Bikin Udon Di Kotanya Udon

Buat pecinta kuliner, khususnya yang bercita rasa jepang, pastinya sudah tidak asing lagi dengan udon. Mie ukuran gede ini merupakan makanan tradisional jepang yang berasal dari Perfektur Kagawa.

Ngomong-ngomong tentang Kagawa-ken, jalan-jalan kesini tidak hanya bisa membeli oleh-oleh udon saja, tetapi juga bisa belajar langsung dari ahlinya. Ada sekolah tempat pembuatan udon yang terkenal di Takamatsu-shi, namanya Nakano Udon School.

Bajet

Untuk mengikuti kursus singkat ini, pendaftaran dilakukan dengan buat janji terlebih dahulu (pemesanan sebelum hari H), dari pukul 9:00-15:00 via telfon (lihat di website resmi).

  • 2-14 pendaftar ¥1.500/orang
  • 15-500 pendaftar ¥1.300/orang

Pembayaran bisa dilakukan langsung di kasir, termasuk pembuatan sertifikat (bisa request dalam bahasa jepang atau bahasa inggris). Lalu pengunjung diberikan lembaran informasi berikut tata cara pembuatan udon dalam bahasa jepang; buat pengunjung asing tersedia dalam bahasa inggris.

Akses

Dari Tokushima Station dengan menggunakan mobil pribadi menempuh waktu sekitar 1 jam. (Bagi yang tidak membawa mobil tapi sudah punya SIM bisa rental mobil seperti di aplikasi Rakuten).

Sanuki-udon ala Nakano Udon School

  • Kursus berlangsung selama 40-60 menit
  • Pengunjung diminta memasuki kelas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
  • Saat memasuki kelas, pengunjung diminta menaruh barang (kecuali benda berharga atau yang dibutuhkan seperti HP, boleh dibawa) di tempat yang telah disediakan.
  • Mengikuti karyawan ke lokasi pembuatan (ada meja dan kursi memanjang, sepertinya dikondisikan sesuai jumlah peserta).
  • Di atas meja telah disediakan celemek (apron), papan persegi dengan bidang datar, pisau ukuran sedang, tepung dalam wadah tertutup khas jepang, satu set kemasan udon yang telah diberi nama peserta berisi adonan udon lengkap dengan bumbu dan juga oshibori, gilingan dari kayu.
  • Mengikuti arahan sensei.
  • Duduk berhadapan berpasangan.
  • Memakai celemek.
  • Sesi I:
    • Belajar menggiling adonan udon dengan tekhnik khusus.
    • Belajar memotong udon, menaburkan tepung agar tidak lengket selama penyimpanan.
    • Pengunjung diberi kesempatan berfoto-ria ataupun mengambil video (sampai-sampai tempat ini menyediakan label dalam bentuk rol kayu bertuliskan nama tempat kursus)
    • Hasil akhir ditaruh ke dalam set udon (yang diterima sebelumnya) dan diserahkan pada staf.
  • Sesi II:
    • Belajar membuat adonan udon.
    • Peserta dikasih sarung tangan plastik. Ditemani dengan alunan musik jepang nan ceria, peserta menyemangati pasangannya dengan giring-giring (seru!)
    • Diawali dengan pencampuran tepung gandum dengan air (bahkan pengaturan airpun disetiap musim beda-beda, lho..)
    • Nah, itu masih versi aduk-mengaduk di meja, saling bergantian. Siapa sangka, pada saat staf/sensei menyediakan tikar jerami (tatami), ternyata bikin udon itu diinjak-injak euy!! (Hayo lho buat pecinta udon 😆👍👍). Ini tak kalah seru dari sebelumnya. Peserta yang menginjak-injak udon disemangati oleh pasangannya/peserta lain dengan giring-giring sambil menikmati musik jepang nan kekinian.
  • Di akhir sesi, dilakukan penyerahan sertifikat pada 3 orang terpilih (mirip seperti penyerahan sertifikat di Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).
  • Selesai kursus, peserta dikasih bingkisan berupa lukisan jepang yang bagian bingkainya bisa dilepas dan dijadikan gilingan, udon dan adonan udon yang telah dibikin sendiri. Lalu, peserta juga diberi kesempatan untuk berfoto-ria.

Fasilitas

Disini disediakan latar (background) cukup besar bertuliskan kaligrafi kanji Nakano Udon School dilengkapi dengan bangku ukuran sedang. Fasilitas lainnya yang sangat umum adalah toilet.

Lainnya

Di lokasi ini tidak hanya serba udon, tapi juga ada aneka omiyage khas Kagawa-ken dan daerah lainnya di Shikoku, mulai dari cemilan hingga cenderamata. Ada es krim enak seharga ¥300! Selain itu, juga ada penggilingan tepung, tradisional banget.. (sepertinya tidak hanya dipajang, tapi juga dijual..)

