Ngebolang ke Shinmachigawamizugiwa Park

Shinmachigawamizugiwa Park terletak di jantung kota Tokushima, diantara Awa Odori Kaikan dan Tokushima Station.

Kombinasi alam bergaya modern ini cocok banget untuk tempat refreshing, sekedar melepas penat, atau bahkan piknik bareng keluarga.

Pengunjung disuguhkan pemandangan Sungai Shinmachi nan adem. Sentuhan alam makin kental dengan adanya merpati dan bebek-bebek yang ikut menikmati asrinya suasana taman.

Sesekali melambaikan tangan menyapa mereka yang sedang menikmati Hyotanjima Cruise melintasi Shinmachigawa. Atau, menonton mereka yang sedang berlatih olahraga air, tampak menyenangkan dari bangku taman.

Pada musim semi, meskipun pohon sakura tidak terlalu banyak, tapi tempat ini tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk hanami-an.

Akses

Akses ke lokasi sangat praktis, hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Awa Odori Kaikan atau sekitar 10-15 menit dari Tokushima Station.

Event

Shinmachigawamizugiwa Park berdampingan dengan Shinmachi River yang bisa diseberangi dengan Shinmachi Bridge. Tiga area ini sering dijadikan lokasi event-event tertentu, salah satunya yang paling terkenal adalah Festival Awa Odori yang berlangsung setiap tahunnya di musim panas, biasanya pada tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Di hari tertentu, terutama pada hari libur, ada event lain seperti bazar makanan, konser band, dll.

Fasilitas

Taman yang bersih dan sangat fungsional ini juga memiliki fasilitas umum, seperti: tempat duduk, toilet, panggung, dll.

Hyotanjima Cruise

Ini salah satu favorit pengunjung nih.. Sama seperti Tombori River Cruise yang menjadi wahana berlayar ala Sungai Tombori di Osaka.

Berlayar ala Shinmachigawa ini bakal dipandu pramuwisata yang tak hanya ramah tapi juga kocak! Tiket kapal ¥200 (dewasa) dan ¥100 (anak-anak). Lama perjalanan PP sekitar 30 menit melewati Tokushima University (kampus Josanjima), AEON Mall, kantor pemerintahan Tokushima, Tokushima Central Park (area hanami-an di musim sakura yang didalamnya ada museum Tokushima Castle).

Kamus

  • 新町川水際公園 /shinmachigawamizugiwa kouen/ = Shinmachigawamizugiwa Park (Taman Shinmachigawamizugiwa)
  • 徳島市 /tokushima-shi/ = Tokushima City (Kota Tokushima)
  • 新町川 /shinmachi gawa/ = Shinmachi River (Sungai Shinmachi) | Batang aia Shinmachi
  • 新町橋 /shinmachibashi/ = Shinmachi Bridge (Jembatan Shinmachi) | Jambatan Shinmachi
  • PP = Pulang-pergi

Rekomendasi Link

Gallery

Tabehodai

Bagi pecinta kuliner, pasti sudah tidak asing lagi dengan tabehodai. Istilah ini diadopsi dari bahasa jepang 食べ放題 /tabehoudai/ yang berarti all you can eat (makan sepuasnya).

Tapi, bagi yang belum pernah atau baru kali ini mendengar istilah tabehodai, jangan dikira bisa makan seenaknya, apalagi gratis. Maksudnya, kita makan sesuai dengan paket yang diambil dengan harga dan waktu yang sudah ditentukan.

Tabehodai paling umum digunakan untuk yakiniku (daging bakar) di berbagai restoran/cafe di jepang. Meskipun begitu, tabehodai juga sering dipakai untuk buah-buahan (seperti: stroberi) atau event kuliner lainnya (seperti: bazar makanan halal).

Gallery

Related Link

Bikin Udon Di Kotanya Udon

Buat pecinta kuliner, khususnya yang bercita rasa jepang, pastinya sudah tidak asing lagi dengan udon. Mie ukuran gede ini merupakan makanan tradisional jepang yang berasal dari Perfektur Kagawa.

Ngomong-ngomong tentang Kagawa-ken, jalan-jalan kesini tidak hanya bisa membeli oleh-oleh udon saja, tetapi juga bisa belajar langsung dari ahlinya. Ada sekolah tempat pembuatan udon yang terkenal di Takamatsu-shi, namanya Nakano Udon School.

