Category Archives: Fauna

Melancong ke Kota Panda

Berbicara tentang pariwisata di Jepang, masing-masing daerah menawarkan maskotnya masing-masing; salah satunya di Shirahama yang merupakan bagian dari Perfektur Wakayama dan terkenal dengan objek wisata panda-nya. Maskot tersebut tidak hanya ditemukan pada icon panda di Shirahama Station yang bertuliskan Panda Town Shirahama, tetapi juga diberbagai objek mulai dari dekorasi tempat hingga transportasi, makanan, souvenir, dsb.

Akses

Transportasi yang digunakan adalah JR, kereta cepat dan bus. Akses ke lokasi terbilang cukup rumit, karena kebun binatang yang sekaligus arena bermain Wakayama Adventure World ini terletak jauh dari jantung kota, memakan waktu sekitar 4 jam (tergantung dari pemilihan kendaraan).

Dari Wakayama Station ke Shirahama Station, bisa menggunakan JR ataupun kereta cepat. Masing-masing memiliki keunggulan sesuai prioritas pelancong. Akses via JR boleh dibilang cukup ekonomis, namun boros di waktu. Sedangkan, via kereta cepat (diskedul ditulis berwarna merah) harganya lebih mahal, tapi dari segi waktu pastinya lebih unggul.

Sementara, dari Shirahama Station ke Wakayama Adventure World itu sendiri menaiki Wakayama Bus tiket pp ¥600 (@¥300). Tiket ini bisa dibeli di loket bus, sebelah kiri dari pintu keluar stasiun. Lama perjalanan sekitar 30 menit.

Akses diatas berdasarkan journey Jejak Langkah O “Ekspedisi Panda” pada 24 Februari 2018.

Tiket Wakayama Adventure World

Tiket masuk bisa dibeli langsung di loket bus Shirahama Station atau di pintu masuk Wakayama Adventure World.

Harga tiket reguler (untuk lebih rinci bisa dilihat di leaflet atau website):

  • Dewasa (18th keatas)  ¥4.500
  • Lansia (65th keatas) ¥4.000
  • Remaja (12 s/d 17th)  ¥3.500
  • Anak-anak (4 s/d 11 th) ¥300

Fasilitas

Sama seperti kebun binatang pada umumnya; selain panda yang menjadi primadona, di Wakayama Adventure World juga ditemukan hewan lainnya, misalnya pinguin, kuda, elang, badak, unta, lumba-lumba, bangau pink, dll.

Untuk berkeliling di area boleh dibilang sangat mudah, tinggal mengikuti petunjuk sesuai map yang ada di leaflet informasi. Berbagai fasilitas yang tersediapun bisa dengan mudah ditemukan sesuai leaflet, karena map yang ada didalamnya sudah didesain dengan sangat menarik disertai gambar-gambar atau icon tujuan dengan cukup rinci.

Fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Diantaranya, resto & cafe (bento, es krim, tempura, popcorn), supermarket, wahana permainan (gondola, roller coaster, dll.) dan toko souvenir. Semua didesain panda!

Yang menarik, diwaktu tertentu (bisa dilihat di kalender via leaflet atau website) ada atraksi menarik yang bisa disaksikan oleh para pelancong.

Catatan

  • Hal yang penting sewaktu melancong ke Wakayama Adventure World  ini adalah leaflet, karena didalamnya banyak informasi yang dibutuhkan dan dijelaskan secara rinci. Boleh dibilang tour guide manual, andalan para pelancong yang sangat membantu. Buat yang memiliki akses internet, bisa searching di http://aws-s.com
  • Sebaiknya membeli kartu khusus kereta, seperti ICOCA, SUICA, dll. Jadi tidak perlu berkali-kali membeli tiket secara manual, tinggal charge sejumlah uang sesuai kebutuhan di mesin otomatis.
  • ATM JP di Shirahama Station ada di seberang jalan yang searah dengan loket bus agak ke kiri.

