Panti

Sawahlunto

  • Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto
  • Museum Kereta Api Sawahlunto
  • Taman Satwa Kandi (Kebun Binatang Sawahlunto)
  • Air Terjun Rantih
  • Lobang Tambang Mbah Suro
  • Gudang Ransum
  • Danau Biru
  • Lokasi Paralayang

Sijunjung

  • Air Terjun Pelukahan

Dharmasraya

  • Bendungan Batanghari

Batusangkar

  • Istana Basa Pagaruyuang
  • Talago Gunuang

Solok

  • Danau Kembar: Danau Diatas & Danau Dibawah
  • Kebun Teh Alahan Panjang
  • PuncakPulau / “Puncak Thailand”
    • Danau Singkarak
  • Danau Talang, Alahan Panjang
  • Gunung Talang
  • Pemandian Air Panas (Pamandian Aia Angek)

Solok Selatan

  • Air Terjun Timbulun Koto Birah
  • Air Terjun Timbulun Sangir
  • Air Terjun Ulu Suliti
  • Kawasan Seribu Rumah Gadang

Other

  • Air Terjun Lubuk Tampuruang
  • Air Terjun Lubuk Bonta
  • Air Terjun Lubuk Paraku
  • Air Terjun Timbulun Batang Liki
  • Air Terjun Talang Sepintir
  • Air Terjun Tangsi Empat
  • Air Terjun Batang Daun
  • Air Terjun Lambe
  • Air Terjun Nango
  • Air Terjun Buluh Kasok
  • Air Terjun Koto Salo
  • Air Terjun Timbulun Indah Pulau Punjung
  • Air Terjun Padukoan
  • Air Terjun Tanjung Bonai
  • Air Terjun Mayang Taurai
  • Bukit Takuruang
  • Benteng Van Der Capellen
  • Danau Kandi
  • Gedung Indo Jalito
  • Lubang Suro
  • Museum Adityawarman
  • Museum Gempa 30 September
  • Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka
  • Panorama Tabek Patah
  • Pantai Sago
  • Pulau Keong
  • Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM)
  • Rumah Budaya Fadli Zon
  • Rumah Gadang 20
  • Rumah Gadang Kampai Nan Panjang
  • Taman Nasional Kerinci Seblat
  • Taman Siti Nurbaya
  • Lubuak Paraku
  • Pantai Karang Tirta
  • Patung Tigo Tungku Sajarangan, Lintau Buo Utara
  • Puncak Pato, Lintau Buo Utara
  • Pulau Setan
  • Panorama Tabek Patah
  • Gunung Singgalang

Referensi

  • BKPM “Indonesia Investment Coordinating Board”. 2013. Potensi wisata alam di kabupaten Pasaman Barat. Diakses pada tanggal 22 Juli 2015.
  • #infosumbar via Instagram. Diakses pada tanggal 21 Juli 2015.
  • Padang Indah Kemilau Tour & Travel. 2010. 24 lokasi wisata yg terkenal di Sumbar. Diakses pada tanggal 21 Juli 2015.
  • BEM KM UNAND. 2015.
  • Aminuddin, A. W. n. d. Daftar nama tempat wisata di Sumatera Barat. Diakses pada tanggal 20 Juli 2015.
  • Pemerintah Kota Bukittinggi Propinsi Sumatera Barat (website resmi) diakses pada 12 September 2015.
  • Beberapa info dishare oleh Geni.
  • Info wisata Sawahlunto dishare oleh Hendro pada 23 Maret 2017.

Katapang

Katapang (堅パン) adalah sejenis kue kering yang bersejarah di jepang. Dahulu kala, di jaman perang (戦争), para prajurit (兵隊者) membawa kue ini sebagai bekal.

Katapang terbuat dari tepung gandum yang kemudian diolah dan dikeringkan. Terlihat dari strukturnya yang keras.

Saat pertama kali memakan katapang, jangan langsung dikunyah, dilumat dulu sampai gurih. Rasanya seperti kue beras dan tidak manis sekalipun dilapisi karamel (gula).

Bagi yang tinggal atau melancong ke Perfektur Kagawa (香川県) bisa menjadikan katapang sebagai salah satu referensi oleh-oleh.

Tabehodai

Bagi pecinta kuliner, pasti sudah tidak asing lagi dengan tabehodai. Istilah ini diadopsi dari bahasa jepang 食べ放題 /tabehoudai/ yang berarti all you can eat (makan sepuasnya).

Tapi, bagi yang belum pernah atau baru kali ini mendengar istilah tabehodai, jangan dikira bisa makan seenaknya, apalagi gratis. Maksudnya, kita makan sesuai dengan paket yang diambil dengan harga dan waktu yang sudah ditentukan.

