Golden Week

Ibarat kata, kalau di Indonesia bakalan marak mudik pas lebaran, natalan, libur panjang dan lainnya; di Jepang, orang-orang akan mudik saat Golden Week. Bahkan, lalu lintas jepang yang terkenal dengan ketertibannya tak bisa mengelakkan yang namanya macet.

Ada apa sih di Golden Week?!

Layaknya Tahun Baru, Golden Week adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat jepang. Selain hari libur yang lebih banyak, pada minggu emas ini juga selalu ada event-event menarik.

Golden Week itu kapan?

Setiap tahun di akhir bulan April hingga minggu pertama bulan May, kalender jepang memiliki tanggal merah yang menjadi hari libur nasional pada tanggal:

  • 29 April Shouwa Day
  • 30 April Shouwa Day (observed)
  • 3 May Constitution Day
  • 4 May Greenery Day
  • 5 May Chidren’s Day

Apalagi bila tanggal tersebut jatuh menjelang akhir pekan plus “hari terjepit”, libur akan semakin panjang.

Golden Week 2018 Di Shinmachi

Semaraknya Golden Week di Tokushima berpusat di Shinmachi, khususnya di Shinmachigawamizugiwa Park. Pengunjung bisa menikmati event machiasobi vol.20 dengan berbagai hiburan mulai dari cosplay, konser, outbond, food bazaar (bazar makanan) dan aneka atraksi panggung lainnya.

Agenda

Acara berlangsung dari tanggal 4-6 May. Pada hari terakhir (6 May) hanya sampai pukul 15:30 waktu setempat.

Cosplay

Bagi pecinta anime pastinya tak kan mau ketinggalan yang satu ini 👉 cosplay (costume play). Apalagi di Indonesia sangat terkenal komik (manga), kartun (cartoon/anime) dan game jepang. Boleh dibilang ajangnya para hantu anime dah.. 😆

Hanya saja, meskipun banyak tokoh-tokoh anime yang menarik, seperti: Sailor Moon, Samurai, Captain Jack Sparrow, Rozen Maiden Suiseiseki, dll.; bukan berarti bebas jepret sana-sini, tetep kudu minta ijin sama cosplayer-nya dulu.. Maklum, orang jepang kan privasi banget, biasanya mereka tidak suka difoto apalagi dishare di sosial media tanpa ijin ☝🏻

Sebagian besar cosplayers mau difoto saja dan menolak untuk divideo. Dan, pengunjung bisa ngerasain aura para cosplayers yang totalitas abiiis!! Mereka memperagakan diri sesuai dengan tokoh yang diadopsinya, mulai dari kostum, perangkat yang digunakan, mimik wajah sampai ke kebiasaan (seperti tokoh samurai yang ngomongnya bak balik ke jaman baholaknya jepang). Seru!!

Outbond

Di hari terakhir, ada outbond yang tak kalah seru dan hanya sampai siang. Tikar jerami yang panjangnya sekitar 5 meter dibentang di atas air Shinmachigawa. Peserta menyeberangi karpet jerami. Tak banyak yang nyemplung ke sungai. Tapi jangan kuatir, peserta telah dilengkapi pelampung dan segera dijemput oleh kapal voluntir acara.

Bazar Makanan

Bukan hanya penggila anime yang sengaja datang kesini, pecinta kuliner juga pada berduyun-duyun nih. Kenapa enggak, aneka kuliner siap menyapa pengunjungnya. Salah satunya, Kebab Halal yang disajiin langsung oleh owner-nya. Ada es krim turki lengkap dengan atraksinya ¥400. Jadi, yang muslim juga bisa nimbrung di acara ini.

Akhir Golden Week di Shinmachi

Meskipun acara seperti cosplay, outbond dan bazar berakhir pada pukul 15:30, di tengah cuaca yang kurang bersahabatpun masih tersisa konser di 2 titik bagian taman. Penonton tampak antusias mengikuti perform dari penyanyi dan band jepang tersebut.

Namun, di salah satu badan taman yang berpanggung di sisi sungai, terang-terangan diberi pengumuman tidak boleh menggunakan kamera. Terlihat seorang voluntir mondar-mandir bak pembawa papan pengganti ronde olahraga tinju memperagakan beberapa gambar (salah satunya kamera) yang disilang.

Gallery

Related Link

Recomended Link

Tabehodai

Bagi pecinta kuliner, pasti sudah tidak asing lagi dengan tabehodai. Istilah ini diadopsi dari bahasa jepang 食べ放題 /tabehoudai/ yang berarti all you can eat (makan sepuasnya).