Kamus

  • フェリー /ferii/ = Ferry (Kapal Feri)
  • 和歌山フェリー南海 = Wakayama Ferry Nankai
  • Ferry = Kapal feri
  • 和歌山港駅 /Wakayamakoeeki/ = Wakayamako Station (Stasiun Wakayama)
  • 和歌山港駅バス乗り場 /Wakayamakoe eki basu noriba/ = Halte Bus Wakayamako Station (Halte Bus Stasiun Wakayamako)
  • 和歌山駅 /Wakayama eki/ (Wakayama Station)
  • 乗り場 /Noriba/ = Tempat naik/halte
  • 2 way = Pulang-pergi
  • Leaflet = Selebaran yang berisi informasi tertentu

Related Link

Gallery

https://youtu.be/h4UMf7rhooM

Toiyamachi ‘Pasar Minggu-nya Tokushima’

Gallery

Art Aquarium (アートアクアリウム)

Event ini diadakan dalam rangka HUT (Hari Ulang Tahun) Art Aquarium yang ke-10. Sebuah maha karya yang luar biasa ini diprakarsai oleh seorang seniman Jepang bernama Hidetomo Kimura. Beliau orang pertama yang mampu mengombinasikan seni, design dan interior ke dalam dunia kerjanya (akuarium) melalui pengalaman yang kaya dan pengetahuan tekhnologi tinggi.

Memasuki ruangan pertama, dalam nuansa nan eksotis, aneka ikan ditempatkan di dalam akuarium dengan aneka desain. Tidak hanya itu, selain keindahan berbagai ikan hias juga disuguhkan ornamen-ornamen unik yang sangat tepat. Salah satu akuarium yang paling menarik disini adalah akuarium berbentuk globe (ada peta Indonesia juga) yang setengah bagiannya dibuat buram (blur).

Lanjut ke ruang selanjutnya, berjalan menelusuri lorong dengan lebar sekitar 1 meteran. Disini tidak kalah menakjubkan! Di tengah-tengah jalan dibuat akuarium mini dengan ikan-ikan hias unik dan juga ornamen yang sangat menarik. Kemudian, di lorong berikutnya, disisi dinding kanan dan kiri dirancang dengan sangat apik akuarium dinding.

Diruang kedua, akuarium yang paling menarik ada 2, bentuk piramid dan beberapa segi. Dalam akuarium piramid, terdapat beberapa bulatan kaca yang menonjol. Jika dilihat sekilas akan tampak buram, tapi jika dilihat melalui bulatan kaca, akan terlihat sangat jelas dan ikan yang paling disorot adalah nemo.

Beranjak ke ruang utama, mata pengunjung dimanjakan dengan segala kombinasi nan megah. Ada beberapa akuarium disusun beberapa tingkat dan diatasnya bergelantung tirai lampu nan indah. Sementara di sisi yang berbeda, terdapat jenjang dengan berbagai jenis akuarium. Pada bagian puncaknya berdiri akuarium raksasa yang paling menakjubkan diantara akuarium lainnya. Sementara di bagian atas dindingnya, disusun dengan sangat rapi lampion-lampion bergambarkan lukisan ikan. Musik yang disuguhkan juga sangat pas dengan tata lampu.

Di bagian pintu keluar, berbagai cenderamata bisa dibeli sebagai omiyage (oleh-oleh). Harga mulai dari ¥200-an. Jenisnya variatif, seperti: boneka, mainan hp, kipas, dll.

Art Aquarium diselenggarakan sejak tanggal 6 Juli hingga 5 September nanti di lantai dasar Dojima River Forum, Fukushima, Fukushima-ku, Osaka. Biaya tiket pelajar SMP hingga dewasa ¥1.000, anak-anak umur 4 tahun hingga SD ¥600, dan gratis untuk anak-anak berusia 3 tahun ke bawah.

Art Aquarium buka dari Minggu-Jum’at, pukul 11.00-21.00 dengan jam masuk terakhir pukul 20.30 (waktu Osaka). Pada hari tertentu, seperti: 17 Juli (Minggu), 11-14 Agustus (Kamis-Sabtu), buka dari pukul 11.00-23.00 dengan jam masuk terakhir pukul 22.30 (waktu Osaka).

Antrian pembelian tiket ataupun masuk akan sangat ramai pada akhir pekan. Namun, strategi dari penyelenggara sudah sangat terkoordinir. Jadi, bila pengunjung mengalami overload, tetap bisa masuk dengan pembagian jam masuk selang 15 menit per sekian kapasitas.

Akses ke lokasi sangat praktis dengan menggunakan chikatetsu (kereta api bawah tanah). Pada akhir pekan dan hari libur nasional Jepang, lebih irit dengan membeli one day pass seharga ¥600 (enam ratus yen, atau jika dirupiahkan sekitar Rp 60.000,-) via mesin otomatis.