Bajet

Untuk mengikuti kursus singkat ini, pendaftaran dilakukan dengan buat janji terlebih dahulu (pemesanan sebelum hari H), dari pukul 9:00-15:00 via telfon (lihat di website resmi).

  • 2-14 pendaftar ¥1.500/orang
  • 15-500 pendaftar ¥1.300/orang

Pembayaran bisa dilakukan langsung di kasir, termasuk pembuatan sertifikat (bisa request dalam bahasa jepang atau bahasa inggris). Lalu pengunjung diberikan lembaran informasi berikut tata cara pembuatan udon dalam bahasa jepang; buat pengunjung asing tersedia dalam bahasa inggris.

Akses

Dari Tokushima Station dengan menggunakan mobil pribadi menempuh waktu sekitar 1 jam. (Bagi yang tidak membawa mobil tapi sudah punya SIM bisa rental mobil seperti di aplikasi Rakuten).

Sanuki-udon ala Nakano Udon School

  • Kursus berlangsung selama 40-60 menit
  • Pengunjung diminta memasuki kelas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
  • Saat memasuki kelas, pengunjung diminta menaruh barang (kecuali benda berharga atau yang dibutuhkan seperti HP, boleh dibawa) di tempat yang telah disediakan.
  • Mengikuti karyawan ke lokasi pembuatan (ada meja dan kursi memanjang, sepertinya dikondisikan sesuai jumlah peserta).
  • Di atas meja telah disediakan celemek (apron), papan persegi dengan bidang datar, pisau ukuran sedang, tepung dalam wadah tertutup khas jepang, satu set kemasan udon yang telah diberi nama peserta berisi adonan udon lengkap dengan bumbu dan juga oshibori, gilingan dari kayu.
  • Mengikuti arahan sensei.
  • Duduk berhadapan berpasangan.
  • Memakai celemek.
  • Sesi I:
    • Belajar menggiling adonan udon dengan tekhnik khusus.
    • Belajar memotong udon, menaburkan tepung agar tidak lengket selama penyimpanan.
    • Pengunjung diberi kesempatan berfoto-ria ataupun mengambil video (sampai-sampai tempat ini menyediakan label dalam bentuk rol kayu bertuliskan nama tempat kursus)
    • Hasil akhir ditaruh ke dalam set udon (yang diterima sebelumnya) dan diserahkan pada staf.
  • Sesi II:
    • Belajar membuat adonan udon.
    • Peserta dikasih sarung tangan plastik. Ditemani dengan alunan musik jepang nan ceria, peserta menyemangati pasangannya dengan giring-giring (seru!)
    • Diawali dengan pencampuran tepung gandum dengan air (bahkan pengaturan airpun disetiap musim beda-beda, lho..)
    • Nah, itu masih versi aduk-mengaduk di meja, saling bergantian. Siapa sangka, pada saat staf/sensei menyediakan tikar jerami (tatami), ternyata bikin udon itu diinjak-injak euy!! (Hayo lho buat pecinta udon 😆👍👍). Ini tak kalah seru dari sebelumnya. Peserta yang menginjak-injak udon disemangati oleh pasangannya/peserta lain dengan giring-giring sambil menikmati musik jepang nan kekinian.
  • Di akhir sesi, dilakukan penyerahan sertifikat pada 3 orang terpilih (mirip seperti penyerahan sertifikat di Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).
  • Selesai kursus, peserta dikasih bingkisan berupa lukisan jepang yang bagian bingkainya bisa dilepas dan dijadikan gilingan, udon dan adonan udon yang telah dibikin sendiri. Lalu, peserta juga diberi kesempatan untuk berfoto-ria.

Fasilitas

Disini disediakan latar (background) cukup besar bertuliskan kaligrafi kanji Nakano Udon School dilengkapi dengan bangku ukuran sedang. Fasilitas lainnya yang sangat umum adalah toilet.

Lainnya

Di lokasi ini tidak hanya serba udon, tapi juga ada aneka omiyage khas Kagawa-ken dan daerah lainnya di Shikoku, mulai dari cemilan hingga cenderamata. Ada es krim enak seharga ¥300! Selain itu, juga ada penggilingan tepung, tradisional banget.. (sepertinya tidak hanya dipajang, tapi juga dijual..)