Tabehodai paling umum digunakan untuk yakiniku (daging bakar) di berbagai restoran/cafe di jepang. Meskipun begitu, tabehodai juga sering dipakai untuk buah-buahan (seperti: stroberi) atau event kuliner lainnya (seperti: bazar makanan halal).

Gallery

Related Link

Ichigo Tabehodai

Memasuki akhir musim dingin tidak hanya menjadi awal dari musim semi, tetapi juga permulaan dari ichigo tabehodai di Jepang, salah satunya di Tokushima.

Ichigo Tabehodai

Ichigo adalah bahasa jepang dari stroberi. Sementara tabehodai juga diadopsi dari bahasa jepang yang berarti all you can eat (makan sepuasnya). Jadi, ichigo tabehodai artinya makan stroberi sepuasnya (sesuai dengan paket, harga & waktu yang telah ditentukan).

Uniknya, ichigo tabehodai bukan hanya sebuah ajang kuliner buah saja, tetapi juga destinasi untuk berwisata-ria. Bagaimana tidak, kita bisa berkunjung langsung ke lahan stroberi yang berbentuk rumah kaca dan bebas memetik dan makan sepuasnya.

Iseya Strawberry Farm

Ichigo tabehodai ada diberbagai tempat di Tokushima, salah satunya di いせや農場 (Iseya Strawberry Farm). Dengan merogoh kocek ¥2.000 bisa menikmati stroberi sepuasnya selama 30 menit.

Akses dari Kota Tokushima ke lokasi dengan mobil pribadi memakan waktu sekitar 30 menit.

Kamus

  • いちご /ichigo/ = Straberry (Stroberi)
  • 食べ放題 /tabehoudai/ = Tabehodai, all you can eat (makan sepuasnya)
  • 農場 /noujo/ = Farm (Pertanian)

Gallery

わかめ (Wakame)

わかめ (Wakame) adalah sejenis rumput laut dari perairan Jepang yang biasa dijadikan sayur hijau, toping udon, dll.

Cara Pengolahan

  1. Rebus air hingga mendidih.
  2. Potong wakame sesuai keinginan.
  3. Cuci bersih.
  4. Celupkan ke dalam air yang telah mendidih.
  5. Aduk rata hingga berubah warna menjadi hijau muda.
  6. Angkat, cuci bersih dan tiriskan.
  7. Wakame siap diolah menjadi sup, toping udon, tempura (seperti di indonesia), dll.

Catatan

  • Sebelum diolah, warna original-nya adalah hijau tua kecoklatan.
  • Penyimpanan di kulkas bisa tahan hingga seminggu.

Referensi

  • Cara pengolahan dishare oleh Ien chan

Tokushima-Wakayama (Ferry)

Akses via Kapal Feri

  • Jadwal kapal bisa dicek di internet, sementara untuk pembelian tiket kapal feri langsung di loket 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai). Bagi yang tidak bisa berbahasa jepang, bisa menggunakan bahasa inggris, karena ada petugas yang bisa berbahasa inggris.
  • Tiket
    •  Dewasa:
      • 1 way (1x keberangkatan saja) ¥ 2.000
      • 2 way (pulang-pergi) ¥ 3.800
    • Anak-anak:
      • 1 way (1x keberangkatan saja) ¥ 1.000
      • 2 way (pulang-pergi) ¥ 1.900
  • Sebelum berangkat, menunggu di ruang tunggu penumpang dengan fasilitas tempat duduk, TV, 自動販売機 (mesin penjualan otomatis) untuk aneka minuman kemasan, AC, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan toilet.
  • 15 menit sebelum waktu keberangkatan sudah bisa menaiki kapal (tunggu aba-aba dari petugas). Sebelumnya, perlihatkan tiket kapal pada petugas untuk distempel.
  • Menaiki kapal feri ini mirip dengan menaiki pesawat, ada penghubungnya.
  • Di dalam kapal feri terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya dengan dekorasi yang keren.
    • Sayap kanan:
      • Ada area lesehan, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, TV dan juga sofa mungil yang memanjang menepi di dinding kapal.
    • Bagian tengah (tepat di depan pintu masuk kapal) sebelah kanan:
      • Lukisan di lantainya bagus!
      • Ada icon ANIME-nya, mesin penjualan otomatis mulai dari aneka minuman, mie cup sampai pachinko.
    • Bagian tengah sebelah kiri:
      • Warung kecil-kecilan yang ready aneka cemilan, oleh-oleh dan souvenir.
    • Sayap kiri sebelah kanan:
      • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat. Bagian depannya tersedia colokan listrik buat yang mau mengecas barang elektronik. Disini juga disediakan TV.
    • Sayap kiri sebelah kiri:
      • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia, tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga dilengkapi TV yang menayangkan aneka wisata dan lainnya, mesin penjualan otomatis (aneka minuman dan es krim).
    • Sayap kiri paling ujung sebelah kanan:
      • Ada ruang bayi yang bersebelahan dengan ruangan driver.
    • Sayap kiri paling ujung sebelah kiri:
      • Ada tempat sampah yang telah dibagi menjadi 4 kotak (botol/kaleng, botol saja, plastik, lainnya), arsitektur kapal dan toilet.
    • Sayap kiri paling ujung:
      • Pintu keluar kapal menuju lantai 2 dan lantai 3.
    • Lantai 2:
      • Menaiki tangga menuju lantai 2, ada ruang makan dan panel surya.
    • Lantai 3:
      • Menaiki tangga menuju lantai 3, bagian teratas kapal.
  • Lama perjalanan sekitar 2 – 2,5 jam.
  • Setelah mendengar pemberitahuan, segera beranjak menuju pintu keluar kapal dengan teratur dan menyerahkan tiket kepada petugas.
  • Keluar dari kapal akan terhubung langsung dengan 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station) yang merupakan stasiun kereta api JR (Japan Railway).
  • Di depan 南海和歌山港駅 (sedikit agak ke kiri), ada 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station) tempat penantian Wakayama Bus.

