Category Archives: Transportation

Tokushima-Wakayama (Ferry)

Akses via Kapal Feri

  • Jadwal kapal bisa dicek di internet, sementara untuk pembelian tiket kapal feri langsung di loket 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai). Bagi yang tidak bisa berbahasa jepang, bisa menggunakan bahasa inggris, karena ada petugas yang bisa berbahasa inggris.
  • Tiket
    •  Dewasa:
      • 1 way (1x keberangkatan saja) ¥ 2.000
      • 2 way (pulang-pergi) ¥ 3.800
    • Anak-anak:
      • 1 way (1x keberangkatan saja) ¥ 1.000
      • 2 way (pulang-pergi) ¥ 1.900
  • Sebelum berangkat, menunggu di ruang tunggu penumpang dengan fasilitas tempat duduk, TV, 自動販売機 (mesin penjualan otomatis) untuk aneka minuman kemasan, AC, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan toilet.
  • 15 menit sebelum waktu keberangkatan sudah bisa menaiki kapal (tunggu aba-aba dari petugas). Sebelumnya, perlihatkan tiket kapal pada petugas untuk distempel.
  • Menaiki kapal feri ini mirip dengan menaiki pesawat, ada penghubungnya.
  • Di dalam kapal feri terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya dengan dekorasi yang keren.
    • Sayap kanan:
      • Ada area lesehan, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, TV dan juga sofa mungil yang memanjang menepi di dinding kapal.
    • Bagian tengah (tepat di depan pintu masuk kapal) sebelah kanan:
      • Lukisan di lantainya bagus!
      • Ada icon ANIME-nya, mesin penjualan otomatis mulai dari aneka minuman, mie cup sampai pachinko.
    • Bagian tengah sebelah kiri:
      • Warung kecil-kecilan yang ready aneka cemilan, oleh-oleh dan souvenir.
    • Sayap kiri sebelah kanan:
      • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat. Bagian depannya tersedia colokan listrik buat yang mau mengecas barang elektronik. Disini juga disediakan TV.
    • Sayap kiri sebelah kiri:
      • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia, tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga dilengkapi TV yang menayangkan aneka wisata dan lainnya, mesin penjualan otomatis (aneka minuman dan es krim).
    • Sayap kiri paling ujung sebelah kanan:
      • Ada ruang bayi yang bersebelahan dengan ruangan driver.
    • Sayap kiri paling ujung sebelah kiri:
      • Ada tempat sampah yang telah dibagi menjadi 4 kotak (botol/kaleng, botol saja, plastik, lainnya), arsitektur kapal dan toilet.
    • Sayap kiri paling ujung:
      • Pintu keluar kapal menuju lantai 2 dan lantai 3.
    • Lantai 2:
      • Menaiki tangga menuju lantai 2, ada ruang makan dan panel surya.
    • Lantai 3:
      • Menaiki tangga menuju lantai 3, bagian teratas kapal.
  • Lama perjalanan sekitar 2 – 2,5 jam.
  • Setelah mendengar pemberitahuan, segera beranjak menuju pintu keluar kapal dengan teratur dan menyerahkan tiket kepada petugas.
  • Keluar dari kapal akan terhubung langsung dengan 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station) yang merupakan stasiun kereta api JR (Japan Railway).
  • Di depan 南海和歌山港駅 (sedikit agak ke kiri), ada 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station) tempat penantian Wakayama Bus.

Gallery

 

Melancong ke Kota Panda

Berbicara tentang pariwisata di Jepang, masing-masing daerah menawarkan maskotnya masing-masing; salah satunya di Shirahama yang merupakan bagian dari Perfektur Wakayama dan terkenal dengan objek wisata panda-nya. Maskot tersebut tidak hanya ditemukan pada icon panda di Shirahama Station yang bertuliskan Panda Town Shirahama, tetapi juga diberbagai objek mulai dari dekorasi tempat hingga transportasi, makanan, souvenir, dsb.

Akses

Transportasi yang digunakan adalah JR, kereta cepat dan bus. Akses ke lokasi terbilang cukup rumit, karena kebun binatang yang sekaligus arena bermain Wakayama Adventure World ini terletak jauh dari jantung kota, memakan waktu sekitar 4 jam (tergantung dari pemilihan kendaraan).

Dari Wakayama Station ke Shirahama Station, bisa menggunakan JR ataupun kereta cepat. Masing-masing memiliki keunggulan sesuai prioritas pelancong. Akses via JR boleh dibilang cukup ekonomis, namun boros di waktu. Sedangkan, via kereta cepat (diskedul ditulis berwarna merah) harganya lebih mahal, tapi dari segi waktu pastinya lebih unggul.

Sementara, dari Shirahama Station ke Wakayama Adventure World itu sendiri menaiki Wakayama Bus tiket pp ¥600 (@¥300). Tiket ini bisa dibeli di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun. Lama perjalanan sekitar 30 menit.

Akses diatas berdasarkan journey Jejak Langkah O “Ekspedisi Panda” pada 24 Februari 2018.

Tiket Wakayama Adventure World

Tiket masuk bisa dibeli langsung di loket bus Shirahama Station atau di pintu masuk Wakayama Adventure World.

Harga tiket reguler (untuk lebih rinci bisa dilihat di leaflet atau website):

  • Dewasa (18th keatas)  ¥4.500
  • Lansia (65th keatas) ¥4.000
  • Remaja (12 s/d 17th)  ¥3.500
  • Anak-anak (4 s/d 11 th) ¥300

Fasilitas

Sama seperti kebun binatang pada umumnya; selain panda yang menjadi primadona, di Wakayama Adventure World juga ditemukan hewan lainnya, misalnya pinguin, kuda, elang, badak, unta, lumba-lumba, bangau pink, dll.

Untuk berkeliling di area boleh dibilang sangat mudah, tinggal mengikuti petunjuk sesuai map yang ada di leaflet informasi. Berbagai fasilitas yang tersediapun bisa dengan mudah ditemukan sesuai leaflet, karena map yang ada didalamnya sudah didesain dengan sangat menarik disertai gambar-gambar atau icon tujuan dengan cukup rinci.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Diantaranya, resto & cafe (bento, es krim, tempura, popcorn), supermarket, wahana permainan (gondola, roller coaster, dll.) dan toko souvenir. Semua didesain panda!

Yang menarik, diwaktu tertentu (bisa dilihat di kalender via leaflet atau website) ada atraksi menarik yang bisa disaksikan oleh para pelancong.

Catatan

  • Hal yang penting sewaktu melancong ke Wakayama Adventure World  ini adalah leaflet, karena didalamnya banyak informasi yang dibutuhkan dan dijelaskan secara rinci. Boleh dibilang tour guide manual, andalan para pelancong yang sangat membantu. Buat yang memiliki akses internet, bisa searching di http://aws-s.com
  • Sebaiknya membeli kartu khusus kereta, seperti ICOCA, SUICA, dll. Jadi tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual, tinggal charge sejumlah uang sesuai kebutuhan di mesin otomatis.
  • ATM JP di Shirahama Station ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.

Kamus

  • フェリー /ferii/ = Ferry (Kapal Feri)
  • 和歌山フェリー南海 = Wakayama Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way = Pulang-pergi
  • Leaflet = Selebaran yang berisi informasi tertentu

Related Link

Gallery

https://youtu.be/h4UMf7rhooM

Wakayama Bus (Wakayamako Station-Wakayama Station)

Perhatikan jadwal bus, lihat di plang masing-masing halte. Jika menemukan 2 informasi dengan tujuan yang sama tapi waktunya berbeda, perhatikan tanggal dikeluarkannya jadwal, dan waktunya (hari libur atau hari biasa).

Naik 和歌山バス (Wakayama Bus) no. 160 atau no. 161 di 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station). Ambil tiket dari mesin otomatis (di tiket tertulis no. 03) atau gunakan kartu bus di mesin khusus tepat di sebelah kiri pintu masuk bus.

Ketika memilih tempat duduk, perhatikan bangku prioritas yang biasanya ada di bagian tengah untuk lansia (lanjut usia), bumil (ibu hamil), penyandang cacat, dll. Tempat duduk umum biasanya di bagian belakang yang lantainya lebih tinggi dari area prioritas.

Rute Bus dari 和歌山港駅 (Wakayamako Station)

Rute bus berdasarkan halte (bisa diakses di wakayamabus.co.jp):

  • 和歌山港駅 /Wakayamakou eki/ (Wakayamako Station)
  • 青岸橋 /Aogishibashi/
  • 築港5丁目 /Chikkou 5 choume/
  • 築港3丁目 /Chikkou 3 choume/
  • 築港1丁目 /Chikkou 1 choume/
  • 築地橋 /Tsukijibashi/
  • 西長町
  • 東長町
  • 県庁正間前 /Kenchou masama mae/
  • 岡山町 /Okayamachou/
  • 屋形町 /Yakatachou/
  • 三木町
  • 三木町新通
  • 北の新他
  • 新内 /Arochi/
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)

Sampai di 和歌山駅 (Wakayama Station), antri turun dan bayar ¥240 (masukkan uang pas plus tiket ke mesin otomatis yang terletak di samping sopir). Bagi yang perdana menaiki bus, pembayaran hanya dengan uang pas; sehingga kalau punya uang ¥500 atau ¥1.000 bisa diganti di mesin yang sama tapi di tempat yang berbeda (lihat gambar atau tanya pada sopir).

Ekspedisi Panda

Perjalanan kali ini dalam rangka mengobati demam panda para hantu traveling kayak kite-kite 😆 Berangkat dari skedul yang udah dikemas sangat apik oleh Mba U, kami bertiga dengan Vit chan melancong ala backpacker ala-ala-an 😁👍