Kamus

  • うどん /udon/ = Mie tebal khas jepang
  • 中野うどん学校 /nakano udon gakkou/ = Nakano Udon Schoo | Sekolah Pembuatan Udon | Sakola Buek Udon
  • 香川県 /kagawa-ken/ = Kagawa Prefecture | Perfektur Kagawa
  • 高松市 /takamatsu-shi/ = Kota Takamatsu, bagian dari Perfektur Kagawa
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh / Cenderamata
  • おしぼり /oshibori/ = Lap tangan ala jepang yang berbentuk handuk basah (hangat/dingin)
  • 畳 /tatami/ = Tikar jerami khas jepang
  • アプロン /apuron/ = Apron (celemek)
  • Giring-giring | Giriang-giriang = Salah satu alat musik yang kalau di Indonesia sering dipake di TK (Taman Kanak-kanak)

Related Link

Rekomendasi Link

Gallery

🏷 Reunion with Hiro san

Ekspedisi Panda

Perjalanan kali ini dalam rangka mengobati demam panda para hantu traveling kayak kite-kite 😆 Berangkat dari skedul yang udah dikemas sangat apik oleh Mba U, kami bertiga dengan Vit chan melancong ala backpacker ala-ala-an 😁👍

Agenda

  • 04:15 Berangkat via taxi (bajet sekitar ¥2.900 bertiga) , karena jam operasional bus di Tokushima itu sekitar pukul 7:00.
  • 04:45 Sudah di Tokushima Ferry Nankai. Beli tiket kapal feri 2 way (pulang-pergi) ¥3.800 langsung di loketnya.
  • 04:47 Menuju ruang tunggu penumpang. Disini ada tempat duduk, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan fasilitas toilet.
  • 05:20
    • Menuju kapal, kayak mau masuk pesawat euy.. Gilaa, keren ya.. Excited bangett!! Perdana, choy.. Tadinya saya kira kapal feri itu didalamnya mirip dengan kapal feri yang pernah saya naiki sewaktu berangkat ke Pulau Bintan dari Pekanbaru (2009), ternyata jauh berbeda. Pastinya, ini kapal besar dan didalamnya terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya, dekorasinya juga keren!
    • Ada lesehannya juga, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, dilengkapi dengan sofa mungil yang sepertinya bisa digunakan untuk bantal tidur ramean 😁👍
    • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat kayak kursi bus.
    • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia dan juga tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga.
    • Pokoknya mantep dah
  • 05:35 Berangkat.. Ini banyak cerita seru nih disinih..
    • Sempat nggak nyadar lho kalau kapalnya udah jalan.. Berasanya itu kayak pesawat mau landing atau seperti ketubruk sesuatu hanya seketika, eh tau-tau pas nongol ke jendela udah laut aja semua, alamaak.. Beda banget yak naik kapal feri gede sama yang kecil, apalagi perahu?!
    • Bikin vlog bareng Vit chan.
    • Saya sama Vit chan sempat penasaran sewaktu nemu pintu di ujung sayap kiri, sepertinya pintu keluar?! Tapi boleh nggak ya keluar?? Kita coba buka pintunya, ternyata boleh!! Cuma cuacanya aja wes dingin tenan..
    • Tadinya, kita bertiga saling bergantian ke lantai 2 menunggu matahari terbit a.k.a sunrise. Tapi, karena kelamaan, Mba U memutuskan untuk memilih istirahat. Sementara saya dan Vit chan malah kayak fans lagi jumpa artis, excited abiss!!
    • Demi mengabadikan indahnya karya Sang Pencipta, saya rela berlama-lama menantang si angin sembriwing. Indah banget.. Serasa dihipnotis mau berlama-lama aja disinih; tapi apa daya suhunya ga cuma bikin meler tapi juga bikin tangan sampai bebal! Walhasil balik ke area yang ada wi-fi-nya.
    • Niatnya sih mau rehat (tadinya), tapi pas tengok keluar jendela, sumpah keren!! Saya akhirnya kembali, kali ini tanpa Vit chan yang nyerah karena suhu dingin.
    • Waaah.. saya lagi hoky nih, tangga menuju lantai 3 udah kebuka! Jadi bisa ke lantai paling atas dah.. Sayangnya beneran cuma ambil dokumentasi doang, dingin buangedh…
  • 08:00 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station)
  • 08:11
    • Naik Wakayama Bus no. 160 di 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station), bajet ¥240.
  • 08:27 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
    • Beli tiket JR ke 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) ¥970. Untungnya saya punya kartu ICOCA (bisa dibeli di loket JR), jadi tinggal cas deh.. Tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual.
  • 8:40
    • Berangkat menuju 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) dengan JR Takarazuka Line.
  • 9:33 湯浅駅 /Yuasa eki/ dari 乗り場 3 transit ke 乗り場 2
    • Lagi-lagi kejadian lucu kembali menunjukkan leluconnya. Sampai di stasiun ini, semua orang turun. Dalam hati saya, kok auranya sepi yak, tapi ga kepikiran sama sekali bakal transit atau segala macam. Mungkin, akses kami yang kejauhan makanya pada turun semua.
    • Cukup lama keretanya berhenti, dan keanehan mulai kentara. Namun, dari kita bertiga, sepertinya cuma Mba U yang beneran sadar, dia mengonfirmasi arah kereta pada kami setelah melihat plang rute kereta dari jendela JR. Kami berdua sepakat dan meyakinkan Mba U kalau itu nggak mungkin, karena kereta kita menuju Gobo Station..
    • Makin lama makin sepi, dan kereta pun tak kunjung jalan. Ucluk-ucluk, datanglah petugasnya yang dengan ramah mengatakan kalau kereta ini bakal kembali ke Wakayama Station.. Gubrak!! Kami hanya bisa tersenyum sumringah dan mulai bergegas turun.. Hadeeeuh..
    • Pada mau ke toilet, eh ga ada toilet sama sekali euy.. Mulai berasa terhampar dimanaa gitu.. Mana masih harus menunggu 20 menitan lagi, coba..
  • 9:59 Naik JR menuju Gobo Station.