Gallery

 

Melancong ke Kota Panda

Berbicara tentang pariwisata di Jepang, masing-masing daerah menawarkan maskotnya masing-masing; salah satunya di Shirahama yang merupakan bagian dari Perfektur Wakayama dan terkenal dengan objek wisata panda-nya. Maskot tersebut tidak hanya ditemukan pada icon panda di Shirahama Station yang bertuliskan Panda Town Shirahama, tetapi juga diberbagai objek mulai dari dekorasi tempat hingga transportasi, makanan, souvenir, dsb.

Akses

Transportasi yang digunakan adalah JR, kereta cepat dan bus. Akses ke lokasi terbilang cukup rumit, karena kebun binatang yang sekaligus arena bermain Wakayama Adventure World ini terletak jauh dari jantung kota, memakan waktu sekitar 4 jam (tergantung dari pemilihan kendaraan).

Dari Wakayama Station ke Shirahama Station, bisa menggunakan JR ataupun kereta cepat. Masing-masing memiliki keunggulan sesuai prioritas pelancong. Akses via JR boleh dibilang cukup ekonomis, namun boros di waktu. Sedangkan, via kereta cepat (diskedul ditulis berwarna merah) harganya lebih mahal, tapi dari segi waktu pastinya lebih unggul.

Sementara, dari Shirahama Station ke Wakayama Adventure World itu sendiri menaiki Wakayama Bus tiket pp ¥600 (@¥300). Tiket ini bisa dibeli di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun. Lama perjalanan sekitar 30 menit.

Akses diatas berdasarkan journey Jejak Langkah O “Ekspedisi Panda” pada 24 Februari 2018.

Tiket Wakayama Adventure World

Tiket masuk bisa dibeli langsung di loket bus Shirahama Station atau di pintu masuk Wakayama Adventure World.

Harga tiket reguler (untuk lebih rinci bisa dilihat di leaflet atau website):

  • Dewasa (18th keatas)  ¥4.500
  • Lansia (65th keatas) ¥4.000
  • Remaja (12 s/d 17th)  ¥3.500
  • Anak-anak (4 s/d 11 th) ¥300

Fasilitas

Sama seperti kebun binatang pada umumnya; selain panda yang menjadi primadona, di Wakayama Adventure World juga ditemukan hewan lainnya, misalnya pinguin, kuda, elang, badak, unta, lumba-lumba, bangau pink, dll.

Untuk berkeliling di area boleh dibilang sangat mudah, tinggal mengikuti petunjuk sesuai map yang ada di leaflet informasi. Berbagai fasilitas yang tersediapun bisa dengan mudah ditemukan sesuai leaflet, karena map yang ada didalamnya sudah didesain dengan sangat menarik disertai gambar-gambar atau icon tujuan dengan cukup rinci.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Diantaranya, resto & cafe (bento, es krim, tempura, popcorn), supermarket, wahana permainan (gondola, roller coaster, dll.) dan toko souvenir. Semua didesain panda!

Yang menarik, diwaktu tertentu (bisa dilihat di kalender via leaflet atau website) ada atraksi menarik yang bisa disaksikan oleh para pelancong.

Catatan

  • Hal yang penting sewaktu melancong ke Wakayama Adventure World  ini adalah leaflet, karena didalamnya banyak informasi yang dibutuhkan dan dijelaskan secara rinci. Boleh dibilang tour guide manual, andalan para pelancong yang sangat membantu. Buat yang memiliki akses internet, bisa searching di http://aws-s.com
  • Sebaiknya membeli kartu khusus kereta, seperti ICOCA, SUICA, dll. Jadi tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual, tinggal charge sejumlah uang sesuai kebutuhan di mesin otomatis.
  • ATM JP di Shirahama Station ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.