Agenda

  • 04:15 Berangkat via taxi (bajet sekitar ¥2.900 bertiga) , karena jam operasional bus di Tokushima itu sekitar pukul 7:00.
  • 04:45 Sudah di Tokushima Ferry Nankai. Beli tiket kapal feri 2 way (pulang-pergi) ¥3.800 langsung di loketnya.
  • 04:47 Menuju ruang tunggu penumpang. Disini ada tempat duduk, berbagai jenis informasi mulai dari poster hingga skedul transportasi dan fasilitas toilet.
  • 05:20
    • Menuju kapal, kayak mau masuk pesawat euy.. Gilaa, keren ya.. Excited bangett!! Perdana, choy.. Tadinya saya kira kapal feri itu didalamnya mirip dengan kapal feri yang pernah saya naiki sewaktu berangkat ke Pulau Bintan dari Pekanbaru (2009), ternyata jauh berbeda. Pastinya, ini kapal besar dan didalamnya terbagi menjadi beberapa area sesuai fungsinya, dekorasinya juga keren!
    • Ada lesehannya juga, tempat istirahat tidur-tiduran lengkap dengan lemari terbuka untuk menaruh barang bawaan, dilengkapi dengan sofa mungil yang sepertinya bisa digunakan untuk bantal tidur ramean 😁👍
    • Ada kursi mirip di kapal feri kecil yang ada di Indonesia, sandaran tangannya bisa diangkat kayak kursi bus.
    • Ada fasilitas wi-fi lengkap dengan area personalnya mirip warnet di indonesia dan juga tempat duduk seperti di cafe atau resto tempat kumpul keluarga.
    • Pokoknya mantep dah
  • 05:35 Berangkat.. Ini banyak cerita seru nih disinih..
    • Sempat nggak nyadar lho kalau kapalnya udah jalan.. Berasanya itu kayak pesawat mau landing atau seperti ketubruk sesuatu hanya seketika, eh tau-tau pas nongol ke jendela udah laut aja semua, alamaak.. Beda banget yak naik kapal feri gede sama yang kecil, apalagi perahu?!
    • Bikin vlog bareng Vit chan.
    • Saya sama Vit chan sempat penasaran sewaktu nemu pintu di ujung sayap kiri, sepertinya pintu keluar?! Tapi boleh nggak ya keluar?? Kita coba buka pintunya, ternyata boleh!! Cuma cuacanya aja wes dingin tenan..
    • Tadinya, kita bertiga saling bergantian ke lantai 2 menunggu matahari terbit a.k.a sunrise. Tapi, karena kelamaan, Mba U memutuskan untuk memilih istirahat. Sementara saya dan Vit chan malah kayak fans lagi jumpa artis, excited abiss!!
    • Demi mengabadikan indahnya karya Sang Pencipta, saya rela berlama-lama menantang si angin sembriwing. Indah banget.. Serasa dihipnotis mau berlama-lama aja disinih; tapi apa daya suhunya ga cuma bikin meler tapi juga bikin tangan sampai bebal! Walhasil balik ke area yang ada wi-fi-nya.
    • Niatnya sih mau rehat (tadinya), tapi pas tengok keluar jendela, sumpah keren!! Saya akhirnya kembali, kali ini tanpa Vit chan yang nyerah karena suhu dingin.
    • Waaah.. saya lagi hoky nih, tangga menuju lantai 3 udah kebuka! Jadi bisa ke lantai paling atas dah.. Sayangnya beneran cuma ambil dokumentasi doang, dingin buangedh…
  • 08:00 南海和歌山港駅 (Nankai Wakayamako Station)
  • 08:11
    • Naik Wakayama Bus no. 160 di 和歌山港駅バス乗り場 (Halte Bus Wakayamako Station), bajet ¥240.
  • 08:27 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
    • Beli tiket JR ke 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) ¥970. Untungnya saya punya kartu ICOCA (bisa dibeli di loket JR), jadi tinggal cas deh.. Tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual.
  • 8:40
    • Berangkat menuju 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station) dengan JR Takarazuka Line.
  • 9:33 湯浅駅 /Yuasa eki/ dari 乗り場 3 transit ke 乗り場 2
    • Lagi-lagi kejadian lucu kembali menunjukkan leluconnya. Sampai di stasiun ini, semua orang turun. Dalam hati saya, kok auranya sepi yak, tapi ga kepikiran sama sekali bakal transit atau segala macam. Mungkin, akses kami yang kejauhan makanya pada turun semua.
    • Cukup lama keretanya berhenti, dan keanehan mulai kentara. Namun, dari kita bertiga, sepertinya cuma Mba U yang beneran sadar, dia mengonfirmasi arah kereta pada kami setelah melihat plang rute kereta dari jendela JR. Kami berdua sepakat dan meyakinkan Mba U kalau itu nggak mungkin, karena kereta kita menuju Gobo Station..
    • Makin lama makin sepi, dan kereta pun tak kunjung jalan. Ucluk-ucluk, datanglah petugasnya yang dengan ramah mengatakan kalau kereta ini bakal kembali ke Wakayama Station.. Gubrak!! Kami hanya bisa tersenyum sumringah dan mulai bergegas turun.. Hadeeeuh..
    • Pada mau ke toilet, eh ga ada toilet sama sekali euy.. Mulai berasa terhampar dimanaa gitu.. Mana masih harus menunggu 20 menitan lagi, coba..
  • 9:59 Naik JR menuju Gobo Station.
  • 10:17 御坊駅 /Gobou eki/ (Gobo Station)
    • Kita bingung nih sama jadwalnya. Untung aja bisa nanya sama masinisnya yang baru turun dari JR.
    • JR selanjutnya 10:59, belum lagi transit dan segala macam. Akhirnya kami memilih 東急 /toukyuu/ kereta cepat (di skedul ditulis berwarna merah), berangkat pukul 10.46. Katanya nanti bakal nambah seribu yen-an, ga papalah.. Langsung sampe di Shirahama Station soalnya, hemat waktu, ga pake ribet transit dengan kita-kita yang notabennya buta rute..
  • 10:46
    • Berangkat dengan 東急 /toukyuu/ kereta cepat. Bentuknya panda.. Didalamnyapun didekor panda. Lucu banget!!
  • 11:29 白浜駅 /Shirahama eki/, akhirnya..
    • Udah pede-pede nanyain cara bayar 東急 /toukyuu/ kereta cepat pada eki-in (petugas stasiun)-nya, eh kartu ICOCA kece saya malah raib tak berjejak.. Apes.. Apes..
    • Kartu cantik itu sengaja saya taruh di dompet HP, biar praktis. Awalnya sempat nggak sreg gitu, coz tempat kartu di dompet HP ini sepertinya longgar, tapi yo wes lah, arahnya juga ke dalam toh.. Yang namanya malang yaah bak kate pepatah minanglah “untuang ndak dapek diraiah, malang ndak dapek ditolak“, nggak rejeki..
    • Tapi, saya tidak menyerah! Kali aja kececer?! Abis bilang ke petugas, saya langsung bergegas nyari sampe ke tempat awal turun dan balik lagi ke depan petugas yang sama, nihil..
    • Saya makin ga enak diliatin petugasnya macem mau lariin diri aja. Ternyata bener, setelah keluar, teman saya cerita, petugasnya sampe nyariin saya sewaktu saya pergi nyariin kartu, hadeeeuh..
    • Walhasil, saya yang tadinya bisa nambah sekitar ¥900-an, sekarang kudu bayar full dah, hu hu hu hu..
    • Jadi ingat sama teman saya sewaktu masih di Osaka. Waktu itu kita janjian ketemu di Stasiun Umeda, tapi saya udah celinga/uk kemana-mana, tak kunjung nemu. Mana ga punya akses internet lagi.. Dan, ternyata, dia lagi ngurusin kartu kereta-nya yang hilang. Didalamnya ada nominal sekitar ¥1.000. Ekspresi wajahnya seperti kehilangan banget.. Saya turut prihatin, tapi namanya juga hilang ya ga rejeki (pikir saya waktu itu). Sekarang, di kondisi yang berbeda saya mengalami hal yang serupa, dan ternyata.. kecewa juga yah.. Masih untung saya ngisi ¥2.000, udah dipake pula buat bayar JR, padahal sebelumnya sempat mau ngisi lebih biar nggak ribet, alhamdulillah antara masih rejeki & nggak rejeki tapi tetep aja apes.. hikmahnya kudu ati-ati nih..
    • Walhasil, saya beli kartu yang sama sekali lagi dan saya simpan di saku tas paling depan, nggak mau ceroboh lagi..
    • Keluar stasiun, kita beli tiket bus pp ¥600 (@¥300) dan tiket Wakayama Adventure World ¥4.500 (dewasa) di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun.
    • Nyari ATM, ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.
  • 12:10 Naik bus
  • 12:45 Sampe.. Wakayama Adventure World, yuhuu…
    • Ngasih tiket ke petugas di pintu masuk.
    • Baru aja masuk, udah ketemu sama pinguin yang lagi mandi-mandi.. Kok berasa nggak mirip pinguin yak, seolah penguin itu identik dengan es & kutup.
    • Langsung cari tempat makan. Bekal yang dibawa Mba U udah mau ludes, hee.. Kita-kita juga kudu nyari yang ada nasinya dan yang dirasa aman (Ga bakal nemu label HALAL disini).
    • Menu makanannya, mulai dari bento, es krim, dll di bentuk PANDA!! Lucuuu….
    • Saking banyaknya resto dan cafe, kita yang awalnya milih tempura malah bingung. Sampe akhirnya memutuskan makan di sebuah restoran seharga ¥1680, paket tempura, tapi bukan tempura yang kita maksud sebelumnya. Saya merasa sulit menghabiskannya karena rasanya diluar ekspektasi.
    • Ada roller coaster-nya juga!! Asiik.. Gondola yang jauh disana juga mantep!!
    • Komitmen waktu sampe jam 3, biar bisa cepat balik..
    • Ada bangau pink..
    • Yang pastinya, tempat awal yang kita tuju adalah PANDA!! Di no. 3 & no. 6 berdasarkan map-nya. Lucu bangett.. ngegemesiin.. Lagi-lagi, kurang sesuai ekspektasi awal saya yang mengira panda-nya banyak disana-sini, ternyata masing-masing ditaruh di satu area masing-masing.
    • Info yang didapat Mba U, disini ada atraksi-atraksi juga, lho.. hanya saja ada skedulnya. Nah, ini nih yang nggak kita perhatiin.. Lagian, karena akses yang jauh ini, kita juga ga bisa berlama-lama nih.. Yang penting tujuan utama PANDA, so everything about PANDA dah..
    • Kita-kita ketagihan sama pop corn-nya ¥500, se cup guede & enak!!
    • Sempat saling nyari juga pas nyari-nyari souvenir, untung ketemu dan langsung naik bus balik. Udah tutup juga wisatanya, sampe jam 4 doang kayaknya yak.
  • 16:50 Cus, bus balik
  • 17:00 白浜駅 /Shirahama eki/
  • 17:28 東急 /toukyuu/ kereta cepat ¥1400
  • 18:45 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station) +¥889
    • Karena masih banyak waktu, kita keliling-keliling. Sempat makan malam juga, laper euy.. Hidangan teranyar malam ini tahu & seafood.
  • 21:10 Bus 161, berangkat.. Lelah hayati..
  • 21:50 Berangkat dengan kapal feri. Tepar euy.. Batrei HP pada lowbatt, ga cuma itu, sampe power bank juga!!
  • 23:58 Sampe kembali di 和歌山フェリー南海 (Wakayama Ferry Nankai), alhamdulillah.. Gilaak, capek nian…
  • Pulangnya kudu pake taxi lagi, nasib.. nasib.. Tapi alhamdulillah.. perjalanan yang melelahkan ini luar biasah!! (Udah ga ada transportasi umum euy jam seginih).

Kesan

  • Tadinya saya kira perjalanan ke Kyoto-lah yang paling tidak praktis karena transportasinya, ternyata sekarang digantikan oleh Wakayama. Mungkin, karena lokasinya jauh dari pusat kota. Karenanya, boleh dibilang perjalanan paling mahal bagi saya selama di Jepang, bajet kasar di luar makan dan belanja sekitar ¥16.000 (transpotasi kapal feri, bus, JR, kereta cepat, dan tiket Wakayama Adventure World) terhitung pulang-pergi dari dan ke- 徳島フェリー南海 (Tokushima Ferry Nankai).
  • Seandainya di Wakayama ada City Loop kayak di Kobe atau chikatetsu kayak di Osaka, pasti bisa berlama-lama di Wakayama Adventure World-nya.
  • Waktunya nggak efektif nih.. Perjalanan Tokushima-Wakayama dengan kapal feri 2-2,5 jam. Kemudian menuju lokasi dengan bus & kereta api dengan transit berkali-kali memakan waktu hampir 5 jam. Total perjalanan secara umum terhitung dari rumah mungkin sekitar 9 jam, dari 和歌山フェリー南海  saja sekitar 7,5 jam.
  • Di perjalanan sering kesulitan, karena kanji semua!! Boro-boro mikirin bahasa inggrisnya, furigana-nyapun tak de.
  • Terlepas dari kerumitan transportasi, saya kagum dengan pariwisata di Jepang. Mereka konsisten dengan icon masing-masing daerah yang bisa menjadi income. Contohnya, Wakayama yang terkenal dengan PANDA, mulai dari desain transportasi hingga makanan, semua menggunakan icon panda. Selain itu, juga bersih dan tertata.
  • Everything about PANDA, ekspedisi selesai. Terimakasih, Mba U & Vit chan.. Perjalanan kita benar-benar luar biasa..

Kamus

  • 徳島フェリー南海 =  Tokushima Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way /chu wei/ = Pulang-pergi
  • Kayak = Seperti
  • Tengok = Lihat

Related Link

Gallery

Hello Kobe!