Dengan Subway Midosuji Line turun di Stasiun Daikokucho (M21). Kemudian, transit ke Yotsubashi Line, Stasiun Daidokucho (Y16). Turun di Stasiun keempat, yaitu Stasiun Higobashi (Y12). Dari stasiun berjalan ke arah kanan melewati 2 jembatan, belok ke kiri menyusuri sungai Dojimagawa. Jarak yang ditempuh sekitar 1.1 km, gedung dengan tulisan Dojima River Forum dibagian atas atapnya terletak di sisi kanan jalan.

Gallery

Recommended

Referensi

  • Pamflet Art Aquarium dari KKC, 27 Agustus 2016.
  • Berbagai media dari event Art Aquarium.

Lain-lain

  • Dokumentasi diambil dari koleksi foto Maria san.

Osaka Museum Of Natural History

Museum ini terletak di dalam area Nagai Botanical Park. Biaya masuk ¥100, gratis hanya dengan menunjukkan karcis jika telah membayar sepaket dengan tiket Nagai Botanical Park.

Wisata yang satu ini kaya akan ilmu pengetahuan, seperti tumbuh kembang tanaman mulai dari kecambah hingga berdaun, macam-macam tanaman dari berbagai negara (bahkan jengkol-pun ada), aneka serangga (ada beberapa karung kerangka kosong serangga musim panas ditulis berdasarkan waktu), kerangka manusia hingga hewan, binatang yang diawetkan, dll. Semua disajikan lengkap dengan penjelasan yang sangat detail. Namun, hanya tersedia dalam bahasa jepang, inggris dan latin.

Gudang ilmu ini didesain dengan sangat unik. Mayoritas yang berkunjung adalah anak-anak usia sekolah. Berbagai fasilitas pendukungpun tersedia, seperti permainan yang dirancang dengan sangat menarik. Metode belajar yang diberikanpun cukup variatif, bisa melihat langsung, membaca, menonton video, atau melalui permainan.

Gallery

Osaka Museum Of Natural History

Nagai Park (長居公園)

Nagai Park (Taman Nagai) merupakan taman yang sangat luas yang berlokasi di wilayah Sumiyoshi bagian timur (Higashisumiyoshi-ku), Kota Osaka. Akses ke lokasi bisa menggunakan chikatetsu (Kereta Api bawah tanah) Midosuji Line dengan tujuan ke Stasiun Nagai (M26) deguchi (pintu keluar atau gate) 3.

Taman ini juga dijuluki sebagai “Taman 4 Musim”, karena didalamnya terdapat aneka tumbuhan yang bisa ditemukan dalam 4 musim di Jepang, yaitu musim panas (夏), musim gugur (秋), musim dingin (冬) dan musim semi (春). Selain itu, di dalam kawasan ini juga terdapat wisata lainnya, seperti:

Di area taman, dapat ditemukan cukup banyak bangku untuk bersantai. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung merpati jinak yang berkeliaran di setiap sudut taman.

Berbagai jidouhanbaiki (mesin penjualan minum otomatis) dapat ditemukan di beberapa titik lokasi tertentu. Taman bermain anak-anakpun juga tersedia. Siapapun bebas bermain di taman ini secara gratis.

Gallery: Nagai Park

Taman Wisata Nara (Cagar Alam Rusa)

Taman Wisata Nara (Nara Park) lebih terkenal sebagai Cagar Alam Rusa, karena hampir 1.200 (seribu dua ratus) rusa jinak berkeliaran bebas disini. Selain itu, disekitar taman ini juga banyak terdapat peninggalan sejarah Nara (KKC, 2016).

Akses ke lokasi sangat praktis dengan menggunakan kereta api. Dari Subway-Stasiun Abiko, menaiki chikatetsu (kereta api bawah tanah) hingga Subway-Stasiun Namba, bajet ¥280 dengan 16 menit perjalanan. Setelah itu, transit ke Kintetsu-Stasiun Nara, tiket ¥560. Lama perjalanan sekitar 38 menit.

Dari Stasiun Nara, cukup berjalan kaki sekitar 5 menit. Di sepanjang jalan pengunjung bisa berinteraksi dengan banyak rusa. Dan, pengunjung juga diperbolehkan memberi makanan. Di sisi jalan terdapat beberapa pedagang yang menjual makanan khusus untuk si rusa. Makanan yang lebih tepatnya disebut kue kering itu dijual seharga ¥150.