  • 10:17 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station)
    • Kita bingung nih sama jadwalnya. Untung aja bisa nanya sama masinisnya yang baru turun dari JR.
    • JR selanjutnya 10:59, belum lagi transit dan segala macam. Akhirnya kami memilih 東急 /toukyuu/ kereta cepat (di skedul ditulis berwarna merah), berangkat pukul 10.46. Katanya nanti bakal nambah seribu yen-an, ga papalah.. Langsung sampe di Shirahama Station soalnya, hemat waktu, ga pake ribet transit dengan kita-kita yang notabennya buta rute..
  • 10:46
    • Berangkat dengan 東急 /toukyuu/ kereta cepat. Bentuknya panda.. Didalamnyapun didekor panda. Lucu banget!!
  • 11:29 白浜駅 /Shirahama eki/, akhirnya..
    • Udah pede-pede nanyain cara bayar 東急 /toukyuu/ kereta cepat pada eki-in (petugas stasiun)-nya, eh kartu ICOCA kece saya malah raib tak berjejak.. Apes.. Apes..
    • Kartu cantik itu sengaja saya taruh di dompet HP, biar praktis. Awalnya sempat nggak sreg gitu, coz tempat kartu di dompet HP ini sepertinya longgar, tapi yo wes lah, arahnya juga ke dalam toh.. Yang namanya malang yaah bak kate pepatah minanglah “untuang ndak dapek diraiah, malang ndak dapek ditolak“, nggak rejeki..
    • Tapi, saya tidak menyerah! Kali aja kececer?! Abis bilang ke petugas, saya langsung bergegas nyari sampe ke tempat awal turun dan balik lagi ke depan petugas yang sama, nihil..
    • Saya makin ga enak diliatin petugasnya macem mau lariin diri aja. Ternyata bener, setelah keluar, teman saya cerita, petugasnya sampe nyariin saya sewaktu saya pergi nyariin kartu, hadeeeuh..
    • Walhasil, saya yang tadinya bisa nambah sekitar ¥900-an, sekarang kudu bayar full dah, hu hu hu hu..
    • Jadi ingat sama teman saya sewaktu masih di Osaka. Waktu itu kita janjian ketemu di Stasiun Umeda, tapi saya udah celinga/uk kemana-mana, tak kunjung nemu. Mana ga punya akses internet lagi.. Dan, ternyata, dia lagi ngurusin kartu kereta-nya yang hilang. Didalamnya ada nominal sekitar ¥1.000. Ekspresi wajahnya seperti kehilangan banget.. Saya turut prihatin, tapi namanya juga hilang ya ga rejeki (pikir saya waktu itu). Sekarang, di kondisi yang berbeda saya mengalami hal yang serupa, dan ternyata.. kecewa juga yah.. Masih untung saya ngisi ¥2.000, udah dipake pula buat bayar JR, padahal sebelumnya sempat mau ngisi lebih biar nggak ribet, alhamdulillah antara masih rejeki & nggak rejeki tapi tetep aja apes.. hikmahnya kudu ati-ati nih..
    • Walhasil, saya beli kartu yang sama sekali lagi dan saya simpan di saku tas paling depan, nggak mau ceroboh lagi..
    • Keluar stasiun, kita beli tiket bus pp ¥600 (@¥300) dan tiket Wakayama Adventure World ¥4.500 (dewasa) di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun.
    • Nyari ATM, ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.
  • 12:10 Naik bus
  • 12:45 Sampe.. Wakayama Adventure World, yuhuu…
    • Ngasih tiket ke petugas di pintu masuk.
    • Baru aja masuk, udah ketemu sama pinguin yang lagi mandi-mandi.. Kok berasa nggak mirip pinguin yak, seolah penguin itu identik dengan es & kutup.
    • Langsung cari tempat makan. Bekal yang dibawa Mba U udah mau ludes, hee.. Kita-kita juga kudu nyari yang ada nasinya dan yang dirasa aman (Ga bakal nemu label HALAL disini).
    • Menu makanannya, mulai dari bento, es krim, dll di bentuk PANDA!! Lucuuu….
    • Saking banyaknya resto dan cafe, kita yang awalnya milih tempura malah bingung. Sampe akhirnya memutuskan makan di sebuah restoran seharga ¥1680, paket tempura, tapi bukan tempura yang kita maksud sebelumnya. Saya merasa sulit menghabiskannya karena rasanya diluar ekspektasi.
    • Ada roller coaster-nya juga!! Asiik.. Gondola yang jauh disana juga mantep!!
    • Komitmen waktu sampe jam 3, biar bisa cepat balik..
    • Ada bangau pink..
    • Yang pastinya, tempat awal yang kita tuju adalah PANDA!! Di no. 3 & no. 6 berdasarkan map-nya. Lucu bangett.. ngegemesiin.. Lagi-lagi, kurang sesuai ekspektasi awal saya yang mengira panda-nya banyak disana-sini, ternyata masing-masing ditaruh di satu area masing-masing.
    • Info yang didapat Mba U, disini ada atraksi-atraksi juga, lho.. hanya saja ada skedulnya. Nah, ini nih yang nggak kita perhatiin.. Lagian, karena akses yang jauh ini, kita juga ga bisa berlama-lama nih.. Yang penting tujuan utama PANDA, so everything about PANDA dah..
    • Kita-kita ketagihan sama pop corn-nya ¥500, se cup guede & enak!!
    • Sempat saling nyari juga pas nyari-nyari souvenir, untung ketemu dan langsung naik bus balik. Udah tutup juga wisatanya, sampe jam 4 doang kayaknya yak.
  • 16:50 Cus, bus balik
  • 17:00 白浜駅 /Shirahama eki/
  • 17:28 東急 /toukyuu/ kereta cepat ¥1400
  • 18:45 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station) +¥889
    • Karena masih banyak waktu, kita keliling-keliling. Sempat makan malam juga, laper euy.. Hidangan teranyar malam ini tahu & seafood.
  • 21:10 Bus 161, berangkat.. Lelah hayati..
  • 21:50 Berangkat dengan kapal feri. Tepar euy.. Batrei HP pada lowbatt, ga cuma itu, sampe power bank juga!!
  • 23:58 Sampe kembali di 和歌山フェリー南海 (Wakayama Ferry Nankai), alhamdulillah.. Gilaak, capek nian…
  • Pulangnya kudu pake taxi lagi, nasib.. nasib.. Tapi alhamdulillah.. perjalanan yang melelahkan ini luar biasah!! (Udah ga ada transportasi umum euy jam seginih).