Gallery

Tokushima Bus「17」名東 |「17」Myoudou

徳島駅から | From Tokushima Station | Dari Stasiun Tokushima

  • 徳島駅前|とくしまえきまえ | Tokushima Eki Mae | Tokushima Station | Stasiun Tokushima
    • Terminal Bus
    • Stasiun Kereta Api
    • Clement
      • Basement
        • Omiyage (Oleh-oleh & cenderamata)
      • 1F (Lt. 1)
        • Starbucks
        • Stasiun KA
        • Toko roti
        • Supermarket
      • 2F (Lt. 2)
        • ATM
        • Italian Cafe Pizza Royalhat
      • 3F (Lt. 3)
        • クレメント矯正歯科| Clement Orthodontic Clinic | Klinik Gigi Clement, khusus pemasangan behel (kyosei).
      • 4F (Lt. 4)
        • ☆Can Do☆ (100円 shop alias serba 100 yen)
    • 7 Eleven
    • Family Mart
    • Daiwa Hotel
  • 西大工町二丁目|にしだいくまちにちょうめ| Nishidaiku-machi Ni-choume
  • 西大工町三丁目|にしだいくまちさんちょうめ | Nishidaiku-machi San-choume
  • 西新町|にししんまち | Nishishin-machi
  • 佐古一番町|さこいちばんちょう | Sako Ichiban-chou
    • 佐古駅 | さこえき | Sako Station | Stasiun Sako
    • 広島風お好み焼とたこ焼 BuBu | Okonomiyaki ala Hiroshima & Takoyaki BuBu
  • 佐古三番町|さこさんばんちょう | Sako Sanban-chou
  • Yoshinari Hospital
  • 佐古五番町|さこごばんちょう | Sako Goban-chou
  • 佐古六番町|さころくばんちょう | Sako Rokuban-chou
  • 佐古七番町|さこななばんちょう | Sako Nanaban-chou
  • 佐古八番町|さこはちばんちょう | Sako Hachiban-chou
  • 蔵本中央病院前|くらもとちゅうおうびょういんまえ | Kuramoto Chuuo Byouin Mae | Kuramoto Chuo Hospital
  • 医学部前|いがくぶまえ | Igakubu Mae
    • 徳島大学蔵本キャンパス | Tokushima University Hospital → 医療大学 |いりょうだいがく
  • グランド東口|ぐらんどひがしぐち | Gurando Higashiguchi
  • 蔵本グランド前|くらもとぐらんどまえ | Kuramoto Gurando Mae
  • 加茂名中学校前|かもなちゅうがっこうまえ | Kamona Chuugakkou Mae | Kamona Junior High School | SMP Kamona
  • 西署前|にししょまえ | Nishisho Mae
    • 徳島県警察 | Tokushima-ken Keisatsu | West Tokushima Police Station | Kantor Polisi Tokushima bagian barat
    • 松永病院 | Matsunaga Hospital | Rumah Sakit Matsunaga
    • Takoyaki Ikubee
    • 老人保健施設エルダリーガーデン | The Health Service Facility Elderly Garden
  • 加茂名小学校前|かもなしょうがっこうまえ | Kamona Shougakkou Mae | Kamona Elementary School | SD Kamona
  • 鮎喰町一丁目|あくいちょういっちょうめ | Akui-chou Ichi-choume
    • キョーエイ | Kyoei Supermarket
    • au Shop Kamona
  • 上鮎喰|かみあくい | Kamiakui
  • 上鮎喰回転場|かみあくいかいてんじょう | Kamiakui Kaitenjou
  • 加茂名南小学校前|かもなみなみしょうがっこうまえ | Kamona Minami Shougakkou Mae | South Kamona Elementary School | SD Kamona bagian selatan
  • 名東二丁目北|みょうどうにちょうめきた | Myoudou Ni-choume Kita | East Myoudou 2-chome | Myoudou 2 bagian Utara
  • 名東二丁目|みょうどうにちょうめ | Myoudou Ni-choume
  • 名東三丁目|みょうどうさんちょうめ | Myoudou San-choume
  • 名東住宅前|みょうどうじゅうたくまえ | Myoudou Juutaku Mae
  • 久光|ひさみつ | Hisamitsu
  • 原町|はらまち | Haramachi
  • 僧都|そうず | Sozu

徳島駅まで | Go to Tokushima Station | Ke Stasiun Tokushima

  • 僧都|そうず | Sozu
  • 原町|はらまち | Haramachi
  • 久光|ひさみつ | Hisamitsu
  • 名東住宅前|みょうどうじゅうたくまえ | Myoudou Juutaku Mae
  • 名東三丁目|みょうどうさんちょうめ | Myoudou San-choume
  • 名東二丁目|みょうどうにちょうめ | Myoudou Ni-choume
  • 名東二丁目北|みょうどうにちょうめきた | Myoudou Ni-choume Kita | East Myoudou 2-chome | Myoudou 2 bagian Utara
  • 加茂名南小学校前|かもなみなみしょうがっこうまえ | Kamona Minami Shougakkou Mae | South Kamona Elementary School | SD Kamona bagian selatan
  • 上鮎喰回転場|かみあくいかいてんじょう | Kamiakui Kaitenjou
  • 上鮎喰|かみあくい | Kamiakui
  • 鮎喰町一丁目|あくいちょういっちょうめ | Akui-chou Ichi-choume
    • 7 Eleven
  • 加茂名小学校前|かもなしょうがっこうまえ | Kamona Shougakkou Mae | Kamona Elementary School | SD Kamona
  • 西署前|にししょまえ | Nishisho Mae
    • ファミリマート 「ファー魔」| Family Mart
  • 加茂名中学校前|かもなちゅうがっこうまえ | Kamona Chuugakkou Mae | Kamona Junior High School | SMP Kamona
    • Seberang halte:
      • 老人保健施設エルダリーガーデン | The Health Service Facility Elderly Garden
      • Takoyaki Ikubee
      • 松永病院 | Matsunaga Hospital | Rumah Sakit Matsunaga
      • 徳島県警察 | Tokushima-ken Keisatsu | West Tokushima Police Station | Kantor Polisi Tokushima bagian barat
  • 蔵本グランド前|くらもとぐらんどまえ | Kuramoto Gurando Mae
  • グランド東口|ぐらんどひがしぐち | Gurando Higashiguchi
  • 医学部前|いがくぶまえ | Igakubu Mae
  • 蔵本中央病院前|くらもとちゅうおうびょういんまえ | Kuramoto Chuuo Byouin Mae | Kuramoto Chuo Hospital
    • 阿波銀行蔵本支店| Awa Bank Kuramoto Branch
  • 蔵本駅| くらもとえき| Kuramoto Eki | Kuramoto Station | Stasiun Kuramoto
  • 佐古八番町|さこはちばんちょう | Sako Hachiban-chou
  • 佐古七番町|さこななばんちょう | Sako Nanaban-chou
  • 佐古六番町|さころくばんちょう | Sako Rokuban-chou
  • 佐古五番町|さこごばんちょう | Sako Goban-chou
  • 佐古三番町|さこさんばんちょう | Sako Sanban-chou
  • 佐古一番町|さこいちばんちょう | Sako Ichiban-chou
  • 南出来島|みなみできじま | Minami Dekijima | South Dekijima | Dekijima Selatan
  • 郷土文化会館前|きょうどぶんかかいかんまえ | Kyoudo Bunka Kaikan Mae | Tokushima Art Foundation For Culture
  • 元町|もとまち | Motomachi
    • Sogo Mall
  • 徳島駅前|とくしまえきまえ | Tokushima Eki Mae | Tokushima Station | Stasiun Tokushima
    • Terminal Bus
    • Stasiun Kereta Api
    • Clement
      • Basement
        • Omiyage (Oleh-oleh)
      • 1F (Lt. 1)
        • Starbucks
        • Stasiun KA
        • Toko roti
        • Supermarket
      • 2F (Lt. 2)
        • ATM
        • Italian Cafe Pizza Royalhat
      • 3F (Lt. 3)
        • クレメント矯正歯科| Clement Orthodontic Clinic | Klinik Gigi Clement, khusus pemasangan behel (kyosei).
      • 4F (Lt. 4)
        • ☆Can Do☆(100円 shop alias serba 100 yen)
    • 7 Eleven
    • Family Mart
    • Daiwa Hotel

Kebab Halal Di Tokushima

Today news buat yang suka hunting kuliner. Selain restoran yang ada di lantai 5 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), ada lagi nih tempat makan halal yang recomended, terutama buat para pendatang muslim yang pertama kali datang ke Tokushima.

Kuliner asal Turki ini bertempat persis di seberang Tokushima University Hospital. Lokasi ini beralamat di Kuramotocho 2 chome-44, Tokushima City, Tokushima. Buka pukul 11:00-14:00 siang dan 17:00-21:00 malam.

Akses dari Tokushima Station bisa menggunakan bus dengan ongkos ¥210. Selain itu, juga bisa menggunakan taxi dengan tarif sekitar ¥1.000-an.

Desain restoran ini terbilang cukup sederhana dengan pemandangan lepas menghadap ke lalu lintas. Namun, siapa sangka pengunjung yang datang sangatlah variatif, mulai dari negara asal, pekerjaan bahkan corak bahasa; sebuah kombinasi sosial yang indah!

Tidak hanya itu, tempat ini juga nyaman banget buat dijadiin tempat nongkrong, ala cafe-nya anak-anak muda di Indonesia, tapi juga relatif untuk semua usia. T.O.P dah..

Disini, tersedia aneka menu kebab dan juga makanan halal lainnya.  Hidangan-hidangan ini dibandrol dengan harga yang cukup ekonomis, mulai dari ¥200. Tersedia juga dalam paket  menu tertentu.

Nah, buat para penggemar kebab di Indonesia, pastinya sudah tidak asing lagi dengan aneka menu kebab, bukan? Tapi, kebab yang ada disini sedikit berbeda dari rasa maupun kemasannya. Kuliner  khas Turki ala Halal Kebab ini terbuat dari kombinasi daging ayam, sayur kol, roti dan bumbu khas kebab.

Salah satu menu yang paling populer disini adalah ケバブサンドイチ (Kebab Sandwich). Kita bisa memilih rasa sesuai selera, sedang atau pedas. Tersedia dalam ukuran kecil (小 ¥500) dan besar (大 ¥650).

Menu lainnya, seperti: cake (ケーキ ¥200). Kue berwarna putih ini terdiri dari lapisan bolu yang didalamnya diisi dengan krim (cream) yang agak manis, disajikan dalam keadaan frozen (beku). Tepatnya, mirip dengan bolu gulung di Indonesia dalam kemasan beku.

Untuk minuman, ada air mineral (GRATIS!), teh (チャイ ¥200) dan kopi (コーヒー ¥200). Sedikit berbicara tentang teh, minuman ini disajikan dalam suhu hangat. Soal rasa, teh ini boleh dibilang perpaduan antara rasa khasnya teh Indonesia dan teh Jepang, tentunya dengan aroma yang wangi dan tidak terlalu manis (meskipun telah dibubuhi gula).

Jembatan Onaruto

Belum lengkap rasanya ke Osaka jika belum mampir ke Namba melihat Patung Glico, begitu juga dengan Tokushima. Pastinya, destinasi yang paling dicari disini adalah Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge) yang menjadi landmark-nya Tokushima.

Jembatan ini menghubungkan Kota Naruto di Perfektur Tokushima dan Awaji di Perfektur Hyogo. Uniknya, disini ada uzu alias pusaran air yang menjadi daya tarik tersendiri dari sebuah fenomena alam. Pusaran air ini terjadi 2x sehari sesuai dengan waktunya (bisa disearching di internet atau dibaca di leaflet terkait). Pasang-surut arus laut ini dipengaruhi oleh pergerakan bulan, semakin penuh penampakan bulan di bumi, semakin besar uzu terbentuk.

Akses dari Tokushima Station (徳島駅) dengan menggunakan bus no. 27 di 1番のりば (halte no.1), di loket A (halte pertama di seberang 7eleven yang berada di samping Daiwa Hotel). Lama perjalanan sekitar satu setengah jam dengan bajet ¥720. Kemudian, turun di halte Naruto Park (鳴門公園).

Sekitar 2 meter dari halte Naruto Park (鳴門公園) ini, ada sebuah toko omiyage (oleh-oleh) yang juga menyediakan udon (mie berukuran lebar dan tebal) dengan harga yang cukup variatif. Tidak hanya itu, disini juga menyediakan tiket kapal (船) seharga ¥1.550/orang.