Kamus

  • フェリー /ferii/ = Ferry (Kapal Feri)
  • 和歌山フェリー南海 = Wakayama Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way = Pulang-pergi
  • Leaflet = Selebaran yang berisi informasi tertentu

Related Link

Gallery

https://youtu.be/h4UMf7rhooM

Wakayama Bus (Wakayamako Station-Wakayama Station)

Perhatikan jadwal bus, lihat di plang masing-masing halte. Jika menemukan 2 informasi dengan tujuan yang sama tapi waktunya berbeda, perhatikan tanggal dikeluarkannya jadwal, dan waktunya (hari libur atau hari biasa).

Naik 和歌山バス (Wakayama Bus) no. 160 atau no. 161 di 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station). Ambil tiket dari mesin otomatis (di tiket tertulis no. 03) atau gunakan kartu bus di mesin khusus tepat di sebelah kiri pintu masuk bus.

Ketika memilih tempat duduk, perhatikan bangku prioritas yang biasanya ada di bagian tengah untuk lansia (lanjut usia), bumil (ibu hamil), penyandang cacat, dll. Tempat duduk umum biasanya di bagian belakang yang lantainya lebih tinggi dari area prioritas.

Rute Bus dari 和歌山港駅 (Wakayamako Station)

Rute bus berdasarkan halte (bisa diakses di wakayamabus.co.jp):

  • 和歌山港駅 /Wakayamakou eki/ (Wakayamako Station)
  • 青岸橋 /Aogishibashi/
  • 築港5丁目 /Chikkou 5 choume/
  • 築港3丁目 /Chikkou 3 choume/
  • 築港1丁目 /Chikkou 1 choume/
  • 築地橋 /Tsukijibashi/
  • 西長町
  • 東長町
  • 県庁正間前 /Kenchou masama mae/
  • 岡山町 /Okayamachou/
  • 屋形町 /Yakatachou/
  • 三木町
  • 三木町新通
  • 北の新他
  • 新内 /Arochi/
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)

Sampai di 和歌山駅 (Wakayama Station), antri turun dan bayar ¥240 (masukkan uang pas plus tiket ke mesin otomatis yang terletak di samping sopir). Bagi yang perdana menaiki bus, pembayaran hanya dengan uang pas; sehingga kalau punya uang ¥500 atau ¥1.000 bisa diganti di mesin yang sama tapi di tempat yang berbeda (lihat gambar atau tanya pada sopir).

Ekspedisi Panda

Perjalanan kali ini dalam rangka mengobati demam panda para hantu traveling kayak kite-kite 😆 Berangkat dari skedul yang udah dikemas sangat apik oleh Mba U, kami bertiga dengan Vit chan melancong ala backpacker ala-ala-an 😁👍