Tapi, bagi yang belum pernah atau baru kali ini mendengar istilah tabehodai, jangan dikira bisa makan seenaknya, apalagi gratis. Maksudnya, kita makan sesuai dengan paket yang diambil dengan harga dan waktu yang sudah ditentukan.

Tabehodai paling umum digunakan untuk yakiniku (daging bakar) di berbagai restoran/cafe di jepang. Meskipun begitu, tabehodai juga sering dipakai untuk buah-buahan (seperti: stroberi) atau event kuliner lainnya (seperti: bazar makanan halal).

Gallery

Related Link

Sakura in Tokushima (2017~2018)

Gallery 2017

Gallery 2018

Bikin Udon Di Kotanya Udon

Buat pecinta kuliner, khususnya yang bercita rasa jepang, pastinya sudah tidak asing lagi dengan udon. Mie ukuran gede ini merupakan makanan tradisional jepang yang berasal dari Perfektur Kagawa.

Ngomong-ngomong tentang Kagawa-ken, jalan-jalan kesini tidak hanya bisa membeli oleh-oleh udon saja, tetapi juga bisa belajar langsung dari ahlinya. Ada sekolah tempat pembuatan udon yang terkenal di Takamatsu-shi, namanya Nakano Udon School.

Bajet

Untuk mengikuti kursus singkat ini, pendaftaran dilakukan dengan buat janji terlebih dahulu (pemesanan sebelum hari H), dari pukul 9:00-15:00 via telfon (lihat di website resmi).

  • 2-14 pendaftar Â¥1.500/orang
  • 15-500 pendaftar Â¥1.300/orang

Pembayaran bisa dilakukan langsung di kasir, termasuk pembuatan sertifikat (bisa request dalam bahasa jepang atau bahasa inggris). Lalu pengunjung diberikan lembaran informasi berikut tata cara pembuatan udon dalam bahasa jepang; buat pengunjung asing tersedia dalam bahasa inggris.

Akses

Dari Tokushima Station dengan menggunakan mobil pribadi menempuh waktu sekitar 1 jam. (Bagi yang tidak membawa mobil tapi sudah punya SIM bisa rental mobil seperti di aplikasi Rakuten).

Sanuki-udon ala Nakano Udon School

  • Kursus berlangsung selama 40-60 menit
  • Pengunjung diminta memasuki kelas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
  • Saat memasuki kelas, pengunjung diminta menaruh barang (kecuali benda berharga atau yang dibutuhkan seperti HP, boleh dibawa) di tempat yang telah disediakan.
  • Mengikuti karyawan ke lokasi pembuatan (ada meja dan kursi memanjang, sepertinya dikondisikan sesuai jumlah peserta).
  • Di atas meja telah disediakan celemek (apron), papan persegi dengan bidang datar, pisau ukuran sedang, tepung dalam wadah tertutup khas jepang, satu set kemasan udon yang telah diberi nama peserta berisi adonan udon lengkap dengan bumbu dan juga oshibori, gilingan dari kayu.
  • Mengikuti arahan sensei.
  • Duduk berhadapan berpasangan.
  • Memakai celemek.
  • Sesi I:
    • Belajar menggiling adonan udon dengan tekhnik khusus.
    • Belajar memotong udon, menaburkan tepung agar tidak lengket selama penyimpanan.
    • Pengunjung diberi kesempatan berfoto-ria ataupun mengambil video (sampai-sampai tempat ini menyediakan label dalam bentuk rol kayu bertuliskan nama tempat kursus)
    • Hasil akhir ditaruh ke dalam set udon (yang diterima sebelumnya) dan diserahkan pada staf.
  • Sesi II:
    • Belajar membuat adonan udon.
    • Peserta dikasih sarung tangan plastik. Ditemani dengan alunan musik jepang nan ceria, peserta menyemangati pasangannya dengan giring-giring (seru!)
    • Diawali dengan pencampuran tepung gandum dengan air (bahkan pengaturan airpun disetiap musim beda-beda, lho..)
    • Nah, itu masih versi aduk-mengaduk di meja, saling bergantian. Siapa sangka, pada saat staf/sensei menyediakan tikar jerami (tatami), ternyata bikin udon itu diinjak-injak euy!! (Hayo lho buat pecinta udon 😆👍👍). Ini tak kalah seru dari sebelumnya. Peserta yang menginjak-injak udon disemangati oleh pasangannya/peserta lain dengan giring-giring sambil menikmati musik jepang nan kekinian.
  • Di akhir sesi, dilakukan penyerahan sertifikat pada 3 orang terpilih (mirip seperti penyerahan sertifikat di Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).
  • Selesai kursus, peserta dikasih bingkisan berupa lukisan jepang yang bagian bingkainya bisa dilepas dan dijadikan gilingan, udon dan adonan udon yang telah dibikin sendiri. Lalu, peserta juga diberi kesempatan untuk berfoto-ria.