Selanjutnya, dari toko ini, berjalan kaki sekitar 15 menit ke arah bawah, menuruni jalan besar beraspal dengan tikungan cukup tajam. Setelah sampai di pertigaan yang memiliki akses jalan sedang di sisi kanan jalan, menyeberang dan berjalan sekitar 5 menit. Disini ada pelabuhan mini dan loket pembelian tiket.

Di loket ini, tersedia banyak informasi wisata di sekitar naruto, aneka omiyage dan cenderamata khas Tokushima, juga tentunya tempat pembelian tiket (termasuk check-in bagi yang sudah memiliki tiket). Bahkan, jika ingin melanjutkan perjalanan ke uzo no michi-pun bisa menambah pembelian tiket seharga ¥250.

Setelah check-in, pengunjung mesti menunggu di loket sampai jadwal yang telah ditentukan. Selanjutnya, melalui proses antri, wisatawan menaiki kapal dan bebas memilih area dalam ruangan atau luar ruangan. Biasanya, mayoritas pengunjung lebih memilih di beranda kapal, karena bisa berinteraksi langsung dengan si uzu nan ‘jinak’ selama 20-30 menit.

Spot alam yang luar biasa menakjubkan itu bisa ditemukan di beberapa titik. Dan, buat pelancong yang siap uji nyali, pastinya juga siap menyapa si “uzu” nan kece badai, bukan?! Pusaran air yang cukup besar juga akan membuat gelombang besar dan dengan lincahnya mengayun-ayunkan sisi badan kapal hingga sesekali riaknya menyapa pengunjung bak hujan gerimis. Buat yang hobby berselfieria, kudu hati-hati nih disini, jangan sampai saking eksisnya malah lupa kalau kameranya sudah ikutan terbang dan berenang, ya..

Gallery

Kamus

  • 大鳴門橋 /oonaruto hashi/ = Jembatan Onaruto (Onaruto Bridge).
  • 徳島駅 /tokushima eki/ = Stasiun Tokushima (Tokushima Station).
  • 渦潮 /uzushio/ = Pusaran air (Whirpool).
  • のりば /noriba/ = Tempat menaiki bus (Halte).
  • おみやげ /omiyage/ = Oleh-oleh.
  • 船 /fune/ = Kapal.
  • 鳴門公園 /narutokouen/ = Taman Naruto (Naruto Park).

 

Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Ibarat Padang dengan Tari Piring-nya, Tokushima identik dengan Awa Odori (Tarian Awa). Biasanya, setiap tahun, awa odori bisa dinikmati festivalnya di musim panas (natsu), pada bulan Agustus di Perfektur Tokushima. Tapi, buat yang penasaran, ingin melihat langsung di waktu yang berbeda, bisa mengunjungi lantai 2 Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway) dengan insert ¥600. Lokasinya dekat dengan Tokushima Station (satu halte bus sebelum stasiun).

Disini diperkenalkan evolusi tarian awa. Buat yang tidak mengerti bahasa jepang, disediakan teks dalam bahasa inggris. Pengunjung juga diajak ikut serta, lho.. Pada akhir acara, diberikan perhargaan (sertifikat) layaknya wisudawan/wisudawati, namun ini hanya diserahkan pada 2 orang pengunjung yang beruntung saja. Jika Anda salah satu diantaranya, pasti akan menjadi pengalaman yang luar biasa!

Nah, yuk kita ngotrelin alias ‘ngobrol travelling’ objek wisata unik yang satu ini, check it out..

Lokasi Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway)

Terletak sekitar 700 meter dari Tokushima Station (jika menggunakan bus, satu halte sebelum stasiun). Akses dari Tokushima Station bisa ditempuh dengan berjalan kaki (sekitar 15 menit) lurus hingga menyeberangi sekitar 2 perempatan besar dan jembatan Shinmachibashi berikut jejeran pertokoan di gedung bertuliskan kanji新町橋(Shinmachibashi).

Gedung Awa Odori Kaikan ini cukup unik, dari kejauhan bisa dilihat ropeway berlalu-lalang dari bagian tertinggi gedung hingga puncak gunung. Tak kalah unik, di halaman depannya terdapat tempat duduk berbahan dasar kayu dan atapnya menyerupai topi penari perempuan awa odori yang menjadi salah satu maskot Tokushima. Wisata ini juga bersebelahan dengan jinja. Jadi, terbilang sangat mudah ditemukan.

Insert

Untuk masuk Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway), pengunjung bisa memilih paket sesuai keinginan. Berikut pilihannya:

  • Umum
    • Awa Odori Museum: ¥300
      • Buka pukul 09:00-17:00 dengan entrance sampai 16:50.
      • 28 Desember hingga 1 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Awa Odori Hall
      • Afternoon dance (tarian sore): ¥600
        • Ditampilkan oleh tim tari khusus: AWANOKAZE.
        • Di akhir pekan (weekdays), tampil pukul 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Sabtu, minggu dan hari libur, tampil pukul 11:00, 14:00, 15:00 & 16:00.
        • Lama penampilan: 40 menit.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • Penampilan khusus pada 12-15 Agustus.
        • 28 Desember hingga 3 Januari (2-3 Januari ada penampilan khusus) bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
      • Evening dance (tarian malam): ¥800
        • Ditampilkan oleh tim tari terkenal (1 tim setiap malam).
        • Penampilan selama 50 menit dari pukul 20.00 hingga selesai.
        • Layanan khusus antara 11-15 Agutus selama penampilan awa odori.
        • 21 Desember hingga 10 Januari bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.
    • Ropeway
      • Insert:
        • One-way (6 menit):¥610
        • Return:¥1.020
      • Buka setiap tahun.
        • April-Oktober: 09.00-21.00
        • November-Maret: 09.00-17.30
        • *12-15 Agustus: 09.00-22.00
        • *Selama event khusus: 09.00-21.00
  • Paket (great-deal unit price)
    • Set 3 pilihan (set of three options)
      • Museum + afternoon dance ropeway (return) = ¥1.620
    • Set 2 pilihan A (set of two options A)
      • Museum + ropeway (return) = ¥1.120
    • Set 2 pilihan B (set of two options B)
      • Museum + afternoon dance = ¥800

*Diskon lainnya tidak bisa digunakan bersamaan dengan set tiket.

Tiket bisa dibeli di jidouhanbaiki (mesin penjual otomatis), sebelah kanan dari pintu masuk. Jika tidak mengerti, ada bagian informasi yang station-nya bersebelahan dengan jidouhanbaiki.

1F Arudeyo Tokushima (Lantai 2)

Memasuki gedung, pengunjung bisa membeli tiket di sebelah kanan melalui jidouhanbaiki. Jika segera lanjut ke lantai berikutnya, ada lift di sisi kiri. Namun, jika ingin cuci mata dengan aneka cenderamata dan omiyage (oleh-oleh) khas Tokushima, pengunjung bisa langsung ke sisi belakang. Makanan khas Tokushima seperti manju, osato, segala bentuk olahan imo (ubi berkulit ungu dengan isi kuning, hasil pertanian andalan di Tokushima). Cenderamata yang khas yaitu mainan HP (mobile phone) berbentuk sodachikun (boneka dengan dominasi warna hijau yang menjadi icon Tokushima) dan boneka penari awa odori.

Lantai dasar ini buka dari pukul 09.00-21.00 waktu setempat. Khusus tanggal 21 Desember sampai 10 Januari (termasuk hari libur), buka sampai pukul 18.00. Namun, pada 28 Desember hingga 1 Januari, tempat ini bisa saja tutup tanpa pemberitahuan.

2F Awa Odori Hall (Lantai 2)

Nah, ini nih yang tadi sempat diulas di prolog.. Buat pengunjung yang ingin melihat langsung keelokan awa odori ataupun berminat untuk ikut merasakan bagaimana rasanya menarikan tarian awa, disinilah tempatnya. Disini diceritakan evolusi awa odori  berikut contoh gerakannya. Penyampaiannya mirip presentasi seminar dan buat pengunjung asing tersedia teks dalam bahasa inggris.

Kemudian, di akhir acara, buat yang beruntung bisa mendapatkan sertifikat, hanya untuk 2 orang pengunjung saja! Tidak hanya diserahkan layaknya wisudawan/ti, buat pengunjung yang ikut menari juga diberikan kain pengikat kepala unik dengan dominasi warna biru dan putih, khasnya tarian awa.

Dibagian luar, sebelum atau setelah teater, di sisi kanan lift, ada papan berdesain khusus yang bagian kepalanya dilobangi (salah satu media untuk bereksis-ria). Di bagian dindingnya tersusun dengan sangat apik lampion-lampion bertuliskan kanji. Selain itu, juga ada sofa, tempat ini ditata seperti lobi dalam bentuk minimalis tapi luas.

3F Awa Odori Museum (Lantai 3)

Di lantai ini, pengunjung disuguhkan penampilan tarian awa yang didesain menarik, kemudian dibawa menelusuri sejarah awa odori. Diantaranya, lukisan yang menceritakan kehidupan masa lalu masyarakat awa, miniatur-miniatur, alat musik dan pakaian awa odori, bioskop 3D /tridi/ bertemakan tarian awa, dll. Yang paling menarik, ada 2 robot yang menampilkan gerakan awa odori.

5F Bizan Bottom Ropeway Terminal (Lantai 5)

Lantai ini merupakan terminal awal ropeway yang nantinya akan mengantarkan pengunjung ke puncak gunung dengan view elok kota Tokushima. Di lantai ini juga terdapat sebuat restoran. Uniknya, tersedia makanan HALAL!! Ada tulisan حلال-nya! Kabar gembira nih buat yang muslim. Namun, restoran ini hanya buka hingga jam 5 sore saja.

Bizan Ropeway

Ropeway ini memiliki 2 jalur yang akan mengantarkan pengunjung menyisiri hamparan area pepohonan hingga puncak gunung. Semakin tinggi, semakin terlihat view lepas pemandangan kota Tokushima yang menyuguhkan indahnya kombinasi daratan dan lautan.

Di puncak gunung ini ada teropong khusus (seperti teropong yang ada di puncak Monas, Jakarta) yang bisa digunakan untuk menelisir pemandangan sekitar dalam jarak pandang yang cukup jauh hanya dengan memasukkan uang koin ¥100. Selain itu, disini juga terdapat jinja dan pagoda.

Pagoda

Khusus pagoda, ada acara tahunan (annual events):

  • Waktu:
    • 21 Maret
    • 15 Agustus
    • 26 September
  • Insert:
    • Dewasa: ¥200
    • Anak-anak: ¥100

Hanami (花見)

Tak ada yang tak kenal bunga sakura (cherry blossom), bukan?! Nah, alih-alih mau masuk bulan April, alias waktunya musim semi (springharu 春), di gunung ini bakal terlihat nuansa pinky-pinky-nya. Dan, ini menjadi waktu yang tepat buat para pengunjung yang tak ingin melewatkan kesempatan buat hanami-an.

*Hanami (花見) dalam bahasa jepang berarti melihat bunga, ini merupakan tradisi jepang dalam menikmati keindahan bunga, terutama sakura.

Gallery

Referensi

  • Semua informasi disadur dari Awa Odori Kaikan (Bizan Ropeway).

Recommended Link

ビッグひな祭り (Big Hinamatsuri)

Apa itu Hinamatsuri?

ひな祭り (Hinamatsuri) merupakan festival boneka terbesar di Jepang sebagai hari perayaan anak perempuan.

Biggu Hinamatsuri

ビッグ (biggu) berasal dari kata serapan bahasa inggris “big” yang berarti besar. Jadi, biggu hinamatsuri adalah perayaan besar untuk anak perempuan. Ini menjadi nama disebuah event lokal hinamatsuri di Katsura, Perfektur Tokushima.

Boneka sebanyak itu dapat dari mana? Sengaja dibeli atau dibuat sendiri?