Disamping taman, di jalan menuju ke Kuil Todaiji, berjejer aneka food court. Uniknya, juga terdapat becak antik di pinggir jalan area taman.

Sebagian informasi didapat dari panduan wisata praktis dari KKC (Kansai Kenshu Center).

Gallery

Terapi Ikan Gurra Fura

Mungkin belum banyak yang mengenal ikan garra fura, bukan? Nah, ikan asal Turki ini mirip anak ikan lele, cuma warnanya lebih cerah dan ukuran yang paling besar hanya beberapa cm (centimeter) dari yang kecil.

Ikan ini memiliki efek terapi melalui sistem persyarafan. Gigitannya seperti gelombang vibra yang dapat melancarkan peredaran darah, mengobati asam urat, mengurangi tekanan darah tinggi, menghilangkan stres, menyembuhkan kesemutan pada kaki dan susah tidur. Tak hanya itu, gigitannya mampu mengikis toksin atau endapan toksin yang berada di telapak kaki jika dilakukan secara rutin 4x dalam seminggu. Sensasi relaksasi alaminya akan mestimulasi titik akupuntur sehingga membuat rasa nyaman dan rileks. Selain itu, ikan ini juga dapat menyembuhkan penyakit kulit dengan memakan sel-sel kulit mati atau kering, merangsang pertumbuhan sel kulit baru dan menghaluskan kulit.

Bagi yang tertarik memiliki ikan terapis ini sudah bisa memesannya di Indonesia, karena mulai dibiakkan di daerah Bogor. Kabarnya, minggu depan akan naik menjadi Rp 10.000,-/ekor, setengah harga dari minggu ini (Rp 5.000,-). Bahkan, Dunia Aquarium-pun berencana menambah koleksinya, karena saat ini ikan garra fura meraih banyak peminat.

Nah, pemilik aquarium mulai mengeluarkan kebijakan: Tidak boleh memasukkan tangan ke dalam aquarium. Kenapa begitu?? Ini ada latar belakangnya. Sebelumnya, pengunjung yang mulai banyak berdatangan, terutama anak-anak, dibiarkan leluasa berekspresi sesukanya, termasuk memasuk-masukkan tangan ke aquarium; namun, ternyata, ikan-ikan yang notabennya steril (bahkan air yang digunakanpun adalah air galon) ini mulai banyak yang mati, karena terkontaminasi oleh banyak kuman yang diserapnya. Ini membuat pemilik menyiasati cara melalui prosedur pengunjung.

Prosedur tersebut berawal dari ketika kita memasuki Dunia Aquarium, kita diminta mencuci kaki terlebih dahulu, tersedia air di depan pintu masuk. Lalu, kaki di lap dengan handuk yang telah disediakan. Kemudian, baru disilahkan menuju kolam yang terbuat dari kaca dan diberi bangku tanpa sandaran yang saling berhadapan. Disana terlihat banyak ikan garra fura bermain kian kemari, desain kolam ini sangat mirip dengan aquarium yang biasa dipajang di rumah-rumah, hanya saja ukurannya seperti kolam. Selanjutnya, masukkan kaki ke kolam dan nikmati efek terapinya selama 20 menit 😉 Enak banget… awalnya memang sedikit geli tapi lama kelamaan mulai terbiasa dan rasanya nyaman..

Di kota-kota besar, terapi ini dilakukan pada seluruh tubuh dengan sebelumnya pengunjung diminta mandi terlebih dahulu. Namun, karena keterbatasan fasilitas, Dunia Aquarium memilih hanya kaki saja yang bisa diterapi; berhubung di kaki, terutama telapak kaki, memiliki sistem persyarafan yang kompleks.

Seluruh informasi ini didapat dari Dunia Aquarium Bukittinggi. Berminat?! Silahkan berkunjung… 😉

Ikan Gadang Di Kapalo Hilalang

Kapalo Hilalang terletak di Nagari Koto Hilalang, 2×11 Lingkuang, Kayu Tanam, Kab. Padang Pariaman. Tiket masuk Rp 2.000,-/ orang, bebas parkir. Dari Padang ke Bukittinggi, lokasi ini berada di sisi kiri. Dari jalan raya membutuhan waktu + 10 menit dengan jarak tempuh + 500 meter (menggunakan motor). Aksesnya cukup lancar dan bagi yang tidak mempunyai kendaraan bisa memanfaatkan jasa ojek dengan bajet sekitar Rp 5.000,-.