Kesan

  • Tadinya saya kira perjalanan ke Kyoto-lah yang paling tidak praktis karena transportasinya, ternyata sekarang digantikan oleh Wakayama. Mungkin, karena lokasinya jauh dari pusat kota. Karenanya, boleh dibilang perjalanan paling mahal bagi saya selama di Jepang, bajet kasar di luar makan dan belanja sekitar ¥16.000 (transpotasi kapal feri, bus, JR, kereta cepat, dan tiket Wakayama Adventure World) terhitung pulang-pergi dari dan ke- 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai).
  • Seandainya di Wakayama ada City Loop kayak di Kobe atau chikatetsu kayak di Osaka, pasti bisa berlama-lama di Wakayama Adventure World-nya.
  • Waktunya nggak efektif nih.. Perjalanan Tokushima-Wakayama dengan kapal feri 2-2,5 jam. Kemudian menuju lokasi dengan bus & kereta api dengan transit berkali-kali memakan waktu hampir 5 jam. Total perjalanan secara umum terhitung dari rumah mungkin sekitar 9 jam, dari 和歌山フェリー南海  saja sekitar 7,5 jam.
  • Di perjalanan sering kesulitan, karena kanji semua!! Boro-boro mikirin bahasa inggrisnya, furigana-nyapun tak de.
  • Terlepas dari kerumitan transportasi, saya kagum dengan pariwisata di Jepang. Mereka konsisten dengan icon masing-masing daerah yang bisa menjadi income. Contohnya, Wakayama yang terkenal dengan PANDA, mulai dari desain transportasi hingga makanan, semua menggunakan icon panda. Selain itu, juga bersih dan tertata.
  • Everything about PANDA, ekspedisi selesai. Terimakasih, Mba U & Vit chan.. Perjalanan kita benar-benar luar biasa..