Sewaktu anak perempuan lahir, si ibu membeli boneka untuk perayaan (oiwai). Ketika usia sang anak beranjak 20 tahun (dari sumber yang berbeda menyebutkan 18 tahun), boneka ini diserahkan ke jinja (kuil Shinto).

Nah, boneka inipun sangat variatif; ada yang lengkap dengan gotenbina (rumah boneka) bertingkat (tingkatan inipun bermacam-macam); ukuran besar, sedang dan kecil; bentuk tertentu seperti pakaian, ikatan rambut dan benda yang digenggam boneka, memiliki makna tersendiri yang berhubungan dengan kepercayaan orang Jepang; dll.

Butuh waktu berapa lama menyusun boneka itu hingga tertata dengan sangat apik?

Penyusunan boneka yang menggunung menyerupai piramid ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan sebelum hari H. Setelah kegiatan usai, boneka ditutupi permukaannya (dibungkus) dan disimpan didalam kotaknya masing-masing. Tahun berikutnya, di hari perayaan yang sama, boneka ini kembali disusun sekitar 2 bulan sebelum festival berlangsung.

Uniknya, meskipun seluruh boneka telah disimpan, piramid ini tidak dipindahkan alias masih tetap berada diposisi semula.

Lokasi

Acara ini dirayakan di berbagai tempat di Jepang. Khusus di Perfektur Tokushima, event ini diadakan di Katsura (勝浦), tepat di seberang halte bus 人形文化交流館前 (sisi kiri jalan). Tempat ini bukan kuil, tapi lebih menyerupai sebuah aula besar.

Akses

Dari 徳島駅 (Tokushima Station) menaiki 徳島バス (Bus Tokushima) yang berlabel 山成町, berwarna putih dengan perpaduan bis 2 garis biru dan 1 pink ditengahnya. Bus ditunggu di loket tunggu no. 3 (3 番のりば). Bus berangkat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Lama perjalanan sekitar 1 jam dengan biaya 720.

Jika pengunjung tidak memiliki akses internet ataupun informasi yang relevan tentang jadwal bus, bisa langsung bertanya ke bagian informasi bus yang bertuliskan バス案内所, mereka akan menjelaskan secara rinci.

Kapan hinamatsuri diadakan?

Acara ini berlangsung dari tanggal 19 Februari s/d 2 April 2017, pukul 09.00-16.00 (waktu setempat). Namun, perayaan puncak adalah tanggal 3 Maret setiap tahun.

Insert

Biaya masuk biggu hinamatsuri:

  • Umum : 300 yen
  • Anak-anak usia 10 tahun ke atas : 200 yen
  • Anak SD: 100 yen

Pertunjukan boneka

Di perayaan ini, juga diadakan pertunjukan boneka. Pertunjukan ini mirip dengan wayang di Indonesia dan pertunjukan boneka dari Cina ataupun Korea. Hanya saja, tentunya terdapat banyak perbedaan, terutama latar belakang budaya masing-masing.

Boneka yang berbentuk ibu dan anak perempuan ini masing-masingnya digerakkan oleh 3 orang dalang yang memakai pakaian serba hitam menutupi seluruh bagian tubuhnya. Sementara, di sisi kiri panggung, duduk dengan apik 2 orang wanita berpakaian tradisional jepang sebagai pembaca cerita dan pemain gitar khas jepang.

Pertunjukan dibuka oleh seorang protokol dengan prolog yang bercerita tentang sebuah keluarga. Kemudian, gitar dimainkan dan pencerita mulai membaca buku yang menyerupai kitab, layaknya seorang penyair yang menghayati karyanya dengan sangat mendalam. Pencerita ini terkadang berperan sebagai ibu dan terkadang sebagai anak perempuan. Alur cerita yang dibawakan tergambar dari aksi para dalang menggerakkan si boneka di panggung.

Sedikit mengulas tentang gitar khas jepang, alat musik ini memiliki 3 senar yang disebut sanmisen. Dipetik dengan menggunakan bacchi dan ada kain khusus yang digunakan sebagai pelindung jari saat memegang pengatur senar.

Selain gitar itu, juga ada alat musik tradisional jepang lainnya yang bernama koto. Bentuknya nyaris sama dengan kecapi.

Upacara minum teh

Menariknya biggu hinamatsuri di Katsura ini, ada tempat berukuran sekitar 2×3 meter yang menyuguhkan jamuan tradisional khas jepang, apalagi kalau bukan teh hijau (ocha) dan mochi sebagai okashi (kue).

Penyajian teh ini benar-benar sesuai dengan tradisinya. Teh ini sangat berbeda dengan teh hijau biasanya. Bentuk permukaannya berbuih dan rasanya sangat kental nuansa ocha. Tidak hanya itu, bentuk mochi yang disajikan juga unik menyerupai bunga dan tentunya nyummy.. Sajian ini bisa dinikmati seharga 400 yen.

Cuaca yang masih meniupkan sisa-sisa musim dingin, cocok banget buat nge-teh disini. Tempat duduknya yang menyerupai lesehan ini hangat dan nyaman.. Selain ocha, juga ada menu kopi dan aneka omiyage (oleh-oleh) lainnya yang terbuat dari kerajinan tangan dengan harga berkisar 400 yen.

Omiyage

Bicara tentang oleh-oleh, disini tersedia aneka pilihan, mulai dari mochi, senbe, arare, dll. Harga berkisar 300-400 yen-an/bungkus.

Ngomong-ngomong soal makanan, buat para muslim, tetap konfirm dulu sebelum membeli.

Fasilitas

Berbagai fasilitas lainpun tersedia disini, seperti: toilet yang bertuliskan お手洗 (baca: otearai), kantin yang lengkap dengan aneka jajanan kuliner, pertunjukan boneka gratis, dll. Tidak hanya ini, disini memang tidak tersedia fotografer khusus, namun ada seorang sukarelawan dari pihak penyelenggara yang mobile (keliling), beliau sering menawarkan diri pada pengunjung jika butuh bantuan pengambilan foto (tentunya dengan kamera masing-masing).

Statistik pengunjung

Berdasarkan informasi dari Hanabusa san, salah seorang penyelenggara, setiap harinya pengunjung mencapai tiga ribu orang lebih. Jika dilihat sekilas memang tidak bisa diduga, karena pengunjung datang silih berganti. Jam paling ramai adalah pagi dan sore hari.

Midaregami

Midaregami adalah hiburan khusus yang diadakan di lokasi sekitar event oleh penduduk setempat dengan menampilkan tarian tradisional jepang (bersifat lokal dan tarian yang dimaksud bukan Awa Odori yang menjadi tari daerah Tokushima). Kegiatan ini diadakan malam hari pada 4 Maret 2017.

Gallery

Referensi

  • Tanagami san via sharing pada Januari 2017. Tokushima City.
  • Hanabusa san & Sakata san via sharing pada 3 Maret 2017. Katsura.
  • Risa chan & Ien chan via sharing pada 3 Maret 2017. Tokushima City.

Catatan

Boneka ini terhubung dengan kepercayaan orang jepang, jadi tidak boleh asal terima meskipun sebagai omiyage. Bagi orang Jepang sekalipun, kalaupun boneka ini akan diberikan kepada orang lain, biasanya hanya kepada kerabat keluarga, itupun dengan beberapa catatan tersendiri. Selain itu, boneka ini hanya boleh dipajang selama 3 hari setelah dibawa pulang. Selanjutnya, disimpan ditempat tertutup.

Boneka ini juga tidak boleh diletakkan di sembarang tempat ataupun dibuang. Beberapa sumber menyebutkan, boneka ini memiliki aura mistis dan harus dikembalikan ke tempat asalnya (lokasi awal omiyage diterima). Namun, beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa boneka itu harus dikembalikan ke Otera (tempat beribadah kepercayaan Hotokesama, penganut Budha di Jepang), itupun tidak sembarang otera bisa diserahkan, harus dikonfirmasi pada tempat yang benar-benar bisa menyucikan benda tersebut.

Jadi, catatan tersendiri buat pengunjung asing, menerima omiyage memang menyenangkan, apalagi dengan bentuk yang indah dan bernilai seni tinggi. Namun, kita juga perlu tau sejarah dari omiyage tersebut.

Mesjid Kobe

Buat para perantau atau pelancong yang stay di Jepang, khususnya kaum muslim, pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama yang satu ini, Kobe Muslim Mosque a.k.a Mesjid Kobe.

Tempat ibadah umat Islam ini terletak di 2-25-14 Nakayamatedori, Chuo Ward, Kobe, Perfektur Hyogo 〒 650-0004. Tepatnya, di balik gedung NHK, TVRI-nya Jepang, tidak jauh dari bangunan Jinja (tempat ibadah penganut Shinto).

Menurut Sensei Sawada, mesjid ini telah dibangun sejak ribuan tahun yang lalu. Waktu itu Kobe menjadi pusat dan lintas perdagangan di Jepang, sehingga berbagai negara memiliki akses ke negeri sakura, salah satunya dari Timur Tengah yang mayoritas beragama Islam.

Menurut sumber lain, mesjid tertua di Jepang ini juga menjadi saksi sejarah dan menjadi sebuah keajaiban. Mesjid ini tetap berdiri kokoh dikala semua bangunan luluh lantak pasca Perang Dunia II dan gempa besar yang pernah melanda Jepang.

Arsitektur Mesjid Kobe menyerupai banyak bangunan di Timur Tengah, kokoh dan megah. Pintu masuk ada di sisi kanan bagian belakang mesjid. Bagian dalam memiliki gengkang. Tempat ibadah laki-laki berada di lantai 1, sementara perempuan di lantai 2.

Di mesjid ini tempat wudlu dan toilet dipisah dan lebih luas. Di ruang toilet, terdapat beberapa toilet yang dilengkapi dengan wastafel. Di ruang wudlu, terdapat banyak kran yang bisa diatur suhu airnya. Khusus di lantai 2, ruang wudlu berdampingan dengan kaca rias dan fasilitas mukena.

Kegiatan

Selain kegiatan ibadah, di Mesjid Kobe juga dibuka kelas belajar. Khusus untuk perempuan, kelas ini dibawah bimbingan seorang muslimah Jepang yang fasih berbahasa Indonesia dan memiliki 2 orang tenaga pengajar.

Jenis Kelas

  • クルアーン (Qur’an)
  • ハディース (Hadist)
  • シャーリア (Syariah)
  • タジュウィード (Tajwid)
  • ドア (Do’a)

Jadwal Kelas

  • Senin s/d Jum’at pukul 10.00-15.00 (waktu Kobe).

Kontak

  • Kobe Mosque Education Center.

Akses

Dari Mesjid Osaka 

  • Belok kanan dari simpang gang Mesjid Osaka, berjalan lurus hingga jalan besar.
  • Belok kiri dan berhenti di basunoriba (halte bus). Lama perjalanan sekitar 8 menit.
  • Naik Bus Ibaraki, turun di Izumiya, lama perjalanan sekitar 30 menit.
  • Berjalan sekitar 5 menit menggunakan jembatan penyeberangan menuju Ibaraki Station ke Kobe-Sannomiya Station (JR-Kobe Line), naik JR, pilih line 2. Lama perjalanan sekitar 45 menit.
  • Dari pintu keluar Kobe-Sannomiya Station, belok kiri, menyeberang di persimpangan melewati Sankita Amour Plaza. Berjalan lurus hingga Ikuta Suji 「生田筋」, menyeberang, masuk jalan kecil di persimpangan dekat Tokyo Hands 「東急ハンス」.
  • Berjalan lurus, belok kiri di simpang 3.
  • Belok kanan, berjalan lurus hingga jalan besar; melewati bangunan jinja Ikuta Shirine dan Daichi Grand Hotel Kobe Sannomiya di sebelah kanan jalan; Hotel Montrey Kobe, Ikuta Police Station dan Kobe Tax Office di sebelah kiri.
  • Menyeberang, berjalan lurus hingga simpang 4 di Pearl Street 「パールストリート」.
  • Belok kiri, setelah gang pertama ditemukan Kobe Muslim Mosque.

