Golden Week

Ibarat kata, kalau di Indonesia bakalan marak mudik pas lebaran, natalan, libur panjang dan lainnya; di Jepang, orang-orang akan mudik saat Golden Week. Bahkan, lalu lintas jepang yang terkenal dengan ketertibannya tak bisa mengelakkan yang namanya macet.

Ada apa sih di Golden Week?!

Layaknya Tahun Baru, Golden Week adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat jepang. Selain hari libur yang lebih banyak, pada minggu emas ini juga selalu ada event-event menarik.

Golden Week itu kapan?

Setiap tahun di akhir bulan April hingga minggu pertama bulan May, kalender jepang memiliki tanggal merah yang menjadi hari libur nasional pada tanggal:

  • 29 April Shouwa Day
  • 30 April Shouwa Day (observed)
  • 3 May Constitution Day
  • 4 May Greenery Day
  • 5 May Chidren’s Day

Apalagi bila tanggal tersebut jatuh menjelang akhir pekan plus “hari terjepit”, libur akan semakin panjang.

Tabehodai

Bagi pecinta kuliner, pasti sudah tidak asing lagi dengan tabehodai. Istilah ini diadopsi dari bahasa jepang 食べ放題 /tabehoudai/ yang berarti all you can eat (makan sepuasnya).

Tapi, bagi yang belum pernah atau baru kali ini mendengar istilah tabehodai, jangan dikira bisa makan seenaknya, apalagi gratis. Maksudnya, kita makan sesuai dengan paket yang diambil dengan harga dan waktu yang sudah ditentukan.

Tabehodai paling umum digunakan untuk yakiniku (daging bakar) di berbagai restoran/cafe di jepang. Meskipun begitu, tabehodai juga sering dipakai untuk buah-buahan (seperti: stroberi) atau event kuliner lainnya (seperti: bazar makanan halal).

Gallery

Related Link

Tabligh Akbar IPMI 2017

Di penghujung 2017, telah berlangsung Tabligh Akbar IPMI Safari Dakwah Ustadz Hanan Attaki, Lc. Agenda keagamaan terbesar ini dipersembahkan oleh Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI) Jepang dengan di dukung oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang.

Tabligh Akbar IPMI yang pertama ini diadakan di tiga kota besar yaitu di TOKYO – TOKUSHIMA – OSAKA dengan rangkaian tema sebagai berikut.

  • TOKYO :
    • Waktu: 5 November 2017
    • Lokasi: Komplek Masjid Indonesia Tokyo-SRIT
    • Tema: Dimanapun berada cukup bagi kita Allah SWT.
  • TOKUSHIMA
    • Waktu: 6 November 2017
    • Lokasi: Tokushima Mosque
    • Tema: Merawat cinta seorang Hamba kepada Allah SWT
  • OSAKA
    • Waktu: 8 November 2017
    • Lokasi: オスカードリーム
    • Tema: Pengen sih Hijrah tapi gengsi

Kegiatan ini berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Berbagai kegiatan selain acara utama juga mendapatkan sambutan sangat baik dari para peserta. Antusiasme itu juga terlihat pada program lainnya, seperti: bazar, photo boot dan city tour.

Gallery Tabligh Akbar di Mesjid Tokushima

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imron: 110).

IRF World Rafting Championship 2017 Japan

IRF World Rafting Championship 2017 Japan merupakan event olahraga berskala internasional dibawah naungan IRF (International Rafting Federation). Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2 s/d 9 Oktober 2017 di Yoshino River (Sungai Yoshino), Miyoshi-si, Tokushima-Jepang.

Liwetan

Liwetan is one of traditions from East Java, Indonesia. All of menu are served on top of banana leaves. Then, to eat it every one use their hand (without spoon, fork, etc.). You usually can find Indonesian traditional culinary such as fried chicken (ayam goreng), tempe, tofu, sausage (sambal), salat (lalapan), etc. That is truly wonderful tradition.

Liwetan adalah salah satu tradisi dari Jawa Timur, Indonesia. Semua menu disajikan di atas daun. Lalu, setiap orang makan dengan tangan. Kuliner tradisional Indonesia yang sering ditemukan adalah ayam goreng, tempe, tahu, sambal, lalapan, dll. Benar-benar tradisi yang indah!

リウェタンはインドネシアの東ジャワの食べ方です。全部メニューはバナナの葉っぱの上に置きます。それから、皆さんは一緒に手で食べます。様々なインドネシアの料理を食べます。例えば、フライチッキんというアヤムゴレンやテンペやタフというとふやサンバルというチリソースやララパンというサラダです。本当に美味しし、いい文化です。

Related Link

Gallery

Osusowake (御裾分け)

Osusowake, istilah yang satu ini boleh dibilang baru, karena belum familiar. Di Indonesia, saat panen, biasanya ada kebiasaan berbagi, seperti memberikan sedikit hasil panen pada kerabat, tetangga, dan orang terdekat lainnya. Begitu pula di Jepang, masa tanam yang biasa dilakukan dimusim panas ini, hasilnya akan dikumpulkan pada yang punya lahan/kebun, lalu yang punya kebun membagikannya ala kadarnya (sedikit-sedikit) pada orang-orang tertentu. Nah, ini dikenal dengan istilah osusowake.

Kamus

  • 御裾分け 「おすそわけ」/osusowake/

Referensi

  • Tominaga san via sharing, Tokushima (6/2017).