Agenda

  • 04:15 Berangkat via taxi (bajet sekitar ¥2.900 bertiga) , karena jam operasional bus di Tokushima itu sekitar pukul 7:00.
  • 04:45 Sudah di Tokushima Ferry Nankai. Beli tiket kapal feri 2 way (pulang-pergi) ¥3.800 langsung di loketnya.
  • 04:47 Menuju ruang tunggu penumpang. Disini ada tempat duduk, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan fasilitas toilet.
  • 05:20
    • Menuju kapal, kayak mau masuk pesawat euy.. Gilaa, keren ya.. Excited bangett!! Perdana, choy.. Tadinya saya kira kapal feri itu didalamnya mirip dengan kapal feri yang pernah saya naiki sewaktu berangkat ke Pulau Bintan dari Pekanbaru (2009), ternyata jauh berbeda. Pastinya, ini kapal besar dan didalamnya terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya, dekorasinya juga keren!
    • Ada lesehannya juga, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, dilengkapi dengan sofa mungil yang sepertinya bisa digunakan untuk bantal tidur ramean 😁👍
    • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat kayak kursi bus.
    • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia dan juga tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga.
    • Pokoknya mantep dah
  • 05:35 Berangkat.. Ini banyak cerita seru nih disinih..
    • Sempat nggak nyadar lho kalau kapalnya udah jalan.. Berasanya itu kayak pesawat mau landing atau seperti ketubruk sesuatu hanya seketika, eh tau-tau pas nongol ke jendela udah laut aja semua, alamaak.. Beda banget yak naik kapal feri gede sama yang kecil, apalagi perahu?!
    • Bikin vlog bareng Vit chan.
    • Saya sama Vit chan sempat penasaran sewaktu nemu pintu di ujung sayap kiri, sepertinya pintu keluar?! Tapi boleh nggak ya keluar?? Kita coba buka pintunya, ternyata boleh!! Cuma cuacanya aja wes dingin tenan..
    • Tadinya, kita bertiga saling bergantian ke lantai 2 menunggu matahari terbit a.k.a sunrise. Tapi, karena kelamaan, Mba U memutuskan untuk memilih istirahat. Sementara saya dan Vit chan malah kayak fans lagi jumpa artis, excited abiss!!
    • Demi mengabadikan indahnya karya Sang Pencipta, saya rela berlama-lama menantang si angin sembriwing. Indah banget.. Serasa dihipnotis mau berlama-lama aja disinih; tapi apa daya suhunya ga cuma bikin meler tapi juga bikin tangan sampai bebal! Walhasil balik ke area yang ada wi-fi-nya.
    • Niatnya sih mau rehat (tadinya), tapi pas tengok keluar jendela, sumpah keren!! Saya akhirnya kembali, kali ini tanpa Vit chan yang nyerah karena suhu dingin.
    • Waaah.. saya lagi hoky nih, tangga menuju lantai 3 udah kebuka! Jadi bisa ke lantai paling atas dah.. Sayangnya beneran cuma ambil dokumentasi doang, dingin buangedh…
  • 08:00 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station)
  • 08:11
    • Naik Wakayama Bus no. 160 di 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station), bajet ¥240.
  • 08:27 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
    • Beli tiket JR ke 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) ¥970. Untungnya saya punya kartu ICOCA (bisa dibeli di loket JR), jadi tinggal cas deh.. Tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual.
  • 8:40
    • Berangkat menuju 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) dengan JR Takarazuka Line.
  • 9:33 湯浅駅 /Yuasa eki/ dari 乗り場 3 transit ke 乗り場 2
    • Lagi-lagi kejadian lucu kembali menunjukkan leluconnya. Sampai di stasiun ini, semua orang turun. Dalam hati saya, kok auranya sepi yak, tapi ga kepikiran sama sekali bakal transit atau segala macam. Mungkin, akses kami yang kejauhan makanya pada turun semua.
    • Cukup lama keretanya berhenti, dan keanehan mulai kentara. Namun, dari kita bertiga, sepertinya cuma Mba U yang beneran sadar, dia mengonfirmasi arah kereta pada kami setelah melihat plang rute kereta dari jendela JR. Kami berdua sepakat dan meyakinkan Mba U kalau itu nggak mungkin, karena kereta kita menuju Gobo Station..
    • Makin lama makin sepi, dan kereta pun tak kunjung jalan. Ucluk-ucluk, datanglah petugasnya yang dengan ramah mengatakan kalau kereta ini bakal kembali ke Wakayama Station.. Gubrak!! Kami hanya bisa tersenyum sumringah dan mulai bergegas turun.. Hadeeeuh..
    • Pada mau ke toilet, eh ga ada toilet sama sekali euy.. Mulai berasa terhampar dimanaa gitu.. Mana masih harus menunggu 20 menitan lagi, coba..
  • 9:59 Naik JR menuju Gobo Station.
  • 10:17 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station)
    • Kita bingung nih sama jadwalnya. Untung aja bisa nanya sama masinisnya yang baru turun dari JR.
    • JR selanjutnya 10:59, belum lagi transit dan segala macam. Akhirnya kami memilih 東急 /toukyuu/ kereta cepat (di skedul ditulis berwarna merah), berangkat pukul 10.46. Katanya nanti bakal nambah seribu yen-an, ga papalah.. Langsung sampe di Shirahama Station soalnya, hemat waktu, ga pake ribet transit dengan kita-kita yang notabennya buta rute..