Kamus

  • 徳島フェリー南海 =  Tokushima Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way /chu wei/ = Pulang-pergi
  • Kayak = Seperti
  • Tengok = Lihat

Related Link

Gallery

Awa Odori

Awa Odori is a traditional dance from Awa land, Tokushima. When you see the dance, that is look like simple form. But, it’s truly difficult. Everyone need exercise regularly.

Di Jepang, setiap お盆休み (libur musim panas) selalu diadakan 盆踊り(bon odori). Masing-masing daerah memiliki gerakan tarian masing-masing, termasuk Tokushima dengan awa odori-nya.

阿波踊り(awa odori) jika dibahasaindonesiakan berarti tarian awa yang merupakan tarian tradisional dari Tokushima, salah satu perfektur di Pulau Shikoku, Jepang.

Tarian ini menjadi icon-nya Tokushima, ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas dan dengan gerakan yang teratur, sebuah kombinasi seni dan tradisi nan indah!

阿波踊り祭り (Awa Odori Event)

Buat yang berminat melihat langsung festival musim panas ala Tokushima ini bisa berkunjung ke Tokushima. Event tahunan ini diadakan setiap musim panas (natsu) pada hari libur obon, tanggal 12 s/d 15 Agustus.

Biasanya, lokasi yang digunakan adalah di sekitar kantor walikota (市町村|shichouson) dan sepanjang area tokushima station (徳島駅|tokushima eki). Dan, ada 2 stage/panggung berbayar, dimana para pengunjung bisa duduk menyaksikan seluruh rangkaian acara dengan sedikit merogoh kocek sebesar ¥1.100.

Pakaian

Awa odori ditarikan dengan mengenakan kimono yang khas. Untuk perempuan, ada beragam tekhnik pemakaian obi (ikat pinggang) dan yang menjadi ciri khasnya adalah kasa (topi yang terbuat dari jerami dilipat dua menyerupai belahan semangka dan dipasang condong ke depan) dan genta (sandal sejenis tangkelek di Indonesia, namun bagian tapaknya dibuat 2 topangan dari kayu. Penari berjalan dengan bertopang ke bagian depan).

Untuk laki-laki, dibagian kepalanya ada 2 versi, ada yang diikat biasa dengan kain batik-nya Tokushima dan ada pula yang diikat menutupi hampir sebagian kepala, terbuka di bagian mata dan diikatkan dibawah hidung. Lalu, mengenakan celana pendek dan kaos kaki yang khas (tanpa genta).

Untuk anak-anak, biasanya lebih sering dijumpai mengenakan pakaian versi laki-laki.

Gerakan Awa Odori

Meskipun terlihat sederhana, dibalik keelokannya, awa odori butuh latihan yang luar biasa tekun.

女の踊り

Untuk tarian perempuan, gerakan berpusat pada kedua lengan dengan jari telunjuk yang selalu mengarah ke atas.

Caranya, berdiri dengan posisi tegak, posisi kaki bertumpu pada genta bagian depan, lutut sedikit ditekuk, badan bagian pinggang ke atas agak dicondongkan ke depan, lengan mengarah ke atas.

Saat menggerakkan lengan yang diputar adalah bagian bahu dengan rileks. Ketika kaki kanan digerakkan, maka lengan kananlah yang ditekuk. Dan, jari telunjuk selalu mengarah ke atas, sementara jari lainnya menguncup dan mengembang seperti bunga tulip.

Salah satu kaki diangkat setinggi betis dan diacungkan lembut dengan posisi mengarah ke depan.

男の踊り

Jika tarian untuk perempuan berfokus pada lengan, sebaliknya tarian untuk laki-laki malah bertumpu pada lutut.