Disini terdapat kolam-kolam peternakan ikan yang terbuka untuk umum. Kolam yang menjadi favorit pengunjung adalah kolam besar yang menjadi tempat ikan-ikan dengan ukuran besar. Menurut penjaga, ikan besar (bahasa Minangnya Ikan Gadang) ini adalah keturunan dari ikan-ikan Amerika yang dulunya berjumlah 5 ekor, namun sekarang hanya tinggal 2 ekor. Bentuknya mirip ikan lele tanpa kumis. Uniknya, ikan-ikan ini diberi nama juga, lho… namanya ARA PRIMA!! Penjaga akan menepuk-nepuk dinding kolam sembari meneriakkan nama ini untuk memanggil siikan yang kemudian dengan patuhnya akan muncul ke permukaan 🙂 Bapak penjaga memberi mereka makan dengan ikan-ikan kecil, namun mereka tidak akan memakan ikan-ikan lain yang mati di kolam tersebut (ini nih bedanya dengan ikan lele..).

Ikannya tampak sedikit kurang jelas karena airnya agak keruh.

Referensi

Informasi verbal dan dokumentasi didapat dari Geni pada 30 Agustus 2015 di Padang.

“RAHMAT” INTERNATIONAL WILDLIFE MUSEUM & GALLERY

Disini terdapat 5.000 koleksi binatang, mulai dari binatang langka hingga yang kita temukan sehari-hari; ada harimau putih, kucing emas, hingga nyamuk! Tidak hanya itu, di tempat ini juga tersimpan aneka penghargaan, foto-foto, dan aneka koleksi lainnya dari seorang Rahmat Shah (pemilik museum & gallery ini, juga orang tua laki-laki dari artist cantik Raline Shah).
Insert masuk untuk dewasa Rp 32.000,-. Ini sudah termasuk Night Safari Pass, gambaran hutan di malam hari lengkap dengan efek suara; kita bakal masuk ke sebuah ruangan yang dibuat menyerupai goa, di awal masuk ada suara-suara binatang buas menggaung ke seluruh ruangan, di dalamnya terdapat banyak satwa. Museum & Gallery ini buka pada hari Selasa s/d Minggu, pukul 09.00-17.00 WIB.

Nah, lho… Ini hanya sebagian kecil dari koleksi yang ada disini. Tidak hanya sekedar tempat rekreasi, menurut saya, disini juga ladang ilmu.. Ini semakin meyakinkan ketika Dewi (yang ngajakin saya kesini) mengatakan bahwa rata-rata pengunjung tempat ini adalah anak sekolahan 🙂

Sungai Janiah

Sungai Janiah.. sebuah nama tempat yang cukup familiar dengan keelokan tempat wisatanya dan juga cerita rakyatnya. Terletak di Kec. Baso, melalui jalur Bukittinggi-Payakumbuh (belok ke kiri), sekitar setengah jam dari Terminal Aur Kuning dan 15 menit dari simpang plang Kolam Ikan Sakti (dengan kendaraan bermotor). Sementara untuk menuju ke kolam, kita melewati gerbang mesjid (masuk kawasan mesjid), tepat di belakang mesjid. Insert masuk untuk dewasa Rp 3.000,- dan anak-anak Rp 2.000,-. Parkir kendaraan (motor) Rp 2.000,-.
Disini terkenal dengan legenda ikan sakti dengan ukuran besar yang konon hanya muncul sekali dalam setahun (saat lebaran Idul Adha). Ini berdasarkan kisah turun-temurun tentang sepasang saudara “Buyung & Upik” yang tak mengindahkan nasihat ibunya yang pada akhirnya berbuah penyesalan.
Di kolam ini terdapat banyak jenis ikan dengan beragam ukuran. Pengunjung diperbolehkan memberikan ikan makanan berupa pensi mentah, atau lainnya.
Jajanan favorit disini adalah kerupuk kuah, kerupuk ubi yang dibubuhi kuah sate, kadang ada yang ditambahkan mie hun goreng. Selain itu juga ada pensi (yang telah ditumis), makanan ringan, dll.
Bagi petualang yang ingin memacu adrenalin, tentunya punya keberanian dan keahlian panjat tebing, bisa menikmatinya disini. Tak jauh dari kolam, berdiri kokoh tebing yang tidak terlalu curam dan biasa dimanfaatkan oleh para pemanjat tebing yang tak ingin melewatkan indahnya view Baso dari ketinggian.

