Sakura in Tokushima (2017~2018)

Gallery 2017

Gallery 2018

Ichigo Tabehodai

Memasuki akhir musim dingin tidak hanya menjadi awal dari musim semi, tetapi juga permulaan dari ichigo tabehodai di Jepang, salah satunya di Tokushima.

Ichigo Tabehodai

Ichigo adalah bahasa jepang dari stroberi. Sementara tabehodai juga diadopsi dari bahasa jepang yang berarti all you can eat (makan sepuasnya). Jadi, ichigo tabehodai artinya makan stroberi sepuasnya (sesuai dengan paket, harga & waktu yang telah ditentukan).

Uniknya, ichigo tabehodai bukan hanya sebuah ajang kuliner buah saja, tetapi juga destinasi untuk berwisata-ria. Bagaimana tidak, kita bisa berkunjung langsung ke lahan stroberi yang berbentuk rumah kaca dan bebas memetik dan makan sepuasnya.

Iseya Strawberry Farm

Ichigo tabehodai ada diberbagai tempat di Tokushima, salah satunya di いせや農場 (Iseya Strawberry Farm). Dengan merogoh kocek ¥2.000 bisa menikmati stroberi sepuasnya selama 30 menit.

Akses dari Kota Tokushima ke lokasi dengan mobil pribadi memakan waktu sekitar 30 menit.

Kamus

  • いちご /ichigo/ = Straberry (Stroberi)
  • 食べ放題 /tabehoudai/ = Tabehodai, all you can eat (makan sepuasnya)
  • 農場 /noujo/ = Farm (Pertanian)

Gallery

わかめ (Wakame)

わかめ (Wakame) adalah sejenis rumput laut dari perairan Jepang yang biasa dijadikan sayur hijau, toping udon, dll.

Cara Pengolahan

  1. Rebus air hingga mendidih.
  2. Potong wakame sesuai keinginan.
  3. Cuci bersih.
  4. Celupkan ke dalam air yang telah mendidih.
  5. Aduk rata hingga berubah warna menjadi hijau muda.
  6. Angkat, cuci bersih dan tiriskan.
  7. Wakame siap diolah menjadi sup, toping udon, tempura (seperti di indonesia), dll.

Catatan

  • Sebelum diolah, warna original-nya adalah hijau tua kecoklatan.
  • Penyimpanan di kulkas bisa tahan hingga seminggu.

Referensi

  • Cara pengolahan dishare oleh Ien chan

Melancong ke Kota Panda

Berbicara tentang pariwisata di Jepang, masing-masing daerah menawarkan maskotnya masing-masing; salah satunya di Shirahama yang merupakan bagian dari Perfektur Wakayama dan terkenal dengan objek wisata panda-nya. Maskot tersebut tidak hanya ditemukan pada icon panda di Shirahama Station yang bertuliskan Panda Town Shirahama, tetapi juga diberbagai objek mulai dari dekorasi tempat hingga transportasi, makanan, souvenir, dsb.

Akses

Transportasi yang digunakan adalah JR, kereta cepat dan bus. Akses ke lokasi terbilang cukup rumit, karena kebun binatang yang sekaligus arena bermain Wakayama Adventure World ini terletak jauh dari jantung kota, memakan waktu sekitar 4 jam (tergantung dari pemilihan kendaraan).

Dari Wakayama Station ke Shirahama Station, bisa menggunakan JR ataupun kereta cepat. Masing-masing memiliki keunggulan sesuai prioritas pelancong. Akses via JR boleh dibilang cukup ekonomis, namun boros di waktu. Sedangkan, via kereta cepat (diskedul ditulis berwarna merah) harganya lebih mahal, tapi dari segi waktu pastinya lebih unggul.

Sementara, dari Shirahama Station ke Wakayama Adventure World itu sendiri menaiki Wakayama Bus tiket pp ¥600 (@¥300). Tiket ini bisa dibeli di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun. Lama perjalanan sekitar 30 menit.

Akses diatas berdasarkan journey Jejak Langkah O “Ekspedisi Panda” pada 24 Februari 2018.

Tiket Wakayama Adventure World

Tiket masuk bisa dibeli langsung di loket bus Shirahama Station atau di pintu masuk Wakayama Adventure World.

Harga tiket reguler (untuk lebih rinci bisa dilihat di leaflet atau website):

  • Dewasa (18th keatas)  ¥4.500
  • Lansia (65th keatas) ¥4.000
  • Remaja (12 s/d 17th)  ¥3.500
  • Anak-anak (4 s/d 11 th) ¥300

Fasilitas

Sama seperti kebun binatang pada umumnya; selain panda yang menjadi primadona, di Wakayama Adventure World juga ditemukan hewan lainnya, misalnya pinguin, kuda, elang, badak, unta, lumba-lumba, bangau pink, dll.

Untuk berkeliling di area boleh dibilang sangat mudah, tinggal mengikuti petunjuk sesuai map yang ada di leaflet informasi. Berbagai fasilitas yang tersediapun bisa dengan mudah ditemukan sesuai leaflet, karena map yang ada didalamnya sudah didesain dengan sangat menarik disertai gambar-gambar atau icon tujuan dengan cukup rinci.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Diantaranya, resto & cafe (bento, es krim, tempura, popcorn), supermarket, wahana permainan (gondola, roller coaster, dll.) dan toko souvenir. Semua didesain panda!

Yang menarik, diwaktu tertentu (bisa dilihat di kalender via leaflet atau website) ada atraksi menarik yang bisa disaksikan oleh para pelancong.

Catatan

  • Hal yang penting sewaktu melancong ke Wakayama Adventure World  ini adalah leaflet, karena didalamnya banyak informasi yang dibutuhkan dan dijelaskan secara rinci. Boleh dibilang tour guide manual, andalan para pelancong yang sangat membantu. Buat yang memiliki akses internet, bisa searching di http://aws-s.com
  • Sebaiknya membeli kartu khusus kereta, seperti ICOCA, SUICA, dll. Jadi tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual, tinggal charge sejumlah uang sesuai kebutuhan di mesin otomatis.
  • ATM JP di Shirahama Station ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.

Kamus

  • フェリー /ferii/ = Ferry (Kapal Feri)
  • 和歌山フェリー南海 = Wakayama Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way = Pulang-pergi
  • Leaflet = Selebaran yang berisi informasi tertentu

Related Link

Gallery

https://youtu.be/h4UMf7rhooM

Goya

Goya itu apa ya?! Sejenis stylekah? Atau.. nama orang?!

Hahaha, goya itu bahasa kite-nya pare di Indonesia atau pario di Minangkabau (Padang).

Apa sih bedanya? Apa sama saja?

Pare versi Jepang sedikit berbeda dengan pare di Indonesia. Jika di Indonesia rasanya pahit (bangett malah), di Jepang sedikit saja alias selayang. Lalu dari segi ukuran, goya lebih variatif, ada yang terbilang gede!

Belinya dimana?

Di Jepang, goya bisa ditemukan di berbagai supermarket. Harganya relatif. Dan, uniknya, ukurannya nyaris sama. Ternyata, menurut narasumber bernama Kenji san (7/8/2017), goya itu sebelum ditaruh di pusat perbelanjaan ada ketetapan ukurannya, tidak bisa terlalu kecil ataupun terlalu besar.