Dari AbikoStation (MidosujiLine)

  • Total biaya sekitar ¥730. Lama perjalanan sekitar 1 jam.
  • Abiko Station ke UmedaStation dengan chikatetsu (MidosujiLine), perjalanan sekitar 24 menit, tiket reguler ¥320 atau menggunakan onedaypass.
  • Transit dari UmedaStation ke TokaidoStation (SanyoLine) dengan JR menuju Kobe-Sannomiya Station, perjalanan sekitar 27 menit.
  • Sampai di Kobe-Sannomiya Station, berjalan kaki sekitar 10 menit hingga Mesjid Kobe.

Dari Abiko Station (Midosuji Line)

  • Total biaya sekitar ¥640. Lama perjalanan sekitar 1 jam.
  • Abiko Station ke Umeda Station dengan chikatetsu (MidosujiLine), perjalanan sekitar 24 menit, tiket reguler ¥320.
  • Berjalan 1 menit. Transit Hankyu Umeda menuju Kobe-Sannomiya Station. Lama perjalanan sekitar 27 menit.
  • Berjalan kaki sekitar 10 menit hingga Mesjid Kobe.

Jika tidak memiliki akses internet, guide atau sejenisnya; minta informasi di bagian informasi sebelum keluar dari stasiun, biasanya diberikan panduan peta praktis.

Referensi

Rekomendasi Link

Catatan

  • Chikatetsu = Kereta api bawah tanah.
  • Onedaypass = tiket yang berlaku kemana saja dengan chikatetsu, tetapi terbatas untuk subway saja, berlaku sampai pukul 12 malam, alias seharian.
  • Hankyu = Kereta api cepat.
  • Gengkang = Sedikit space antara pintu dan bagian depan ruangan rumah khas Jepang, tempat meletakkan alas kaki (sepatu, sandal, dll).

Musafir Sehari

Prolog

Perjalanan panjang bukan hanya tentang kita dan berbagai destinasi indah yang ingin ditapaki. Adakalanya, setiap detilnya selalu terhubung pada Sang Khalik, sebuah perjalanan religi yang luar biasa berkah.

Minggu lalu, saya bersama sahabat, Q chan, berencana untuk mengunjungi Mesjid Osaka dan Mesjid Kobe. Kami bertekad, sebelum hijrah, kami harus mengunjungi kedua mesjid tersebut.

Agenda perjalanan kali ini:

  • Berangkat dari shelter pukul 13.00 (waktu Osaka).
  • Shalat Ashar di Mesjid Osaka.
  • Shalat Maghrib dan Isya di Mesjid Kobe.
  • Kobe Tower, kabarnya lebih indah pada malam hari.
  • Kobe Luminarie.
  • Harus kembali ke shelter sebelum pukul 00.00.

Hari ini adalah H-10 kami sebelum meninggalkan shelter. Tadinya, banyak penjejak yang mau ikut trip ini, karena padatnya aktifitas, akhirnya yang berangkat hanya saya, Q chan, Imam dan Nisa.

Menuju Mesjid Osaka
  • 14.00 Kami mulai bergerak menuju Abiko Station dan segera menaiki chikatetsu menuju Umeda Station. Beli tiket one day pass ¥600.
  • 14.24 Umeda Station.

Nah, seperti biasa, saya selalu menyelipkan kekonyolan disetiap perjalanan, tidak terkecuali untuk hari ini. Ketika keluar dari jalur Midosuji Line Umeda, one day pass saya ditolak. Karenanya, saya bertanya pada eki-in. Parahnya, saya men-charge kartu yang salah, tanggalnya beda!! OMG.. Saking banyaknya koleksi kartu subway!

Beralih ke Umeda Station. Bagi saya, stasiun ini menjadi stasiun terbesar yang pernah saya lewati di Jepang. Selain menjadi lintas dari berbagai jenis transportasi, di stasiun ini juga terbagi menjadi banyak unit. Jadi, harus punya petunjuk yang cukup; jika tidak, segera bertanya ke bagian informasi atau eki-in.

Nah, setelah linglung ga jelas, kami yang hanya mengandalkan internet map dan berbekal notes, menyerah dan lebih memilih option mencari info ke bagian informasi, dan ini sangat sangat efektif.

  • 15.00 Naik hankyu, tiket ¥290.
  • 15.06 Berangkat.. Gila, pemandangannya keren bo’.. Barisan pohon sisa-sisa koyo yang penuh warna.. Andai kami melewati tempat ini saat pertengahan aki..
  • 15.50 Yamada Station. Beli tiket osaka monorail ¥270. Kami segera mencari informasi melalui bagian informasi. Kami diberi peta lengkap dengan petunjuknya.
  • 15.53  Bampaku-kinen-koen Station.
  • 15.58 Norikae (transit) menuju Toyokawa Station.
  • 16.04 Toyokawa Station.

Kami menanyakan akses ke Mesjid Osaka pada eki-in. Tapi, tetap saja, bingung.. Karena, tempat ini melewati komplek perumahan yang cukup sepi. Selain itu, udara yang semakin dingin membuat kami harus berusaha lebih gigih agar cepat sampai ditujuan.

Dibalik kesulitan selalu ada kemudahan, kami bertemu dengan seorang warga yang bisa ditanya, akhirnya perjuangan yang tidak seberapa tadi terbayarkan, tadaa.. Mesjid Osaka!! Bak menang dari sebuah challenge, kami bersorak gembira. “Subhanallah, kami sekarang disini.. Di Mesjid Osaka!!!”

  • 16.15 Mesjid Osaka..

Berbeda dengan banyak mesjid di Indonesia, bahkan mesjid ini lebih mirip rumah bertingkat 2. Masuknya dari pintu samping. Ada tempat parkir yang bisa memuat sekitar 3-6 mobil. Di sebelah kiri bagian belakang ada toilet dan tempat berwudlu laki-laki.

Kami sempat nyaris kecewa, karena pintu mesjid tidak bisa dibuka dan sangat sepi. Mengingat waktu Ashar pukul 15.15, “apa mesjidnya tutup ya?! Mungkin bukanya pas waktu shalat saja untuk berjama’ah??”. Seketika saya sempat beropini demikian meskipun sangat tidak mungkin.

Lalu, tiba-tiba datang seorang laki-laki bertubuh tegap dan berkulit hitam menuju pintu mesjid. Sapaan orang itu “Assalaamu’alaikum” layaknya seorang mukmin, membuyarkan wajah kami yang saya rasa sempat bengong ga jelas saat pertama kali melihat orang itu  turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah kami. Kami menjawabnya dengan sumringah.

Selain lega dan bangga bertemu dengan muslim lain, dalam pikiran saya mulai terlintas “Alhamdulillah.. Mungkin dia penjaga mesjidnya, akhirnya kami bisa masuk mesjid ini, senangnya..”.

Bak kaca yang tiba-tiba retak, spekulasi tersebut membawa kami pada kenyataan bahwa mesjid itu sama sekali tidak terkunci, hanya saja kami yang tidak tau cara membuka pintunya 😀

Melihat mukmin tadi masuk ke dalam, kamipun bergegas mengikuti. Bak pertama kali memasuki sebuah tempat baru yang wah, saya menelisik setiap sisi, “oh, begini ya Mesjid Osaka.. Waah, saya disini, sekarang saya disini!!” (lebaynya kumat).

Dekorasi mesjidnya memang menyerupai rumahnya orang Jepang. Salah satunya, gengkang.

Dan, alhamdulillah.. Ketemu orang Indonesia!! Senangnya bukan main, serasa berada di Indonesia..

Di mesjid ini, tempat shalat laki-laki berada di lantai 1 dan perempuan di lantai 2, masing-masing ada toilet dan tempat berwudlunya. Hanya saja, tempat berwudlu di lantai 2 terbilang kecil, jadi hanya bisa satu-satu orang saja. Selain itu, tempat wudlu-nya juga hanya berupa wastafel. Jadi harus punya cara seefektif mungkin agar tidak membasahi sekitarnya.

Entah kenapa, rasanya ada yang berbeda. Niat, ucapan dan gerakan yang sama terasa berbeda setelah disini. Tempat yang terbilang sederhana ini terasa begitu damai, seolah beban yang sangat berat sekalipun terangkat dalam sekejap, terasa sangat ringan..

Tadinya, kami berniat hanya Shalat Ashar saja disini dan segera melanjutkan perjalanan menuju Mesjid Kobe. Namun, tiba-tiba Q chan punya ide “bagaimana kalau kami melewati rute yang berbeda dari agenda awal?!”

Ide yang briliant! mumpung hari ini harinya, tak ada salahnya mencoba hal-hal baru, tapi.. Saat ini kami memiliki banyak keterbatasan, terutama akses internet yang mulai memprihatinkan.

Kamipun menilik ulang setiap rute yang telah kami buat. Disaat kami berpikir alternatif mana yang paling efektif, seorang ibu-ibu muslim memasuki ruangan. Dan, alangkah surprise-nya kami, ternyata si ibu juga orang Indonesia, Sunda. Jadilah itu sebuah reunian antara Q chan, Nisa dan tentunya si ibu.

Dari sini, saya kembali menemukan point dari perjalanan ini. Menyimak percakapan 3 muslimah dari rumpun yang sama itu telah mengajarkan kepada saya tentang ‘uniknya bahasa’. Saya tidak tau arti percakapan mereka, namun saya mengerti inti pembicaraannya.

Tanpa sadar, diskusi ini telah menyita setidaknya sepenggal kecil perjalanan kami menuju Kobe. Namun, itu bukanlah hal besar, kalah besar dari moment yang kami dapatkan. Selanjutnya, karena waktu Maghrib telah datang (16.46), kami memutuskan untuk shalat dulu sebelum berangkat.

Setelah pamit dengan si ibu dan anaknya yang lucu, Taku kun; kami melanjutkan perjalanan menuju Mesjid Kobe. Yang jadi masalah, kami lupa menanyakan arah halte bus yang dimaksud. Walhasil, suhu yang semakin dingin membuat kami nyaris kembali ke rute awal.

Tiba-tiba, untuk kesekiankalinya ini menjadi sebuah kebetulan. Seorang wanita paruh baya, orang Jepang, bersepeda dengan arah yang berlawanan dari kami dan dengan antusiasnya mengucapkan “Assalaamu’alaikum..”. Kemudian, beliau memperlambat sepedanya dan menyapa kami dalam bahasa inggris.

Nah, ini bakal jadi hal unik lainnya dihari ini. Bahasa itu ibarat ‘bisa karena terbiasa’. Kami yang mulai terbiasa dengan bahasa jepang, kadang menanggapi si ibu dengan bahasa inggris, tapi terkadang malah spontanitas berbicara dalam bahasa jepang, yah meskipun dengan bahasa yang sangat sederhana. Tapi, si ibu malah konsekuen dengan bahasa inggrisnya yang sesekali kental dengan hyougen jepangnya.

Awalnya, kami merasa mendapat sedikit pencerahan. Ibu-nya sangat komunikatif, tapi.. Semakin kesini kami merasa percakapan dengan si ibu sedikit agak.. Ditambah dengan sikap si ibu yang terburu-buru mengayuh sepedanya tapi tetap berbicara seolah topik itu ditujukan pada kami.

Kamipun mulai berpandang-pandangan, seolah merasa memiliki pemikiran yang sama. Namun, Q chan yang dengan antusiasnya untuk melewati rute baru, tetap kekeh mengikuti si ibu. Kami yang mulai khawatir mengikuti petunjuk yang salah tetap menunggu Q chan kembali.

Karena khawatir, akhirnya kamipun menyusul Q chan. Kami mulai mengira jangan-jangan si ibu berpikir kami tidak tau jalan ke Mesjid Osaka padahal kami baru saja dari sana.

Saya mendampingi Q chan yang tetap terlibat percakapan dengan si ibu. Saya menargetkan, jika si ibu malah mengantar kami ke Mesjid Osaka lagi, tidak ada jalan lain, harus kembali ke rute awal. Dan, terkadang Tuhan menunjukkan jalan melalui cara-cara yang unik, yang tak pernah bisa kita tebak.