  • 10:46
    • Berangkat dengan 東急 /toukyuu/ kereta cepat. Bentuknya panda.. Didalamnyapun didekor panda. Lucu banget!!
  • 11:29 白浜駅 /Shirahama eki/, akhirnya..
    • Udah pede-pede nanyain cara bayar 東急 /toukyuu/ kereta cepat pada eki-in (petugas stasiun)-nya, eh kartu ICOCA kece saya malah raib tak berjejak.. Apes.. Apes..
    • Kartu cantik itu sengaja saya taruh di dompet HP, biar praktis. Awalnya sempat nggak sreg gitu, coz tempat kartu di dompet HP ini sepertinya longgar, tapi yo wes lah, arahnya juga ke dalam toh.. Yang namanya malang yaah bak kate pepatah minanglah “untuang ndak dapek diraiah, malang ndak dapek ditolak“, nggak rejeki..
    • Tapi, saya tidak menyerah! Kali aja kececer?! Abis bilang ke petugas, saya langsung bergegas nyari sampe ke tempat awal turun dan balik lagi ke depan petugas yang sama, nihil..
    • Saya makin ga enak diliatin petugasnya macem mau lariin diri aja. Ternyata bener, setelah keluar, teman saya cerita, petugasnya sampe nyariin saya sewaktu saya pergi nyariin kartu, hadeeeuh..
    • Walhasil, saya yang tadinya bisa nambah sekitar ¥900-an, sekarang kudu bayar full dah, hu hu hu hu..
    • Jadi ingat sama teman saya sewaktu masih di Osaka. Waktu itu kita janjian ketemu di Stasiun Umeda, tapi saya udah celinga/uk kemana-mana, tak kunjung nemu. Mana ga punya akses internet lagi.. Dan, ternyata, dia lagi ngurusin kartu kereta-nya yang hilang. Didalamnya ada nominal sekitar ¥1.000. Ekspresi wajahnya seperti kehilangan banget.. Saya turut prihatin, tapi namanya juga hilang ya ga rejeki (pikir saya waktu itu). Sekarang, di kondisi yang berbeda saya mengalami hal yang serupa, dan ternyata.. kecewa juga yah.. Masih untung saya ngisi ¥2.000, udah dipake pula buat bayar JR, padahal sebelumnya sempat mau ngisi lebih biar nggak ribet, alhamdulillah antara masih rejeki & nggak rejeki tapi tetep aja apes.. hikmahnya kudu ati-ati nih..
    • Walhasil, saya beli kartu yang sama sekali lagi dan saya simpan di saku tas paling depan, nggak mau ceroboh lagi..
    • Keluar stasiun, kita beli tiket bus pp ¥600 (@¥300) dan tiket Wakayama Adventure World ¥4.500 (dewasa) di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun.
    • Nyari ATM, ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.
  • 12:10 Naik bus
  • 12:45 Sampe.. Wakayama Adventure World, yuhuu…
    • Ngasih tiket ke petugas di pintu masuk.
    • Baru aja masuk, udah ketemu sama pinguin yang lagi mandi-mandi.. Kok berasa nggak mirip pinguin yak, seolah penguin itu identik dengan es & kutup.
    • Langsung cari tempat makan. Bekal yang dibawa Mba U udah mau ludes, hee.. Kita-kita juga kudu nyari yang ada nasinya dan yang dirasa aman (Ga bakal nemu label HALAL disini).
    • Menu makanannya, mulai dari bento, es krim, dll di bentuk PANDA!! Lucuuu….
    • Saking banyaknya resto dan cafe, kita yang awalnya milih tempura malah bingung. Sampe akhirnya memutuskan makan di sebuah restoran seharga ¥1680, paket tempura, tapi bukan tempura yang kita maksud sebelumnya. Saya merasa sulit menghabiskannya karena rasanya diluar ekspektasi.
    • Ada roller coaster-nya juga!! Asiik.. Gondola yang jauh disana juga mantep!!
    • Komitmen waktu sampe jam 3, biar bisa cepat balik..
    • Ada bangau pink..
    • Yang pastinya, tempat awal yang kita tuju adalah PANDA!! Di no. 3 & no. 6 berdasarkan map-nya. Lucu bangett.. ngegemesiin.. Lagi-lagi, kurang sesuai ekspektasi awal saya yang mengira panda-nya banyak disana-sini, ternyata masing-masing ditaruh di satu area masing-masing.
    • Info yang didapat Mba U, disini ada atraksi-atraksi juga, lho.. hanya saja ada skedulnya. Nah, ini nih yang nggak kita perhatiin.. Lagian, karena akses yang jauh ini, kita juga ga bisa berlama-lama nih.. Yang penting tujuan utama PANDA, so everything about PANDA dah..
    • Kita-kita ketagihan sama pop corn-nya ¥500, se cup guede & enak!!
    • Sempat saling nyari juga pas nyari-nyari souvenir, untung ketemu dan langsung naik bus balik. Udah tutup juga wisatanya, sampe jam 4 doang kayaknya yak.
  • 16:50 Cus, bus balik
  • 17:00 白浜駅 /Shirahama eki/
  • 17:28 東急 /toukyuu/ kereta cepat ¥1400
  • 18:45 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station) +¥889
    • Karena masih banyak waktu, kita keliling-keliling. Sempat makan malam juga, laper euy.. Hidangan teranyar malam ini tahu & seafood.
  • 21:10 Bus 161, berangkat.. Lelah hayati..
  • 21:50 Berangkat dengan kapal feri. Tepar euy.. Batrei HP pada lowbatt, ga cuma itu, sampe power bank juga!!
  • 23:58 Sampe kembali di 和歌山フェリー南海 (Wakayama Ferry Nankai), alhamdulillah.. Gilaak, capek nian…
  • Pulangnya kudu pake taxi lagi, nasib.. nasib.. Tapi alhamdulillah.. perjalanan yang melelahkan ini luar biasah!! (Udah ga ada transportasi umum euy jam seginih).