Referensi

Geni via interview pada 10 Agustus 2015.

Olha Chayo

Penangkaran Penyu di Mangguang

Destinasi yang satu ini terletak di Mangguang, Pariaman (tidak jauh dari Pantai Gandoriah). Biaya masuk Rp 5.000,- sudah termasuk parkir (untuk 1 mobil, edisi liburan lebaran 2015).

Lokasi ini juga bisa diakses dengan angkot (angkutan kota), karena dekat dengan kota (Pasar Pariaman). Atau, Bus Pasaman dengan rute Sungai Limau (biasanya melewati lokasi ini).

View di tempat penangkaran penyu ini T.O.P! Disini terdapat banyak kolam, besar dan kecil. Yang menarik, didampingi petugasnya, kita boleh melepas penyu ke laut dengan insert Rp 10.000,- saja. Tertarik?? Cus, ke penangkaran penyu.. 🙂

Referensi

Semua informasi ini didapat dari hasil wawancara via sosmed dengan Honesty Putri pada 7 Agustus 2015. Berikut foto juga diambil dari koleksi album Putri.

Olha Chayo

Aquarium

Aquarium berada di dalam kawasan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan / Benteng Fort De Kock Bukittinggi. Karcis masuk Rp 2.000,-. Berikut beberapa koleksinya:

  • Arwana Super Red (Scleropages Formosus)
    • Asal                 : Kalimantan
    • Umur               : + 1 th (01-01-2013)
  • Discus (Symphisondon Discus)
    • Asal                 : Brazil
    • Umur               : + 1 th (01-01-2012)
  • Manfish (Pterophyllum Scalare)
    • Asal                 : Amerika Selatan
    • Umur               : + 1 th (01-01-2013)
  • Neon Tetra (Paracheirodon Innesi)
    • Asal                 : Sumatera
    • Umur               : + 1 th (01-01-2011)
  • Belalai Gajah / Elephant “Long” Nose (Gnathonemus Petersil)
  • Louhan Pahang (Amphilophus Irimaculatus)
    • Asal                 : Pahang, Malaysia
    • Umur               : + 3 th (01-01-2011)
  • Oscar Albino (Astronotus Ocellatus Albino)
    • Asal                 : Bangkok, Thailand
    • Umur               : + 3 th (01-01-2012)
  • Oscar Batik (Astronotus Ocellatus)
    • Asal                 : Bangkok, Thailand
    • Umur               : + 3 th (01-01-2012)
  • Synodontis ….

    • Asal                 : Brazil
    • Umur               : + 2 th (01-01-2012)
  • Belida Bangkok (Notopetrus Chitala H B)
    • Asal                 : Thailand
    • Umur               : + 3 th (01-01-2012)
  • Koi Salju
    • Asal                 : Blitar
    • Umur               : + 1 th
  • Frontosa
    • Asal                 : Afrika
    • Umur               : + 2 th
  • Parrot Love (Hoplarchus Psittacus)
    • Asal                 : China
    • Umur               : + 9 th (01-01-2012)
  • Loubster / Cherax Quadricarinatus (Red Claw)
    • Asal                 : Danau Maninjau (Sumatera Barat)
    • Umur               : + 1 th (01-01-2012)
  • Spatula (Polyodon Spathula)
    • Asal                 : Afrika
    • Umur               : + 1 th (01-01-2012)
  • Aba-aba Knive Fish
    • Asal                 : Laut Hindia
    • Umur               : + 19 th
  • Red Paku / Bawal
    • Asal                 : Sumatera
    • Umur               : + 1 th (01-01-2012)
  • Patin Black (Pangasius Pangasius)
    • Asal                 : Riau, Sumatera
    • Umur               : + 1 th (01-01-2012)
  • Patin Albino (Pangasius Pangasius Albino)
    • Asal                 : Riau, Sumatera
    • Umur               : + 1 th (01-01-2012)
  • Red Piranha (Sarasalmus Nattereri)
    • Asal                 : Brazil (Amerika Selatan)
    • Umur               : + 1 th (01-01-2012)
  • Black Ghost Fish (Afteronotus Albifrons)
    • Asal                 : Afrika
    • Umur               : + 3 th (01-01-2011)