Si ibu mengatakan, rute menuju halte bus itu searah dengan rute yang akan dia lewati. Kami harus berjalan berlawanan arah dari rute sebelumnya. Lalu, beliaupun berhenti sejenak di lokasi sebelum mesjid dan menjelaskan rute setelah ini. Sebelum berpisah, si ibu mengatakan bahwa dia seorang perawat yang sudah pensiun, dulunya beliau seorang PhD. “Subhanallah..”

Kejadian ini benar-benar menepuk saya dengan sangat keras. Selama ini, saya selalu berprinsip “don’t judge peoples by their look“, tapi kali ini, saya sendiri yang melangkahinya. Dari lubuk hati yang terdalam, saya minta maaf dan sangat berterima kasih pada si ibu, juga bersyukur untuk moment ini.

Kamipun akhirnya sepakat, mungkin si ibu terburu-buru karena mengejar waktu Maghrib, makanya tidak sempat menjelaskan dengan gamblang.

  • 17.00 Berangkat..
Menuju Mesjid Kobe
  • 17.25 Basu noriba (halte). Kami berlarian seperti anak-anak yang enggan ketinggalan bus sekolah. Naik Bus Ibaraki.

Kali ini kali kedua saya menaiki bus. Bus ini mirip dengan busway di Indonesia. Bedanya, desainnya, cara pembayarannya, dsb. Dari pintu masuk, bagian kanan pintu, tepatnya dari tengah ke belakang bus, tempatnya lebih tinggi. Setiap tempat duduk bahkan bagian pegangan tangan diberi tombol yang bisa dipencet jika sampai di halte tujuan.

Pembayarannya, bagi yang memiliki kartu, ketika naik bus langsung menempelkannya ke alat khusus. Tapi jika membayar chase, penumpang membayarnya saat akan turun sesuai harga yang telah ditetapkan. Jika memiliki uang dengan nominal besar, minta bantuan pada sopir, nanti akan ditukar nilainya, dibayar sesuai harga dan diberikan kembalian. Semuanya menggunakan mesin otomatis.

Selama perjalanan, kami mendiskusikan banyak hal. Seandainya masih ada waktu, beberapa hal sebelum kami benar-benar meninggalkan shelter:

  • Sekali lagi ke Mesjid Kobe, berpose di Kobe Tower.
  • Mushalla di Stasiun Namba. Menurut info yang Q chan dengar, mushalla ini ada di basement.

Selama perjalanan, saya dan Q chan juga merancang planing buat tahun depan. Sesekali kami dan penjejak lainnya akan pergi ke tempat dan event-event, seperti:

  • MotoGP yang akan diadakan di Tokyo.
  • Korea.
  • Cina.
  • Menikmati momiji di Kyoto dengan mengenakan fashion ala wanita Jepang di zaman Edo.
  • Mesjid Kobe setiap ada waktu.
  • Air Terjun Mino saat momiji, pastinya lebih indah pergi disiang hari.

Next..

  • 18.00 Izumiya.
  • 18.05 Naik JR (Japan Rail) dari Ibaraki Station ke Kobe-Sannomiya Station (JR-Kobe Line). Pilih line 2. Go.. Saking ramainya, kami baru dapat tempat duduk setelah hampir setengah perjalanan. Dan, langsung meneparkan diri.
  • 18.56 Kobe-Sannomiya Station.

Kami segera mencari informasi melalui bagian informasi. Kami diberi peta lengkap dengan petunjuknya.

Sepanjang jalan terlihat berbagai tempat penginapan dan aneka restoran dengan aroma yang yummy.. Dan, kami baru sadar, perut kami mulai lapar..

  • 19.30 Akhirnya, Mesjid Kobe.. Alhamdulillah..

Mesjid ini terletak dibalik gedung NHK, TVRI-nya Jepang, tidak jauh dari bangunan Jinja.

Seperti halnya Mesjid Osaka, kejadian yang samapun terulang kembali. Kami bersorak gembira seolah baru saja diumumkan lulus dari TA (Tugas Akhir). Tapi.. Lagi-lagi pintu mesjidnya tertutup!!

Setelah melihat seorang muslim keluar dari pintu samping, akhirnya Imam berinisiatif untuk inspeksi. Kamipun mengikuti Imam, dan, ternyata, pintu masuknya dari sayap kanan mesjid sebelah belakang. Yokatta..

Melihat wajah bingung kami, para akhi di dalam segera membuka pintu dan mempersilahkan kami masuk. “Subhanallah.. Sekarang kami sudah di Mesjid Kobe!!”. Rasanya seperti mimpi! Benar-benar luar biasa.. Betapa bangunan ala timur tengah ini punya magnet yang bagi saya ‘ajaib’!

Akhi tersebut menanyakan apakah kami orang Indonesia dan segera memperkenalkan akhi lain yang juga dari Indonesia.

Seperti Mesjid Osaka, disinipun juga ada gengkang dan tempat shalat laki-laki di lantai 1 sementara perempuan di lantai 2. Segera setelah melepas sepatu, kami bertiga melewati anak tangga menuju lantai 2. Benar-benar tempat ibadah yang megah..

Disini, kami bertemu 2 orang muslimah yang berasal dari Sri Lanka. Mereka tenaga pengajar; mengenakan baju bernuansa gelap, sangat sederhana, tanpa make-up, tapi.. Siapapun bisa melihat inner beauty-nya. Dalam hati saya bertanya “kapan ya saya bisa seperti mereka??”.

Pertanyaan itu seolah memberi kesan saya benar-benar berniat ingin istiqamah seperti mereka atau malah mengejek diri sendiri. Saat berwudlupun saya jadi termangu melihat ke kaca. OK, deal! Suatu saat, entah kapan,  mungkin saya bisa seperti mereka.

Oh ya,  di mesjid ini tempat wudlu dan toilet dipisah dan lebih luas. Di ruang toilet, terdapat beberapa toilet yang dilengkapi dengan wastafel. Di ruang wudlu, terdapat banyak kran yang bisa diatur suhu airnya. Berdampingan dengan kaca rias dan fasilitas mukena.

Selesai Isya, saya dan Nisa mengenakan jilbab di tempat rias. Tiba-tiba, seorang muslimah menghampiri kami dan mengajak makan malam bersama, sudah disediakan hidangan untuk kami, karena sulit mencari tempat makan halal disekitar sini.

MasyaAllah.. Saya dan Nisa kaget, antara surprise dan sungkan, juga happy.. Semua yang terjadi di hari ini benar-benar sebuah kebetulan yang juga seolah sudah dipersiapkan untuk kami.

Sungguh, nikmat-Mu mana lagi yang kan kami dustakan?? Seolah Tuhan sengaja menjamu kami sedemikian rupa karena bertamu ke rumah-Nya, benar-benar tak terungkapkan, sangat bahagia.. Ini jauh dari ekspektasi awal yang notabennya kami hanya ingin menapaki jejak di rumah-Nya sebelum hijrah ke dunia kerja masing-masing.

Dan, lihat.. Tanpa kami beritahu pada siapapun kalau kami sedang lapar dan berniat mencari tempat makan dengan menu-menu baru, Dia sudah menggerakkan bala-bantuannya. Betapa beruntungnya kami, sangat sangat beruntung..

Kejutan ini belum usai. Dalam perjalanan menuju ruang makan, saya memberikan titipan buku dari seorang hamba Allah untuk mesjid. Kemudian, muslimah tersebut mengantarkan kami pada seseorang, orang Jepang yang fasih berbahasa Indonesia, subhanallah..

Kami dijamu dengan hidangan Pakistan. Nasi campur yang dibumbui dengan bumbu (seperti bumbu sup), kare ayam (mirip gulai ayam di Padang) dan roti Pakistan (mirip roti cane di Indonesia) menjadi menu utamanya.

Sebelumnya, kami sempat mencemaskan Imam. Dengan sungkan, kami tetap menyampaikan bahwa kami disini ada berempat dengan seorang teman laki-laki. Mereka mengerti apa kami pikirkan dan menyampaikan bahwa laki-laki juga dijamu di lantai 1, karena yang masak masakan inipun juga laki-laki. Kami bertiga sepertinya sepakat ‘WOW!’

Dalam nasi campur itu ada bumbu yang bentuknya mirip bumbu sup di Padang, namanya gardambumbu. Tapi, ini jelas berbeda, yang ini teksturnya mirip kacang mente dengan rasa seperti kacang tanah. Hayooo.. Unik, benar-benar unik! Selain itu, tekstur dan rasa nasinya juga berbeda. Selain ini juga ditambahkan kismis dan potongan daging dengan ukuran sedang.

Saking sungkannya, saya sampai lupa sudah berapakali mengucapkan terima kasih. Dan, watak Indonesia saya yang satu ini, saya rasa agak sedikit berlebihan. Jadi, bagi siapapun, jangan sampai melakukan hal yang sama ya, sungkan itu memang perlu tapi tidak berlebihan.

Setelah makan, datang seorang anak kecil yang imut banget mengantarkan desert yang mereka sebut sweet. MasyaAllah.. Ini benar-benar.. Dalam Bahasa Minang, makan lamak. Rasanya, wenak banget, benar-benar sesweet rasanya!! Ini seperti terbuat dari santan pekat yang diolah dengan bumbu rempah (seperti ada potongan jahe yang cukup halus tapi tidak terlalu khas).

Dalam percakapan kali ini, kami bercerita banyak hal. Dari sini kami tau bahwa muslimah Jepang tersebut bisa berbahasa Indonesia sefasih itu hanya dengan mendengar. Luar biasa.. 

Selain itu, ternyata, dihari biasa, disini dibuka kelas, seperti kelas Qur’an dan hadist untuk umum.  Dihari kerja, pukul 1 s/d 3 dan sabtu mulai pukul 3. Tapi, tetap harus konfirmasi dulu sebelumnya.

Saya begitu antusias dengan budaya makan bersama tadi, mengingatkan saya pada kampung halaman. Jika ada tamu atau acara tertentu, sering dihidangkan seperti ini.

Spontan saya bertanya, apakah selalu begini? Atau dihari tertentu saja? Dan, jawabannya seolah membuat saya bungkam. Acara makan-makan tadi adalah perdana, alias pertama kali dilakukan disini, alias sebelumnya tidak pernah. Dan, merekapun juga tidak tau siapa yang mengadakan dan kenapa bisa ada acara makan-makan tadi. Ok, I’ve got the answer.

  • 20.45 Go..
Kobe Luminarie

Agenda awal, setelah Mesjid Kobe, harusnya kami ke Kobe Tower. Namun, karena jaraknya yang jauh sekitar 1 jam lebih, akhirnya kami menundanya. Kemudian bergerak menuju Kobe Luminarie.

Untuk kesekian kalinya, kami yang buta arah dipertemukan dengan orang Indonesia disebuah persimpangan. Mereka memberi petunjuk arah yang paling efisien. Setelahnya, kami tetap mengonfirmasi pada polisi yang menjaga keamanan acara. Mereka standbye diberbagai tempat dan tetap welcome meskipun sedang sibuk mengatur masa.

  • 21.10 Menuju Kobe Luminarie.
  • 21.30 Kami bergerak cepat, mengingat info dari polisi tadi, acara ini hanya sampai pukul 10. Dan, Kobe Luminarie!! Wow,  festival lampu ini benar-benar kerreen!! Event ini diadakan dalam rangka HUT ke-150 Pelabuhan Kobe. Ada juga aneka jajanan kuliner jepang..

Lampu-lampu megah itu mengantarkan saya pada sebuah analogi. Mereka seperti mimpi dan harapan yang menjadi nyata dan menerangi ratusan masa yang membanjiri sekitarnya. Mereka hanyalah sebuah benda yang bisa dimodifikasi oleh manusia. Begitupun mimpi dan harapan, sebuah motivasi yang juga bisa dikendalikan oleh manusia.