Caranya, berdiri tegak, kemudian kaki ditekuk, berjalan seperti dorobo (pencuri), tangan dilambaikan (sering ditampilkan dengan menggunakan kipas khas-nya Jepang).

Jika jemari tangan pada tarian wanita menyerupai kuncup dan mekarnya bunga tulip, pada pria sebaliknya. Jari mengembang seperti letupan kembang api (menggumpal dan meletup).

Alat Musik

Alat musik yang digunakan adalah samisen, drum/gendang, seruling dan kane.

Makna Lirik Awa Odori

Lirik yang sering diteriakkan adalah “yattosa..” yang berarti 皆さん、お元気ですか (hi, how are you? nice to meet you..).

Makna Awa Odori

Secara umum, dilihat dari gerakan, irama dan liriknya, tarian ini bermakna “ayo menari.. bergembira bersama-sama..”.

Namun, selain memiliki nilai seni yang tinggi, ternyata awa odori masih terhubung dengan kepercayaan orang jepang! Pada hari pertama festival, dilakukan upacara pemanggilan arwah para leluhur yang telah meninggal. Kemudian, tarian awa ditarikan sebagai penyambutan dan sebuah bentuk hiburan. Di hari terakhir perayaan, dilakukan pengantaran arwah para leluhur dengan menghanyutkan sesuatu semacam lampion di sepanjang aliran sungai.

Gallery

Kamus

  • 阿波踊り| awa odori | awa dance | tarian awa
  • 阿波踊り祭り| awa odori matsuri | awa dance event | perayaan tarian awa
  • お盆休み| obon yasumi | liburan musim panas
  • 盆踊り | bon odori | summer dance | tarian musim panas
  • 徳島駅| tokushima eki | tokushima station | stasiun tokushima
  • 帯 | obi | ikat pinggang
  • 笠 | かさ| kasa | topi yang terbuat dari jerami
  • げんた | genta | sandal yang terbuat dari kayu sejenis sandal tangkelek di Indonesia

Referensi

  • Beberapa informasi dishare oleh Tanaka Sensei, Atsumi Sensei dan Lisa san.
  • Featured image is taken by Fitri san.

Related Link

Restoran Bubu ‘Tongkrongan Internasional Di Tokushima’

Takoyaki & Okonomiyaki

Masakan tradisional jepang seperti takoyaki dan okonomiyaki bukanlah sesuatu yang baru bagi perantau asal Indonesia. Boleh dibilang, di seantero kota besar hingga kecil di Indonesia bisa ditemukan dengan mudah!

Beda cerita kalau sudah berkunjung ke Jepang. Sebut saja takoyaki yang menjadi makanan khas dari Osaka, tidak hanya tersedia di Osaka saja, tapi juga di berbagai wilayah di Jepang, termasuk salah satunya di Tokushima, Pulau Shikoku.

Begitu juga dengan okonomiyaki. Masakan yang bisa disebut “bakwan ala Jepang” ini berdasarkan tempatnya terbagi menjadi 3 style: Kansai style, Hiroshima style dan Tokyo style. Perbedaan dari masing-masing style ini bisa dilihat dari jenis teppan (tempat penggorengan yang berbentuk datar) yang digunakan, kombinasi adonan dan proses pembuatannya.

Restoran Bubu

Di Tokushima, ada beberapa tempat yang recommended banget buat menyantap kuliner khas jepang. Namun, salah satu yang paling populer adalah 広島風お好み焼きとたこ焼きおやつshop Bubu (Hiroshima-fu Okonomiyaki & Takoyaki Oyatsu-shop Bubu).

Restoran ini merupakan usaha keluarga yang dirintis oleh Bubu san sebagai owner dan dibantu oleh sang istri yang akrab dipanggil Mama. Pengolahan hingga penyajian masakanpun dihandel oleh duo master of japanese food ini.

Selain menu utama yang perfekto lezatto, okonomiyaki dan takoyaki, Bubu san juga menyediakan aneka menu pilihan lainnya seperti yakisoba (mie goreng), yakiudon, kushikatu, bahkan ada juga nasi goreng!! Masakan ini dibandrol dengan harga yang cukup ekonomis, mulai dari ¥450 alias 450 yen saja!

Buat pengunjung yang muslim, meskipun dengan keterbatasan tempat pembuatan (masih dengan teppan yang sama), Bubu san menyediakan adonan yang boleh dikonsumsi oleh para muslim. Dalam pengolahannya, dipisah dengan yang non-halal.