Fasilitas

Disini disediakan latar (background) cukup besar bertuliskan kaligrafi kanji Nakano Udon School dilengkapi dengan bangku ukuran sedang. Fasilitas lainnya yang sangat umum adalah toilet.

Lainnya

Di lokasi ini tidak hanya serba udon, tapi juga ada aneka omiyage khas Kagawa-ken dan daerah lainnya di Shikoku, mulai dari cemilan hingga cenderamata. Ada es krim enak seharga ¥300! Selain itu, juga ada penggilingan tepung, tradisional banget.. (sepertinya tidak hanya dipajang, tapi juga dijual..)

Kamus

  • うどん /udon/ = Mie tebal khas jepang
  • 中野うどん学校 /nakano udon gakkou/ = Nakano Udon Schoo | Sekolah Pembuatan Udon | Sakola Buek Udon
  • 香川県 /kagawa-ken/ = Kagawa Prefecture | Perfektur Kagawa
  • 高松市 /takamatsu-shi/ = Kota Takamatsu, bagian dari Perfektur Kagawa
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh / Cenderamata
  • おしぼり /oshibori/ = Lap tangan ala jepang yang berbentuk handuk basah (hangat/dingin)
  • 畳 /tatami/ = Tikar jerami khas jepang
  • アプロン /apuron/ = Apron (celemek)
  • Giring-giring | Giriang-giriang = Salah satu alat musik yang kalau di Indonesia sering dipake di TK (Taman Kanak-kanak)

Related Link

Rekomendasi Link

Gallery

🏷 Reunion with Hiro san

Ichigo Tabehodai

Memasuki akhir musim dingin tidak hanya menjadi awal dari musim semi, tetapi juga permulaan dari ichigo tabehodai di Jepang, salah satunya di Tokushima.

Ichigo Tabehodai

Ichigo adalah bahasa jepang dari stroberi. Sementara tabehodai juga diadopsi dari bahasa jepang yang berarti all you can eat (makan sepuasnya). Jadi, ichigo tabehodai artinya makan stroberi sepuasnya (sesuai dengan paket, harga & waktu yang telah ditentukan).

Uniknya, ichigo tabehodai bukan hanya sebuah ajang kuliner buah saja, tetapi juga destinasi untuk berwisata-ria. Bagaimana tidak, kita bisa berkunjung langsung ke lahan stroberi yang berbentuk rumah kaca dan bebas memetik dan makan sepuasnya.

Iseya Strawberry Farm

Ichigo tabehodai ada diberbagai tempat di Tokushima, salah satunya di いせや農場 (Iseya Strawberry Farm). Dengan merogoh kocek ¥2.000 bisa menikmati stroberi sepuasnya selama 30 menit.

Akses dari Kota Tokushima ke lokasi dengan mobil pribadi memakan waktu sekitar 30 menit.

Kamus

  • いちご /ichigo/ = Straberry (Stroberi)
  • 食べ放題 /tabehoudai/ = Tabehodai, all you can eat (makan sepuasnya)
  • 農場 /noujo/ = Farm (Pertanian)

Gallery

わかめ (Wakame)

わかめ (Wakame) adalah sejenis rumput laut dari perairan Jepang yang biasa dijadikan sayur hijau, toping udon, dll.

Cara Pengolahan

  1. Rebus air hingga mendidih.
  2. Potong wakame sesuai keinginan.
  3. Cuci bersih.
  4. Celupkan ke dalam air yang telah mendidih.
  5. Aduk rata hingga berubah warna menjadi hijau muda.
  6. Angkat, cuci bersih dan tiriskan.
  7. Wakame siap diolah menjadi sup, toping udon, tempura (seperti di indonesia), dll.

Catatan

  • Sebelum diolah, warna original-nya adalah hijau tua kecoklatan.
  • Penyimpanan di kulkas bisa tahan hingga seminggu.

Referensi

  • Cara pengolahan dishare oleh Ien chan