  • 21.55 Setelah jauh mengelana, akhirnya kaki kamipun mulai terasa kram. Berarti, kami harus mengakhiri perjalanan luar biasa ini.

Lagi-lagi, untuk kesekiankalinya, tak terhitung lagi.. Disaat kami mulai mencari arah pulang, reflek perhatian tertuju pada Imam dan orang yang tidak kami kenal. Orang itu orang jepang yang fasih berbahasa Indonesia dan terlihat memberi petunjuk. Ternyata, dari Imam, orang itu tiba-tiba menyapa dan menanyakan tujuan kami lalu langsung menjelaskan rutenya. Alhamdulillah.. Ada saja bantuan tak terduga..

  • 10.14 Kobe-Sinnomiya Station ¥320 naik hankyu di jalur 4.
  • 10.18 Menuju Umeda Station.
  • 10.53 Umeda Station.
  • 11.00 Chikatetsu menuju Abiko Station. Tanpa komentar apapun, setelah mendapat tempat duduk, kamipun rehat sejenak meninggalkan keremaian kereta.
  • 11.27 Abiko Station.
  • 11.45 Shelter.
Sepenggal Cerita tentang Stasiun Umeda

Sebulan yang lalu, tepat ditanggal yang sama, saya punya agenda dadakan yang mengantarkan saya ke Umeda Station. Tanpa akses internet dan informasi yang minim, saya bergerak menuju lokasi. Maklum, selama ini saya tidak punya akses ke stasiun  besar ini.

Bahkan dengan bekal notes ples nanya ke bagian informasi-pun terkadang tidak menjamin lokasi tersebut mudah ditemukan. Untungnya, seorang teman yang kebetulan punya destinasi ke Yodoyabashi, berbaik hati mengantarkan saya. Jika tidak, entahlah.. Hanya ada 2 kemungkinan, bakal menghabiskan banyak waktu atau batal.

Hikmah

Perjalanan kali ini memberikan pelajaran luar biasa:

  • Perjalanan panjang bukan hanya tentang diri sendiri, interaksi dengan sesama, keindahan tanpa batas, dsb; tapi juga tentang seorang umat dan Sang Khalik.
  • Mau travelling, nge-trip, walking out, dll; yang namanya pergi bareng itu memang harus punya management kekompakan alias kerja tim.
  • Jika Tuhan meridhai apa yang kita tuju, dalam setiap kesulitannya Tuhan selalu menyelipkan kemudahan.
  • Terkadang Tuhan menunjukkan jalan melalui cara-cara yang unik, yang tak pernah bisa kita tebak.
  • Segala sesuatu tergantung pilihan dan usaha. Usaha yang lebih so pasti dapat hasil yang lebih.
  • Sesuatu yang terlihat buruk bisa jadi memiliki banyak manfaat dibaliknya. Sebaliknya, sesuatu yang diyakini baik juga belum tentu baik pada akhirnya.
  • Jangan mudah menilai sesuatu, meremehkan hal kecil bisa jadi membuat kita kehilangan kesempatan besar yang belum tergali didalamnya. “Don’t judge peoples by their look”
  • Sesama muslim adalah saudara. Dimanapun dan kapanpun, dengan latar budaya apapun, kita semua sama. Hanya dengan seutas senyum atau dengan mengucapkan “Assalaamu’alaikum”, sebuah silaturrahim-pun begitu mudah terjalin.
  • Sebagai insan yang memiliki budaya timur, rasa sungkan itu memang perlu tapi tidak berlebihan.
  • Mimpi dan harapan itu seperti cahaya yang menerangi kegelapan dan menyinari sekelilingnya.
  • Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan tepat pada waktunya, bukan yang kita inginkan.
Moment to Remember
  • Best moment with Q chan, Imam dan Nisa. Para musafir sehari dengan segala berkah-Nya yang melimpah.
  • Ibu asal Sunda yang giat mencarikan kami informasi. Bersama si cilik Taku kun yang lucu.
  • Salah men-charge kartu.
  • Mengejar bus setelah salah paham pada si ibu bersepeda.
  • Aroma masakan nan yummy  sempat terlintas untuk makan dulu sebelum sampai Mesjid Kobe. Tapi, setelah meluruskan niat, akhirnya dijamu dengan masakan Pakistan yang enak banget..
  • Bertemu muslimah-muslimah inspiratif, seperti Aisyah, Aminah,  Hana dan muslimah lainnya.
  • Kembali ke Umeda Station, tapi kali ini tidak sendiri, bersama para musafir sehari.
Catatan
  • Chikatetsu = Kereta api bawah tanah.
  • One day pass = tiket yang berlaku kemana saja dengan chikatetsu, tetapi terbatas untuk subway saja, berlaku sampai pukul 12 malam, alias seharian.
  • Notes = Buku catatan (agenda perjalanan).
  • Option = Pilihan.
  • Hankyu = Kereta api cepat.
  • Koyo = Daun-daun yang berubah warna menjadi merah pada aki.
  • Aki = Autumn, musim gugur (peralihan musim panas ke musim dingin).
  • Hyougen = Logat.
  • Monorail = Transportasi darat yang lebih menyerupai satu gerbong kereta yang dijalankan oleh masinis, rel-nyapun memiliki bentuk yang  berbeda.
  • Norikae = Transit,  pindah jalur.
  • Eki-in = Penjaga stasiun.
  • Gengkang = Sedikit space antara pintu dan bagian depan ruangan rumah khas Jepang, tempat meletakkan alas kaki (sepatu, sandal, dll).
  • Yokatta = Lega.
  • Akhi = Panggilan untuk laki-laki muslim.

Mesjid Osaka ‘Osaka Ibaraki Mosque’

Bagi para muslim dan muslimah yang merantau ke Jepang, mungkin untuk awalnya belum banyak yang mengenal Osaka Ibaraki Mosque (lebih familiar dengan nama Mesjid Osaka), karena memang belum sepopuler Mesjid Kobe.

Mesjid Osaka terletak di Toyokawa, Ibaraki City, Osaka, Jepang. Mesjid ini berada di dekat Osaka University dan the Expo Commemeration Park.

Berbeda dengan banyak mesjid di Indonesia, mesjid ini lebih mirip rumah bertingkat 2. Pintu masuk terletak di bagian samping kiri bangunan. Ada tempat parkir bagian depan yang bisa memuat sekitar 3 mobil dan bagian depan pintu masuk sekitar 6 mobil. Di sisi kiri bagian belakang ada toilet dan tempat berwudlu laki-laki.

Jika dilihat sekilas, mesjid ini terkesan seperti rumah yang tidak berpenghuni. Bukan karena tidak ada kegiatan ibadah atau tutup dan sebagainya. Tapi memang begitu adanya. Jadi, buat para musafir yang pertama kali dan sama sekali tidak tau, silahkan mengetuk pintu atau langsung membukanya saja sambil mengucapkan “Assalaamu’alaikum”.

Dekorasi mesjid ini menyerupai rumahnya orang Jepang. Dari pintu masuk ada gengkang.

Di sisi kiri gengkang terdapat tempat shalat laki-laki. Sementara, dengan menaiki anak tangga, di lantai 2, ada tempat shalat wanita (1 ruangan) dan tempat mengaji dan kegiatan ibadah lainnya (sekitar 2 ruangan).

Di lantai 2 juga ada toilet dan tempat berwudlu. Hanya saja, ukurannya cukup kecil, terdiri dari toilet dan wastafel. Selain itu,  karena tempat berwudlu ini hanya berupa wastafel, harus punya cara seefektif mungkin agar tidak membasahi sekitarnya.

Akses

Akses dari Abiko Station (Midosuji Line

  • Abiko Station → Umeda Station dengan chikatetsu (Midosuji Line). Lama perjalanan sekitar 25 menit. Tiket subway (one day passweekend ¥600, hari kerja ¥800; atau, tiket reguler ¥320.
  • Norikae ke Senriyama LineUmeda Station  Yamada Station dengan hankyu, tiket ¥290.
  • 2x transit Yamada Station → Bampaku-kinen-koen Station (3 menit) → Saito LineToyokawa Station (8 menit) dengan Osaka Monorail, tiket ¥270.
  • Dari depan pintu keluar Toyokawa Station (sekitar 10 menit) berjalan lurus (melewati perumahan penduduk), pilih jalur kiri di pertigaan (simpang 3), berjalan lurus hingga menemui gang kedua di sisi kanan. Terlihat dengan bangunan bertuliskan Osaka Ibaraki Mosque dalam 3 bahasa (Arab, Inggris dan Jepang).

Akses dari JR/Hankyu Ibaraki

  • JR/Hankyu Ibaraki → Naik bus no. 93 → Turun di Toyokawa Shinryoojyomae.

Akses dari Bampaku-kinen-koen Monorail Station

  • Bampaku-kinen-koen Station (Monorail) → kereta menuju arah Saito Nishi → turun di Toyokawa Station (1 stasiun sebelum Saito Nishi).
Gallery
Catatan
  • Chikatetsu = Kereta api bawah tanah.
  • One day pass = tiket yang berlaku kemana saja dengan chikatetsu, tetapi terbatas untuk subway saja, berlaku sampai pukul 12 malam, alias seharian.
  • Hankyu = Kereta api cepat.
  • Monorail = Transportasi darat yang lebih menyerupai satu gerbong kereta yang dijalankan oleh masinis, rel-nyapun memiliki bentuk yang  berbeda.
  • Norikae = Transit,  pindah jalur.
  • Gengkang = Sedikit space antara pintu dan bagian depan ruangan rumah khas Jepang, tempat meletakkan alas kaki (sepatu, sandal, dll).
Referensi
Recommended Link

マーブルビーチ (Marble Beach)

Jepang terkenal dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologinya, bukan?! Nah, buat para traveller, mungkin sudah tidak asing lagi dengan Kansai International Airport. Tapi.. mungkin juga masih ada yang belum tahu bahwa Bandara Internasional Kansai ini dibangun di atas laut, keren bukan?!

Yap, cerita bandaranya memang keren, tapi tak kalah keren dengan pemandangan pantai diseberangnya yang bernama Marble Beach. Pantai dengan pesona elok ini menyuguhkan keindahan tersendiri saat memandangnya. Onggokan bebatuan putih unik yang tertata apik.. Panorama laut biru.. Nuansa hijau aneka tanaman tamannya.. dan potret kemegahan gedung juga jembatan di beberapa penjurunya. Kombinasi alam dan kemajuan IPTEK yang OK punya!

Marble Beach terletak di Izumisano City, Osaka-Jepang. Namun, masih termasuk dalam kawasan Rinku Park, sekitar setengah jam (berjalan kaki) dari Rinku Town Stasiun dengan melewati Rinkai, area bussiness dengan merkmerk ternama.

Biasanya, di musim panas, destinasi ini menjadi salah satu pilihan favorit untuk mengadakan perayaan musim panas, baik bagi para pelancong lokal maupun wisatawan asing. Kegiatan yang paling digemari adalah BBQ party (pesta Barbecue, baca: berbekyu). Selain itu, juga ada yang bermain volley pantai.

Menurut Sensei Sawada, dulunya pengunjung sering bermain air (mandi-mandi) di pantai ini. Namun, seiring berkembangnya dunia industri, semakin banyak pabrik dan sejenisnya, sehingga terjadi polusi laut. Karenanya, jarang terlihat aktifitas seperti di pantai pada umumnya, kecuali jet ski.

Gallery

Changsha

Bagi traveller yang memiliki destinasi ke Cina, mungkin Changsha bisa menjadi salah satu pilihan. Disini ada sebuah pulau yang bernama Juzizhou Island, didalamnya terdapat Patung Mao Zedong, seorang tokoh filsuf dan pendiri Republik Rakyat Tiongkok yang berasal dari Xiangtan. Selain itu, juga ada arena bermain di Windows Of The World dan kuil (pagoda) di Yanhu Wetland Park.

Gallery

Referensi

  • Seluruh informasi berikut dokumentasi dishare oleh Iqbal.