Ramen Halal Di Osaka

Bagi pecinta kuliner ala jepang, pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ramen. Mie rebus berkuah kaldu ini bisa ditemukan dengan mudah di kota-kota besar di Indonesia. Sehingga para muslim bisa leluasa menyantap hidangan yang sebagian besar sudah berlabel halal ini.

Berbeda jauh dengan ramen di jepang. Bak udon, warung hingga restoran ramen boleh dibilang menjamur, tapi hampir semua tidak bisa dikonsumsi dengan bebas oleh muslim, karena berbahan dasar babi dan turunannya.

Tapi, patah hati karena ga bisa nyicipin ramen halal bisa diobati oleh warung-warung ini 👇

帆のる (Halal Ramen Osaka HONOLU)

  • Alamat:
    • Namba, Osaka 👉 Ramen Honolu (copy via Google Map)
      • 2-5-27 Motomachi, Naniwa-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 556-0016
    • Tokyo
  • Buka pukul:
    • 11:30-14:30
    • 17:30-21:30.
  • Ramen boleh dibawa pulang.
  • Selain ramen, ada menu unggulan lainnya, gyoza a.k.a pangsit.
  • Cara pemesanan
    • Pesan via mesin otomatis.
    • Serahkan struk pada ten-in (penjual).
    • Tunggu dan ambil pesanan.
  • Fasilitas: Toilet & tempat shalat.
  • Gallery:

鶏そばあやむや (Torisoba Ayam-YA)

  • Warung ramen yang satu ini cabang dari Ayam-YA Kyoto
  • Alamat: Namba, Osaka 👉 Ayam Ya Nanba, Osaka (copy via Google Map)
    • 1-10-7 Nipponbashihigashi, Naniwa-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 556-0006
    • Kyoto
  • Buka pukul:
    • 11:30-15:00 (order terakhir pukul 14:30)
    • 17:30-22:00 (order terakhir pukul 21:30)
  • Ramen tidak bisa dibawa pulang.
  • Hanya menu kara age (ayam goreng tepung khas jepang) yang bisa dibawa pulang.
  • Cara pemesanan
    • Pesan via mesin otomatis.
      • Uang kertas yang digunakan hanya ¥1.000 yang bisa diproses di mesin ini. Uang pecahan ¥10.000 tidak bisa digunakan, ditukar terlebih dahulu secara manual.
      • Pilih menu, tekan tombol sesuai pesanan. Hanya bisa pesan 1/1.
      • Ambil struk.
      • Untuk pengambilan kembalian tekan tombol dipojok kiri atas.
    • Serahkan struk pada ten-in (penjual).
    • Tunggu dan ambil pesanan.
  • Fasilitas: Toilet & tempat shalat.
  • Semuanya enak, tapi ada beberapa yang recommended:
    • Rekomendasi dari Olha Chayo 👉 スパイシー塩 (spicy salt/pedas asin) ¥850
    • Rekomendasi dari pelanggan tetap 👉 チキンオーバーライス (Chiken Over Rice) ¥790
  • Gallery:

🏷 Tabligh Akbar Golden Week 2018 with Tokushima’s family

Berlayar ala Sungai Tombori

Sungai Tombori mengalir di sepanjang daerah Namba yang dihubungkan oleh beberapa jembatan, diantaranya yang paling terkenal adalah Jembatan Ebisubashi, atau dikenal juga dengan Jembatan Glico. Boleh dibilang, lokasi ini jantungnya Osaka. Karena, selain adanya Patung Glico yang menjadi landmark Osaka, tempat ini juga menjadi pusat kuliner khas Jepang, pusat perbelanjaan, aneka restoran/cafe bergaya barat, dan lainnya.

Ada yang menarik setiap memandang aliran sungai itu, selang beberapa saat berlalu-lalang kapal pesiar ala Sungai Tombori. Para menumpang melambaikan tangan kepada para pelancong. Seolah sedang mengikuti festival dan mereka sebagai pusat perhatiannya.

Mungkin, bagi sebagian besar wisatan asing, tidak ada yang menduga dibalik atraksi para penumpang tersebut. Dan, ini bisa Anda jawab sendiri setelah mencoba menaikinya.

Tiket kapal bisa dibeli di sebuah loket kecil di seberang Patung Glico, tepat di sayap kanan Jembatan Ebisubashi. Harga tiket (Tombori River Cruise Ticket) dewasa ¥900 dan anak-anak ¥300.

Dengan menunggu antrian sesuai dengan alurnya, penumpang bisa berlayar ala Sungai Tombori. Lama pelayaran selama 20 menit dengan melewati 9 jembatan. Kapal ini beroperasional sekitar pukul 1 siang hingga 9 malam.

Mulai dari kapal berangkat hingga kembali ke tempat semula, dipandu oleh seorang pramuwisata yang tak henti berbicara sepanjang waktu tentang seluk-beluk cerita dibalik aliran Sungai Tombori. Apresiasi banget buat sang pemandu, beliau tetap mengoceh bahkan ketika para penumpang kapal sibuk menikmati perjalanan tanpa memperhatikan apa yang disampaikannya.

Salah satu hal yang paling menarik yaitu, sejarah Jembatan Ebisubashi. Desain pinggiran jembatan utama menyerupai sendok okonomiyaki, pizza ala Jepang; yang disusun terbalik ke arah atas. Sementara, di bagian kiri-kanan jembatan  susunan sendok diselang-selingi, atas dan bawah, sisi sebelahnya memiliki bentuk yang saling berlawanan. Benar-benar unik!!

Jadi, sebagai bocoran, para penumpang telah diatur kapan harus bertepuk tangan dan kapan melambaikan tangan. Semuanya berjalan dengan sangat apik sesuai panduan sang pramuwisata. Benar-benar 20 menit yang menyenangkan!

Keseruan semakin menjadi ketika mencicipi makanan khas Osaka, namanya Takoyaki. Makanan dengan pola bulat ini rasanya weenak tenaaann….!! Yang paling terkenal, dibeli di toko yang ada icon gurita gede di atap bagian depannya. Secara, tako itu jika dibahasa Indonesia-kan berarti gurita, yang menjadi isi dari takoyaki itu sendiri. Harganya ¥500/box, isinya sekitar 12 buah. Bisa request saus juga, lho..

Gallery

Catatan

  • Dokumentasi diambil dari Koleksi Photo Maria san.

Rekomendasi