Kesan

  • Tadinya saya kira perjalanan ke Kyoto-lah yang paling tidak praktis karena transportasinya, ternyata sekarang digantikan oleh Wakayama. Mungkin, karena lokasinya jauh dari pusat kota. Karenanya, boleh dibilang perjalanan paling mahal bagi saya selama di Jepang, bajet kasar di luar makan dan belanja sekitar ¥16.000 (transpotasi kapal feri, bus, JR, kereta cepat, dan tiket Wakayama Adventure World) terhitung pulang-pergi dari dan ke- 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai).
  • Seandainya di Wakayama ada City Loop kayak di Kobe atau chikatetsu kayak di Osaka, pasti bisa berlama-lama di Wakayama Adventure World-nya.
  • Waktunya nggak efektif nih.. Perjalanan Tokushima-Wakayama dengan kapal feri 2-2,5 jam. Kemudian menuju lokasi dengan bus & kereta api dengan transit berkali-kali memakan waktu hampir 5 jam. Total perjalanan secara umum terhitung dari rumah mungkin sekitar 9 jam, dari 和歌山フェリー南海  saja sekitar 7,5 jam.
  • Di perjalanan sering kesulitan, karena kanji semua!! Boro-boro mikirin bahasa inggrisnya, furigana-nyapun tak de.
  • Terlepas dari kerumitan transportasi, saya kagum dengan pariwisata di Jepang. Mereka konsisten dengan icon masing-masing daerah yang bisa menjadi income. Contohnya, Wakayama yang terkenal dengan PANDA, mulai dari desain transportasi hingga makanan, semua menggunakan icon panda. Selain itu, juga bersih dan tertata.
  • Everything about PANDA, ekspedisi selesai. Terimakasih, Mba U & Vit chan.. Perjalanan kita benar-benar luar biasa..

Kamus

  • 徳島フェリー南海 =  Tokushima Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way /chu wei/ = Pulang-pergi
  • Kayak = Seperti
  • Tengok = Lihat

Related Link

Gallery

Hello Kobe!

Gallery

Tabligh Akbar IPMI 2017

Di penghujung 2017, telah berlangsung Tabligh Akbar IPMI Safari Dakwah Ustadz Hanan Attaki, Lc. Agenda keagamaan terbesar ini dipersembahkan oleh Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI) Jepang dengan di dukung oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang.

Tabligh Akbar IPMI yang pertama ini diadakan di tiga kota besar yaitu di TOKYO – TOKUSHIMA – OSAKA dengan rangkaian tema sebagai berikut.

  • TOKYO :
    • Waktu: 5 November 2017
    • Lokasi: Komplek Masjid Indonesia Tokyo-SRIT
    • Tema: Dimanapun berada cukup bagi kita Allah SWT.
  • TOKUSHIMA
    • Waktu: 6 November 2017
    • Lokasi: Tokushima Mosque
    • Tema: Merawat cinta seorang Hamba kepada Allah SWT
  • OSAKA
    • Waktu: 8 November 2017
    • Lokasi: オスカードリーム
    • Tema: Pengen sih Hijrah tapi gengsi

Kegiatan ini berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Berbagai kegiatan selain acara utama juga mendapatkan sambutan sangat baik dari para peserta. Antusiasme itu juga terlihat pada program lainnya, seperti: bazar, photo boot dan city tour.

Gallery Tabligh Akbar di Mesjid Tokushima

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imron: 110).

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery

IRF World Rafting Championship 2017 Japan

IRF World Rafting Championship 2017 Japan merupakan event olahraga berskala internasional dibawah naungan IRF (International Rafting Federation). Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2 s/d 9 Oktober 2017 di Yoshino River (Sungai Yoshino), Miyoshi-si, Tokushima-Jepang.

Awa Odori

Awa Odori is a traditional dance from Awa land, Tokushima. When you see the dance, that is look like simple form. But, it’s truly difficult. Everyone need exercise regularly.

Di Jepang, setiap お盆休み (libur musim panas) selalu diadakan 盆踊り(bon odori). Masing-masing daerah memiliki gerakan tarian masing-masing, termasuk Tokushima dengan awa odori-nya.

阿波踊り(awa odori) jika dibahasaindonesiakan berarti tarian awa yang merupakan tarian tradisional dari Tokushima, salah satu perfektur di Pulau Shikoku, Jepang.

Tarian ini menjadi icon-nya Tokushima, ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas dan dengan gerakan yang teratur, sebuah kombinasi seni dan tradisi nan indah!

