Gulai Putih

Gulai putih (samba putiah) ini merupakan salah satu masakan tradisional Palembayan yang sering di sajikan dalam acara seperti pesta (baralek/kenduri), mendo’a, dll.

  • Bahan:
    • Daging sapi.
    • Bumbu gulai tanpa kunyit [bawang merah + bawang putih + jahe (sipadeh) + lengkuas] + ketumbar + jintan + kemiri (dama/cegek); semua digiling.
    • Daun-daun: Daun salam + daun kunyit + serai.
    • Air asam jawa.
    • Bawang goreng.
  • Cara:
    • Tumis bumbu + daun-daun.
    • Tambahkan daging, masak hingga empuk.
    • Tambahkan santan.
    • Tambahkan garam secukupnya.
    • Menjelang matang (saat daging telah empuk), tambahkan air asam jawa (sedikit).
    • Sajikan dengan menambahkan bawang goreng diatasnya.
  • Catatan:
      • Selain daging sapi, biasanya gulai putih juga berisi babat sapi (babek, seperti: hati, paru, dll).

Resep Ni Mar Gagah | Pasar Palembayan | Masakan Tradisional Palembayan | Minangkabau

Lotek

  • Bahan:
    • Cabe rawit 3 buah
    • Bawang putih 1 siung kecil
    • Garam kasar secukupnya
    • Cakua (mirip lengkuas tapi lebih lunak) beberapa iris kecil
    • Kacang tanah yang telah dirandang dan ditumbuk kasar 6 sdm
    • Air mineral / air matang
    • Gula aren (saka niro)
    • Air asam jawa
    • Mie kuning yang telah direbus
    • Sayur-sayuran:
      • Kol / lobak putih yang telah diiris (direbus atau mentah)
      • Toge yang telah direbus
      • Sayur lalidi (mirip daun ubi / pucuak ubi) yang telah direbus
  • Alat:
    • Batu giling
    • Spatula
  • Cara:
    • Giling cabe rawit + bawang putih + cakua + garam sampai lumat.
    • Tambahkan kacang, giling.
    • Tambahkan air asam jawa, giling.
    • Tambahkan gula aren sesuai selera, giling.
    • Tambahkan air, giling hingga kacang mulai hancur dan kuah sudah tampak pekat.
    • Tambahkan mie + toge + sayur lalidi + lobak, aduk rata.
    • Sajikan, tambahkan kerupuk merah diatasnya.
  • Catatan:
    • Sayur-sayurnya bisa ditambah dengan sayuran lainnya sesuai selera, seperti: kacang panjang, daun ubi (pucuak ubi/pucuak parancih), daun salada, dll.
    • Ada juga yang menambahkan irisan kentang yang telah direbus.
    • sdm = sendok makan.
Referensi

Saya melihat langsung cara pembuatannya di Pasar Palembayan yang dijual oleh Uni Sita; dengan perubahan seperlunya berdasarkan beberapa resep yang pernah saya cicipi.

Asam Pedas Daging (Sampadeh Dagiang)

  • Bahan:
    • Daging sapi, sebagusnya bagian betis (dagiang batih sapi)
    • Cabe merah giling
    • Bumbu gulai: Bawang merah + bawang putih + lengkuas + jahe (sipadeh) + sedikit kunyit + sedikit kemiri (dama/cegek); semua digiling
    • Bawang merah & bawang putih yang telah diiris/dirajang
    • Daun salam + serai + daun kunyit + daun limau purut + asam kandis
    • Air putih
  • Alat:
    • Sendok gulai
    • Kuali/periuk
    • Kompor
  • Cara:
    • Daging + cabe + bumbu (sedikit kunyit) + irisan bawang merah & bawang putih + daun-daun + asam kandis masukkan ke dalam kuali/periuk
    • Tambahkan air putih
    • Aduk dan masak dengan api sedang
    • Kemudian diunyai (dengan api kecil) dan aduk secara kontinu sampai matang (daging empuk).
    • Siap disajikan.
  • Catatan:
    • Bisa ditambahkah juga dengan kentang (kupas kulitnya dan potong 2) setelah matang, unyai sampai sedikit berminyak dan kentang matang.
Resep Ni Mar Gagah | Pasar Palembayan | Masakan Tradisional Palembayan | Minangkabau

Pakan Di Pasar Palembayan

Di Pasar Palembayan, pasar tradisional dikenal dengan sebutan pakan yang biasa diadakan setiap hari Sabtu. Oleh karenanya, hari sabtu dikenal juga dengan sebutan hari pakan. Seperti pasar tradisional lainnya, disini dijual segala macam bentuk bahan pangan, aneka kuliner, pakaian, keperluan sehari-hari dll. Ini beberapa viewnya.

Martabak

This is Martabak, my mom bought it at Pasar Palembayan every Saturday, that is known by Hari Pakan. Based of ingredients are flavor, sugar and coconut. It is favorit meals from my dad, maybe among of the peoples in Palembayan, because it is always sould out if you didn’t fast to buy it 😀

Ini salah satu cemilan favorit Ayah saya nih saat minum kopi alias rehat sejenak diwaktu kerja.. 🙂 Martabak yang kayak begini bisa dibeli tiap hari Sabtu di Pasar Palembayan, atau lebih familiar dengan Hari Pakan (hari pasar). Penjualnya udah lama banget lho jualan martabak ini disini.. Mungkin udah sekitar 25 tahunan dan tak pernah sepi pelanggan. Baru aja nyampe pasar, si Bapak udah bikin gebrakan seribu tangan, haha.. Kenapa saya bilang begitu?! Karena si Bapak dengan ligat mengaduk adonannya diember besar, lalu menuangnya ke kuali logam berbentuk bundar, mengatur api kompornya, menebar gula pasir dan kelapa di atas adonan yang mulai berbentuk, dll (susah dijelasin). Nah, bak semut yang menemukan gula, para pelanggan langsung menyerbu, dengan teratur antre menanti pesanannya 🙂 Bukan cuma Martabaknya yang bikin rame, Bapak yang jualan juga bisa bikin suasana jadi makin rame 😀 Ini tips nih buat yang jualan, sesibuk apapun, tetap ramah pada pelanggan 🙂 Selain Martabak ala si Bapak, ada juga Martabak Ketan (hitam) namanya, ini dijual oleh seorang nenek-nenek, beda lagi nih sensasinya.. Menu lain yang dijual nenek ini yaitu kue pukis, menurut saya, dari rasanya, bahan dasar kue pukis itu sama aja dengan martabak 😀 Tapi saya kurang tau juga ding, entah benar namanya kue pukis, saya aja yang inisiatif bilang gitu 😀