Ceritanya, dulu Bubu san pernah tinggal lama dengan orang Indonesia yang menetap di Tokushima, kemudian beliau mempelajari budaya Islam. Dan, terinspirasi untuk membuat masakan yang bisa dikonsumsi oleh para muslim. Tidak tanggung-tanggung, beliau juga menyediakan tempat ibadah beserta perangkat shalat buat para muslimin yang hendak beribadah. Bahkan, ada penunjuk arah KIBLAT-nya juga!!

Tak kalah menarik, khususnya untuk pengunjung dari Indonesia, saus sambal yang digunakan didatangkan langsung dari Indonesia! Bener-bener T.O.P daah.. Maknyus!!

Buat pecinta manga, restoran minimalis ini juga menyediakan pustaka mini yang menjejerkan aneka komik. Pengunjung bisa memilih edisi sesukanya dan pastinya free alias gretong!

Tongkrongan Internasional

Di warung Bubu, pengunjung asing tidak perlu pusing harus memikirkan bagaimana cara memesan dalam bahasa jepang dan sebagainya, karena Bubu sendiri bisa berbahasa Inggris dengan sangat lancar. Tidak hanya itu, beliau juga bisa berbahasa Indonesia lho, walaupun dengan kalimat yang cukup sederhana.

Saking banyaknya pengunjung asing yang didominasi oleh pelajar dari berbagai negara, Bubu san sampai mendapatkan piagam penghargaan dari Tokushima. Keren!

Akses & Lokasi

Lokasi kuliner yang delicious ini terletak di depan Sako Station (佐古駅), tepatnya di Sako 2 Bancho 18-5, Tokushima. Akses ke lokasi dari Tokushima Station (徳島駅) bisa menggunakan kereta api JR (Japan Rail) dengan tiket seharga ¥210. Atau, dengan Tokushima City Bus (徳島市バース) turun di Halte 佐古一番町 (Sako Ichiban-chou) dengan ongkos ¥210 dan berjalan sekitar 10-15 menit dari halte.

Gallery

Semarak Ramadhan 1438H Di Mesjid Tokushima

Buat para muslim, tak terasa tinggal 6 hari lagi menjelang Idul Fitri, bukan? Nah, selama bulan Ramadhan, bagi yang pertama kali akan mengunjungi Mesjid Tokushima, perlu tau nih hal-hal unik berikut ini.

Buka Bareng

Setiap hari minggu, selalu ada buka bareng (a.k.a bubar/bukbar/bukber/buber/open together) dengan menu tradisional mancanegara. Jadi, buat yang lagi ngirit, anak kontrakan, atau yang hobby hunting kuliner sekalian, tak perlu repot-repot merogoh kocek, cukup datang saja untuk berbuka puasa di Mesjid Tokushima.

Tak hanya lezatnya masakan yang dihidangkan, tapi ada yang lebih utama: nikmatnya kebersamaan. Disini kita akan bertemu dengan orang-orang dari berbagai negara, beragam status dan budaya, luar biasa indah!!

Menu mancanegara yang dimaksud bukan berarti tiap minggu dihidangkan, bukan. Tapi, selalu ada negara yang menjadi penanggungjawabnya setiap minggu yang akan menyajikan masakan khas dari negara masing-masing.

Untuk minggu depan, karena sudah mendekati lebaran, buka bareng skala international ini akan diadakan pada hari Sabtu (24 Juni 2017). Don’t missed it! 

Tarwihan

Ada yang spesial di bulan nan juga spesial ini. Setiap malam, selalu ada shalat berjama’ah yang diimami oleh seorang yang hafidz al-qur’an. Urutannya, shalat Isya, shalat tarwih 2+2 rakat (2 raka’at lalu salam, dilanjutkan dengan 2 raka’at yang juga ditutup dengan salam), kultum/ceramah (dalam bahasa inggris), shalat tarwih 2+2 raka’at dan shalat withir (raka’atnya tergantung mashab yang diikuti oleh sang imam, ada yang 2 raka’at salam lanjut dengan 1 raka’at; begitu juga dengan pembacaan do’a qunut, ada yang sebelum/sesudah rukuk; dsb.).

Kelas Bahasa

Seperti hari biasanya, di mesjid tetap diadakan kelas bahasa jepang, bahasa arab, dll. Tidak hanya dewasa, untuk anak-anakpun juga ada. Bagi yang berminat, silahkan bergabung, free alias gretong!

Gallery