阿波踊り祭り (Awa Odori Event)

Buat yang berminat melihat langsung festival musim panas ala Tokushima ini bisa berkunjung ke Tokushima. Event tahunan ini diadakan setiap musim panas (natsu) pada hari libur obon, tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Biasanya, lokasi yang digunakan adalah di sekitar kantor walikota (市町村|shichouson) dan sepanjang area tokushima station (徳島駅|tokushima eki). Dan, ada 2 stage/panggung berbayar, dimana para pengunjung bisa duduk menyaksikan seluruh rangkaian acara dengan sedikit merogoh kocek sebesar ¥1.100.

Pakaian

Awa odori ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas. Untuk perempuan, ada beragam tekhnik pemakaian obi (ikat pinggang) dan yang menjadi ciri khasnya adalah kasa (topi yang terbuat dari jerami dilipat dua menyerupai belahan semangka dan dipasang condong ke depan) dan genta (sandal sejenis tangkelek di Indonesia, namun bagian tapaknya dibuat 2 topangan dari kayu. Penari berjalan dengan bertopang ke bagian depan).

Untuk laki-laki, dibagian kepalanya ada 2 versi, ada yang diikat biasa dengan kain batik-nya Tokushima dan ada pula yang diikat menutupi hampir sebagian kepala, terbuka di bagian mata dan diikatkan dibawah hidung. Lalu, mengenakan celana pendek dan kaos kaki yang khas (tanpa genta).

Untuk anak-anak, biasanya lebih sering dijumpai mengenakan pakaian versi laki-laki.

Gerakan Awa Odori

Meskipun terlihat sederhana, dibalik keelokannya, awa odori butuh latihan yang luar biasa tekun.

女の踊り

Untuk tarian perempuan, gerakan berpusat pada kedua lengan dengan jari telunjuk yang selalu mengarah ke atas.

Caranya, berdiri dengan posisi tegak, posisi kaki bertumpu pada genta bagian depan, lutut sedikit ditekuk, badan bagian pinggang ke atas agak dicondongkan ke depan, lengan mengarah ke atas.

Saat menggerakkan lengan yang diputar adalah bagian bahu dengan rileks. Ketika kaki kanan digerakkan, maka lengan kananlah yang ditekuk. Dan, jari telunjuk selalu mengarah ke atas, sementara jari lainnya menguncup dan mengembang seperti bunga tulip.

Salah satu kaki diangkat setinggi betis dan diacungkan lembut dengan posisi mengarah ke depan.

男の踊り

Jika tarian untuk perempuan berfokus pada lengan, sebaliknya tarian untuk laki-laki malah bertumpu pada lutut.

Caranya, berdiri tegak, kemudian kaki ditekuk, berjalan seperti dorobo (pencuri), tangan dilambaikan (sering ditampilkan dengan menggunakan kipas khas-nya Jepang).

Jika jemari tangan pada tarian wanita menyerupai kuncup dan mekarnya bunga tulip, pada pria sebaliknya. Jari mengembang seperti letupan kembang api (menggumpal dan meletup).

Alat Musik

Alat musik yang digunakan adalah samisen, drum/gendang, seruling dan kane.

Makna Lirik Awa Odori

Lirik yang sering diteriakkan adalah “yattosa..” yang berarti 皆さん、お元気ですか (hi, how are you? nice to meet you..).

Makna Awa Odori

Secara umum, dilihat dari gerakan, irama dan liriknya, tarian ini bermakna “ayo menari.. bergembira bersama-sama..”.

Namun, selain memiliki nilai seni yang tinggi, ternyata awa odori masih terhubung dengan kepercayaan orang jepang! Pada hari pertama festival, dilakukan upacara pemanggilan arwah para leluhur yang telah meninggal. Kemudian, tarian awa ditarikan sebagai penyambutan dan sebuah bentuk hiburan. Di hari terakhir perayaan, dilakukan pengantaran arwah para leluhur dengan menghanyutkan sesuatu semacam lampion di sepanjang aliran sungai.

Gallery

Kamus

  • 阿波踊り| awa odori | awa dance | tarian awa
  • 阿波踊り祭り| awa odori matsuri | awa dance event | perayaan tarian awa
  • お盆休み| obon yasumi | liburan musim panas
  • 盆踊り | bon odori | summer dance | tarian musim panas
  • 徳島駅| tokushima eki | tokushima station | stasiun tokushima
  • 帯 | obi | ikat pinggang
  • 笠 | かさ| kasa | topi yang terbuat dari jerami
  • げんた | genta | sandal yang terbuat dari kayu sejenis sandal tangkelek di Indonesia

Referensi

  • Beberapa informasi dishare oleh Tanaka Sensei, Atsumi Sensei dan Lisa san.
  • Featured image is taken by Fitri san.

Related Link