Kamus

  • うどん /udon/ = Mie tebal khas jepang
  • 中野うどん学校 /nakano udon gakkou/ = Nakano Udon Schoo | Sekolah Pembuatan Udon | Sakola Buek Udon
  • 香川県 /kagawa-ken/ = Kagawa Prefecture | Perfektur Kagawa
  • 高松市 /takamatsu-shi/ = Kota Takamatsu, bagian dari Perfektur Kagawa
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh / Cenderamata
  • おしぼり /oshibori/ = Lap tangan ala jepang yang berbentuk handuk basah (hangat/dingin)
  • 畳 /tatami/ = Tikar jerami khas jepang
  • アプロン /apuron/ = Apron (celemek)
  • Giring-giring | Giriang-giriang = Salah satu alat musik yang kalau di Indonesia sering dipake di TK (Taman Kanak-kanak)

Related Link

Rekomendasi Link

Gallery

🏷 Reunion with Hiro san

Janjang Gadang Koto Gadang (The Great Wall Of Koto Gadang)

Janjang Gadang Koto Gadang yang lebih dulu terkenal sebagai Janjang Saribu (Jenjang Seribu) ini didirikan pada tahun 2013 dan menghubungkan daerah Koto Gadang (Kabupaten Agam) dengan Kota Bukittinggi. Karenanya, akses ke lokasi ini bisa melalui 2 gerbang, dari Koto Gadang atau Bukittinggi. Antara gerbang yang satu ke gerbang yang satunya lagi memiliki jarak + 2 km.

Buat yang ingin mengunjungi objek wisata yang satu ini, sebaiknya mengambil akses dari jalur Koto Gadang, karena alurnya menurun. Jadi masih bisa irit tenaga saat menyusuri jenjang yang panjangnya sekitar 1 km ini. Jika tidak memiliki kendaraan, bisa menaiki angkot (angkutan kota) berwarna hijau toska dengan kode 06 (Baca Transportasi Di Bukittinggi) untuk ke lokasi. Jika menggunakan mobil atau kedaraan lainnya, memakan waktu sekitar 5 menit menuju gerbang dari simpang empat (yang ada mesjid dan rumah adatnya). Kendaraan tersebut bisa diparkir di tempat yang telah disediakan, tepat di sebelah kanan gerbang.

Namun, buat yang ingin memilih akses dari Bukittinggi, gerbangnya berada sekitar 15 meter dari Pintu III Lobang Jepang. Buat yang tidak memiliki kendaraan, disini ada angkot berwarna merah melintas. Nah, jika ingin langsung sampai ke jembatan gantung, bisa menggunakan jasa ojek dengan tarif relatif. Selanjutnya, tinggal menyeberang jembatan gantung dan melewati alur yang mendaki.

Masuk ke Janjang Gadang Koto Gadang, tidak dipungut bayaran, alias GRATIS!! Hanya saja, nanti ada 2 kotak sumbangan yang diletakkan di gerbang (Koto Gadang) dan hampir di pertengahan lokasi, kotak tersebut bisa diisi seikhlas pengunjung.

Pemandangan disini akan sangat luar biasa indah jika cuaca cerah, berbeda dengan sekarang (berkabut). Waktu yang efektif menyusuri tempat ini adalah pagi menjelang siang. Dari sini bisa dinikmati nuansa alam nan elok dari Ngarai Sianok, gunung dan sawah.

Kita bisa menggunakan jembatan gantung untuk menyeberangi Ngarai tersebut. Tapi, ada warning-nya, kapasitas maksimal jembatan ini hanya 10 orang dan sebaiknya dilewati satu per satu. Selain itu, jembatan ini juga mudah goyang, jadi perlu mental yang cukup ekstra nih buat yang suka phobia ketinggian 😀

Disekitarnya terdapat beberapa titik penjualan makanan (seperti: kerupuk kuah), minuman dan cendera mata. Buat yang membawa bekal, jangan kuatir, disini juga disediakan tempat untuk bersantai. Namun, jangan lupa sampahnya dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan. Sayangnya, masih ada yang membuang sampah sembarangan di sekitar lokasi; padahal selain GRATIS, banyak hal lain yang telah difasilitasi dengan sangat baik, seperti: ada beberapa tempat sampah dipinggir jalan lengkap dengan petugas kebersihan yang selalu standbye.

Sesekali, dipinggir jalan akan ada beberapa kera yang mendekat. Tapi, tak perlu cemas, mereka tidak pernah mengganggu pengunjung.

Berwisata ke Janjang Gadang Koto Gadang, tak hanya membuat kita merasa berada di Tembok Cina, tetapi sekaligus berolahraga sambil menikmati keelokan alam. Eits, jangan lupa sedia air mineral ya, karena berjalan cukup jauh lumayan memeras keringat.. Setelah itu, sekalian wisata kuliner juga, itiak lado ijau (sambal itik cabe hijau) di kawasan Ngarai Sianok ini terkenal maknyus! Terus, mampir ke Koto Gadang dulu buat membeli cendera mata, karena daerah ini terkenal sebagai nagari pengrajin perak; selain itu, ini juga tanah kelahiran sang pejuang kemerdekaan RI, H. Agoes Salim 🙂

Penangkaran Penyu di Mangguang

Destinasi yang satu ini terletak di Mangguang, Pariaman (tidak jauh dari Pantai Gandoriah). Biaya masuk Rp 5.000,- sudah termasuk parkir (untuk 1 mobil, edisi liburan lebaran 2015).

Lokasi ini juga bisa diakses dengan angkot (angkutan kota), karena dekat dengan kota (Pasar Pariaman). Atau, Bus Pasaman dengan rute Sungai Limau (biasanya melewati lokasi ini).

View di tempat penangkaran penyu ini T.O.P! Disini terdapat banyak kolam, besar dan kecil. Yang menarik, didampingi petugasnya, kita boleh melepas penyu ke laut dengan insert Rp 10.000,- saja. Tertarik?? Cus, ke penangkaran penyu.. 🙂

Referensi

Semua informasi ini didapat dari hasil wawancara via sosmed dengan Honesty Putri pada 7 Agustus 2015. Berikut foto juga diambil dari koleksi album Putri.

Olha Chayo